Tag

, , , , , , , , ,

Prolog : baru nyadar ini tulisan tidak penting, jadi kalau merasa ada yang perlu dikerjakan, jangan dibaca.

Aih, sebenarnya, saya punya banyak kerjaan malam ini. Tapi, entah kenapa internet membuat otak saya TERGUNCYANG. Oke, saya lumayan pede dengan cara berfikir saya. Dari fakta, rules (aturan) , baru ke kesimpulan. Metode yang saya tahu untuk meraih kesimpulan, problem solving strategy, atau sekadar pembuktian cukup banyak, walaupun sebagian besar belum bisa mengaplikasikannya.

Kenapa terguncyang ?

Beberapa hari terakhir, saya tertarik untuk mengikuti beberapa berita yang hot. Osama, DPR yang lemah, sekretaris korupsi, Musim nikah, Barcelona, dan seterusnya. Walaupun, tidak hanya kahir-akhir ini saya mengikuti, karena memang sudah sejak kecil sarapan saya seperti itu.

Namun, saya baru saja kepikiran. Apakah yang saya tahu mengenai cerita di dunia ini benar adanya ? Apakah saya tidak termasukorang-orang yang tertipu ? Apakah benar ada teori konspirasi? Jika ada, sampai level berapakah teori kosnpirasi tersebut? Apa pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah benar adanya ? Apa sejarah yang saya tahu benar adanya ? Apa benar, ada satu master plan untuk semua kejadian di dunia ini? Semua kejadian di dunia ini pasti ada hubungan sebab musababnya dong.

Oke, sebelum salah paham, saya batasi dulu domain yang saya ragukan. Domainnya adalah : dunia.

Sejujurnya, saya haus akan kebenaran. Saya pengen tahu semua hal yang terjadi di dunia ini, dari hal penting sampai hal tidak penting. Apa benar yang diberitakan di media massa itu benar?

Ujung-ujungnya, semua harus dibuktikan. Dan, satu-satunya metode pembuktian yang saya percayai adalah logika matematika.

Lalu bagaimana cara membuktikannya ? Terlalu besar domainnya. Maka, diperlukan asumsi. Anggap, kita sudah hampir ketemu solusi. Namun, apakah asumsi yang kita gunakan secara sengaja dan tidak sengaja itu benar atau valid ?

Jika valid, boleh lah. Bagaimana jika tidak? Jelas akan merusak pembuktian secara keseluruhan.

Dan, seringkali, orang-orang membuat keputusan atau kesimpulan berdasarkan asumsi yang diambil secara tidak sadar.

Asumsi yang diambil secara tidak sadar ini biasanya diambil dari kebiasaan dan lingkungan kita. Walaupun, tidak ada bukti bahwa hal itu benar adanya. Memang, seringkali, asumsi tersebut tidak berlawanan, sehingga keputusan kita tetap benar. Namun, kadang kala, kita gagal gara-gara salah asumsi. Silahkan ingat-ingat kapan terakhir kali Anda gagal, gara-gara salah asumsi.

Aih, saya makin pusing saja.

Intinya, pembuat awan itu tak hanya permukaan laut saja. Dasar laut juga berperan besar. Dan, yang saya tidak tahu, berapa dalam sih laut itu. *dan kebetulan saya tidak bisa berenang.

Aih, saya sudah makin ngelantur, makin pusing, dan seterusnya.

Saya mengerti kenapa ada tokoh Nico Robin di One Piece yang ngebet pengen tahu sejarah asli dunianya.

Lastly, jangan berasumsi Anda tahu dan bisa, tanpa membuktikannya.

PS : Thanks to math for teaching me this abstract thing. Thanks to Allah for creating this math.