Tag

Ini merupakan bagian lain dari catatan saya, setelah mengikuti Semester Pendek di Banana Inn kemarin. Yah, dari ngobrol kesana kemari, dengan teman-teman senasib dari berbagai universitas di seluruh Indonesia (lebay pol…), kami tak hanya berbagi tentang kehidupan seputar matematika (mati saja kalau ini terjadi). Banyak cerita dari teman-teman, mulai dari mata kuliah yang aneh-aneh, dosen-dosen yang rada gak jelas, sampai ke kehidupan percintaan yang bikin ngakak. Berikut beberapa hal yang menurut saya lontong :

Berapa banyak pohon beringin di depan rektorat UGM ?

yah, seperti mata kuliah Orkom (organisasi dan arsitektur komputer) di jurusan saya, yang rada aneh. Yah, kalau ada yang tidak menganggap aneh, tidak apa-apa, saya sih tetep keukeuh (apa pula artinya). Konon, tahun lalu, ada pertanyaan “siapa presiden direktur perusahaan XXX  yang ke XXX” GILA. Untung saya tidak perlu ngulang.

Nah, di UGM alias Universitas Gajah Mada, yang terletak di Yogyakarta, satu provinsi dengan saya, ada mata kuliah yang bernama, KEGAJAHMADAAN KEGADJAHMADAAN atau ke-gajah-mada-an ke-gadjah-mada-an. Mungkin kuliah mengenai UGM itu sendiri. Dan, ini wajib. Nah, ada cerita non-fiksi yang rada menggelitik. Dengan teknik berkuliah seperti mata kuliah KWN di ITB dengan dosen yang saya ambil kemarin, jelas, tidak wew… Begitu pula dengan kuliah ini. Dan, ada pertanyaan yang muncul di ujian seperti sub judul ini,

Berapa banyak pohon beringin di depan rektorat UGM ?

entah apa maksudnya, yang jelas, saya tidak kebayang kalau ada kuliah KE-GANESHA-AN, dengan pertanyaan,

Berapa banyak  kuda di Jalan Gelap Nyawang ?

Buatlah Entity-Relationship Diagram untuk Kuda, Joki, Pengunjung Taman Ganesha, Hari, dan Jumlah Uang yang Beredar?

Sebutkan, syarat perlu dan cukup untuk menghindari macet di dekat rektorat !

Berapa lama transkrip bisa diperoleh beserta tanda-tangan kaprodi ?

Kemana kita harus pergi, jika ingin meminjam CC Timur ?

Mati saja…

KKN = Kuliah Kerja (Nongkrong ?) Nyata

Ini nih, yang saya agak ngiri dengan universitas lain. KKN cung… KKN… Kayaknya enak rasanya berinteraksi dengan penduduk secara langsung. Merasa kehidupan mereka secara 3 Dimensi, atau 4 Dimensi malah. Saya masih inget, ketika kakak saya yang pertama KKN di Turi, Sleman. Atau Ketika saya masih SD, banyak sekali mahasiswa yang numpang hidup di rumah saya untuk KKN. Dan, pastinya, lebih deket sama mereka. Kalau ada tugas kerajinan tangan, dibikinin, hahaha…

Selain itu, pas denger cerita si Harun, Albert, atau si Andra, tentang KKN mereka, kelihatannya seru gitu. Misal, duduk-duduk bareng ibu-ibu PKK, atau pengalaman pas ngajar di SMP… Ah, seru kayaknya.

Nah, ada satu hal yang mengganjal di hati saya, wedew, kok di ITB, kampus saya ini, gak ada mata kuliah yang mirip KKN ? Yah, mungkin ada yang bilang, mirip ke KP alias Kerja Praktek. Sama-sama di luar kampus gitu. Tapi, kan gak ada yang namanya interaksi sama manusia dalam bentuk yang seutuhnya. KP kan di Perusahaan, kalau KKN ya di masyarakat ? Terus, kalau ada yang ngeles ya KKN itu kayak baksos di Himpunan atau Unit. Tapi itu kan kalau ada prokernya, dan gak semua mahasiswa ITB masuk Unit atau Himpunan. Wedew…

Dan, saya punya ide, gimana kalau si TPB ini ditiadakan, dan diganti dengan mata kuliah KKN ini. Cukup beberapa mata kuliah yang gak sejalan dengan jurusan, menurut saya lho. Misal, kimia. Wew…

Yah, semoga, ketiadaan KKN ini di ITB ini tidak berarti pak Rektor dkk, tidak menganggap penting arti dari ketemu masyarakat secara langsung. Kesannya, mahasiswa ITB itu dijauhkan dari masyarakat… Wew… Mbah Ganesha marah kalau gini…

Tapi, ribet juga lho mengurusi KKN ini, teman saya, sebut saja Febi, yang dari UGM, gagal ikut KKN bulan ini, gara-gara sesuatu hal…. Wew… Semoga segera lulus feb…

Ya, saya sih gak sok kuat dengan menginginkan adanya mata kuliah KKN, tapi ya ndak tahu juga…. Hati berbicara (halah…)

Sudahlah, segini saja untuk tulisan kali ini. Bagi Universitas yang tercantum, saya mohon ijin… Semua informasi ini, dari sumbernya langsung. Mahasiswanya… Ok….