Kamarku, Indera Ke-Enam-ku

Well, saya menulis tulisan ini atas motivasi yang saya peroleh setelah membaca tulisan teman saya di sini. Walaupun yang ditonjolkan oleh si penulis, sebut saja BibaboJuventinoMeloBikinKalahBrazilo, adalah halaman belakangnya, saya kok malah lebih tertarik ke meja komputernya. Yah, meja komputer tepatnya. Sekali lagi, meja komputer.

Mari kita bandingkan dengan keadaan kamar saya yang masih dalam tahapan main tenis (maintenance, Twitter said : over capacity). Memang, sudah sejak lama, lama sekali, bahkan sebelum saya mengikuti Semester Pendek di Banana Inn, kamar saya ini, ibarat perut, sudah kekenyangan. Oleh karenanya, saat saya kembali ke kamar saya, sudah tidak mengenali kamar ini. Oke, bagian yang ini memang rada lebay. Mari, kita lihat secara langsung, kamar saya sebelum di-defrag :

Harusnya Meja Belajar
Harusnya Meja Belajar

Itu harusnya meja belajar, karena memang diperuntukan untuk belajar. Tapi, ya namanya manusia kreatif, malah jadi wadah tempat tisu, kaos, dan lain-lain. Bahkan kabel LAN. Coba bandingkan dengan meja belajar rekan saya, BibaboJuventinoMeloBikinKalahBrazilo ini :

Meja belajar yang Seharusnya

Oke, kalau ada yang bilang, itu meja komputer, saya tunjukan meja komputer saya :

Meja Komputer Mutifungsi
Meja Komputer Mutifungsi

Kok multifungsi ? Lihat, bisa jadi tempat pakaian, mengirit lemari artinya. Bisa jadi tempat menyetelika baju, itu sudah ada alasnya, SELIMUT SEMESTA. Dan lingkaran kuning di pojok kiri adalah alatnya, maksud saya, seterikaan (punya temen tentunya). Selanjutnya, panah itu mengacu pada speaker alias pengeras suara, yang standar. Namun, cukup mendukung untuk nonton film atau mendengarkan sheila on 7. Sementara lingkaran biru di atas tumpukan baju, adalah Energen. Lebih tepatnya, Energen jahe, si Minum Makanan Bergizi. Saya lupa, kenapa saya membelinya. Entahlah.

Coba bayangkan, kalau kita mau menyeterika di meja komputer teman saya. Artinya, musti gotong itu CPU, LCD, sama printer. “Mending printernya buat saya bob”. Lanjut….

Saya Menyebutnya, White Hole
Saya Menyebutnya, White Hole

Ini merupakan pusat massa dari kamar saya. Maka, semua barang akan tertarik atau lebih tepatnya, saya lempar ke sana. Mulai dari jaket, sarung, tumpukan baju, kertas, gulungan, tas, dan lainnya. Oh, iya, yang lingkaran kuning itu merupakan SUSU. Yak, SUSU, MILK, atau apapun anda menyebutnya. Sedang doyan minum susu akhir-akhir ini. Entah, dari mana sumbenrya. Sementara, yang lingkaran merah itu adalah saya, yang memfoto. Sengaja saya tampilkan, biar tidak dikira repost atau plagiat. Oke, ingat, namanya White Hole. Kenapa White ? Karena bisa kelihatan, tidak seperti Black Hole yang tidak kelihatan. Alias, narik batu sembunyi badan.

White Board
White Board

Konon, kalau mahasiswa, harusnya butuh white board atau sejenisnya untuk mencatat jadwal atau janji-janji, atau apapun itu. Sama seperti saya. Lihat saja, dengan spidol merah, saya tulis semua tubes saya. Yang paling gede tulisan IRK sama Gemastik. Anggap saja itu target. (Satu sudah di tangan). Sementara itu, lingkaran kuning merupaka jaket saya yang paling anyar, jaket pelatnas IMC. Keren lah. I would like to say thanks, to Hendra, Dini, and Bu… (i’ m sorry, i forgot her name). Kerenlah. Sementara juring oranye, merupakan jaket-jaket teman-teman saya yang menunggu dikirim dan diambil, serta dibakar. For your information, itu lemari pakaian, harusnya.

Di Balik Pintu
Di Balik Pintu

Oke, yang ini sudah sangat jelas. 3 jaket tergantung. Jaket STEI, Jas (jaket) Almamater, dan anggap saja jaket. Itu di bawahnya, merupakan tas. Masih belum dikeluarkan barang-barangnya, sejak saya sampai Bandung. Dan, di kanan itu, Jaket Himpunan saya, HMIF. Cukup jelas ?

Kasur and friends
Kasur and friends

Ini merupakan kasur saya. Di sinilah tempat saya tidur, nonton, internetan (kalau ada), menyetelika (kalau sempat), belajar (kalau ada ujian), ngoding (kalau ada kerjaan), dan ganti pakaian (masih dalam tahap uji coba). Terlihat jelas, terdapat kaos, SARUNG BIRU (sarung favorit saya, diaantara semua [2] sarung yang saya punya, bahannya halus, enak lah, cocok buat sholat), jaket UI (yang di dekat guling), guling, dan bantal (atau boneka ? masih dalam tahap pencaritahuan). Dengan sprei merah muda (ini mbak saya yang beliin), saya nyaman sekali. Perfecto.

Yang di dekar laptop, itu merupakan hasil seterikaan saya. Rapi bukan?

Oke, itulah kamar saya. Walaupun berantakan, saya berani jamin. Semua benda yang ada di situ steril. Jadi, jangan takut untuk berkunjung. no bacteria, no viruses, no drugs, no alcohol, and NoMat.

Ini versi rapinya :

Kamar Rapi Sunni
Kamar Rapi Sunni

Rapi bukan ?

Reader : ok, itu sangat rapi. Lalu dimana si Indera Ke-Enam-mu Sun?

Sunni : sabar crut… masih ada hubungannya sama kamar kok…

Begini, walaupun kamar saya berantakan biasa, tapi saya yakin bisa mengetahui semua lokasi benda-benda di kamar saya, walaupun sudah saya tinggal sebulan atau lebih. Tinggal memejamkan mata, dan BINGO !!!. KETEMU… Dengan catatan, tidak ada yang menggeser atau mencurinya (wajar lah ya…).  Menggeser di sini, juga berarti merapikan. Jadi, kalau kamar saya tiba-tiba rapi setelah lama saya tinggalkan (kalau bisa, Alhamdulillah banget lah), saya kadang bingung. Misal, kertas ujian OOP saya ada dimana… Padahal, kalau dalam posisi berantakan seperti semula, saya bisa menemukannya dengan algoritma merem tersebut.

Tapi, kalau ada yang mau merapikan, saya dengan senang hati, akan merelakannya. Asal, tidak ada barang yang dibuang tanpa seiijn saya. Kan, semua benda di kamar saya steril.

Ok, kalau ada yang tahu, ini sebenarnya bukan indera ke-enam, melainkan ke-tujuh. Ya enggak lah… Jadi, menurut literatur yang pernah saya baca, saya ini termasuk orang yang punya pikiran yang condong ke (kalau tidak salah) abstrak. Dan, salah satu cirinya adalah tadi, bisa hapal lokasi benda-benda, walau dalam posisi tidak nggenah (rapi). Nah, jadi, mungkin Anda juga termasuk seperti saya. Waspadalah…

PS : Serius, kamar saya memang acakadut, tapi bener-bener steril, tidak berbau, tidak ada sampah, atau sebagainya. Jadi, nyaman.

Pesan Sponsor (PS juga singkatannya) : Kamar berantakan tidak berarti kotor atau jorok, kamar Sunni adalah counter example nya. Maka, gunakanlah Windows 7 yang asli…

Iklan

13 comments

  1. walah walah sun.. kacau tenan..
    btw sik terakhir kok iso rapi e? mesti pas motret kui neng mburimu ono barang2e bertebaran, sing disingkirke demi pemotretan, haha…

    • namanya juga lagi di maintenance…. sak jane, aku ki rapi, tur iki kan lagi bar ditinggal lunga, makane,,, kan sesuai hukum kimia… dan, meh lunga meneh, artine, bakal wedew meneh…

      ora yo…, kuwi bener2 rapi, rapi dalam arti yang sebenarnya… mrene nek ra percoyo…

      oh iyo, kuwi gur berantakan, tapi ora kotor…

    • kalau rapi, gak usah pakai indera ke enam bu… tinggal melek saja, langsung nemu… tapi kadang-kadang rada bingung kalau yang beresin bukan saya,,, tapi, kalau ada yang bersedia membantu untuk beresin, dengan senang hati….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s