Ramadhan tahun ini, (masih ?) jauh dari Semesta

Ini adalah tahun ke tiga saya merasakan bulan puasa di Bandung. Tapi, nampaknya, tidak ada hal-hal khusus yang bisa membuat suasana di sekitar menjadi bulan Ramadhan. Hal yang serupa juga terjadi di dua tahun terakhir. Tidak ada hal-hal yang bisa membuat feel Ramadhan lebih greng. Yah, mungkin hanya buka bersama di berbagai lokasi dan rekan.

Pengen rasanya, kembali ke masa-masa SMA, terutama pas bulan Ramadhan. Yah, harus diakui, sangat kerasa perbedaan puasa di SMA Semesta dan di luar. Minimal, jika dibandingkan dengan di Bandung. Ada beberapa hal yang masih bisa saya kenang dari berpuasa di SMA Semesta :

1. Buka puasa secara nomaden

Nah, ini salah satu yang paling wah. Ada semacam budaya untuk mengadakan buka puasa di rumah masing-masing, dengan mengajak anggota kelas. Yah, memang sih, di asrama juga disediakan makanan untuk buka puasa. Namun, jauh lebih enak kalau bisa keluar dari asrama… Maklum, ijin keluar masuk aja susah. Biasanya, kami secara bergiliran mendatangi rumah teman-teman kami yang berada di radius yang masih memungkinkan dijamah angkot. Kenapa angkot ? Anggap saja angkot merupakan angkutan masal yang sekaligus murah meriah. Dan bahkan, sudah kayak berlangganan malah. Tiap kali ada acara yang mengharuskan keluar dari pagar Semesta, pasti menhubungi Pak Jalil, sang bos angkot.

Nah, selain gratis, dan bisa jalan-jalan, jelas dengan buka bersama ini, bisa mendekatkan kami. Dan, muncul pengalaman-pengalaman baru, misal ada yang jatuh dari angkot gara-gara tidur, naik angkot yang full dengan audio + video (bandingkan dengan angkot di Bandung), bisa kenal keluarga teman, dan lain-lain. Enaklah.

Apalagi, saya gak cuma bisa ikut acara di kelas. Kebetulan, dulu sempat jadi kakak pembimbing kelas, atau biasa kami sebut, siber (siswa rehberlik, lupa artinya), jadi pas di kelas tidak ada agenda buka bersama, pasti diajak sama adik-adik kelasnya. Wow… Double kill…

2. Suasana cari pahala yang kental

Yah, mungkin ini wajar juga. Tapi gak wajar juga ding. Kalau dibandingkan saat Ramadhan di Semesta, jelas, lebih rajin. Bisa dilihat dari kuantitas tadarus saya. Kalau dulu pas di SMA, pasti khatam. Lhah, 2 tahun terakhir, nampaknya ndak pernah. Oleh karenanya, Ramadhan tahun ini, juga masuk di salah satu poin Mata Musafir saya, yaitu, khatam selama bulan Ramadhan. Amin.

3. Camping

Mungkin ini yang tidak saya temui di ITB, atau bahkan di luar Semesta. Namanya, camping. Camping adalah semacam pesantern kilat, tapi berlokasi di villa atau semacamnya. Namun, pas camping ini, tidak hanya melulu kegiatan agama, kadang kala, diselingi wisata atau acara-acara yang menyenangkan. Biasanya, kami mengadakan camping ini bersama dengan wali kelas. Pokoknya, seru lah. Ibarat kata, camping ini semacam liburan di saat bulan Ramadhan, tanpa melupakan ibadah tentunya.

4. Sangat niatnya sekolah saya

Wuuuhhh… Ini yang beda. Walaupun, salam Ganesha ada ucapan “untuk Tuhan,…” kok saya gak begitu merasakan adanya acara dari KM atau organisasi lain, selain Gamais atau turunannya, yang agak niat sedikit untuk mensuasanakan Ramadhan ini. Di baliho di depan gerbang ganesha, hanya ada sebiji baliho yang menyemarakan Ramadhan ini. Mungkin, saya yang rada ansos, atau jarang ke Salman, atau memang hal-hal seperti ini, hanya tanggungan unit-unit keaagamaan saja. Ndak tahu juga lah…

Kalau dibandingkan pas di Semesta dulu, wuuuuuuuuuhhhh…. jauh…. Banyak acara, misal lomba-lomba, belum lagi kakak pembina asrama yang benar-benar menyuarakan Ramadhan ini. Ada buka bareng anak jalanan juga bahkan. Jauhlah.

Tapi, sebelumnya, ini hanya opini saya lho, jika ada yang rada masuk ke hati, maaf. Yang jelas, saya kok belum pernah menemui kegiatan tadarus bareng di ITB (bukan Salman), atau kegiatan agama lain yang diprakarsai KM. Sekali lagi maaf…. Mungkin saya yang ansos.

Yah, tidak baik juga kalau saya memukul rata, antara kehidupan di Semesta dan di ITB. Mungkin memang beda kultur. Walaupun, Semesta juga bukan pondok pesantren.

Harapan saya sih, tahun ini saya diberi kesempatan lebih untuk memanen jack pot pahala dan berhasil memanfaatkannya. Kalau tidak, saya semacam keledai, yang jatuh di lubang yang sama, 3 kali berturut-turut pula.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga kita semua (termasuk saya), bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Amin….

NB : hanya rasa iri sekilas yang muncul, jika mengenang Semesta

PS : Sekali lagi, mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung…

Iklan

11 comments

  1. ojo nangis tho sunn..
    neng kene yo suasanane kurang greng..
    koyok hari – hari biasa Sun..
    rindu ramadhan masa kecilq..:(
    huhuhuhuhu….

    semua pasti ada saatnya, kelak kita akan ketemu lagi mbah sun…

  2. permisi numpang komen.
    sama, beda banget sama pas ramadhan di sma (eh, man) dulu. memang sekarang kita lebih dituntut untuk ‘mencari sendiri’ suasana ramadhan itu sih. Di salman alhamdulilah udah banyak banget kegiatan ramadhannya. mungkin kurang disuasanakan ke kampus itb kali ya.
    oiya, kan ada readln() Sun, yg tiap senin sama rabu. bisa ngaji bareng juga kan. ikutan yuk.

  3. lah sun…ko nak aku lebih seneng bersama temna2 kuliah.sma q banyak gap dadi ra nyatu….
    oya nak temen2 smp py..apa ada yang berkesan???????

    • ya kan beda2… tapi, menurutku, harusnya, kebanyakan, lebih ada ikatan sama temen SMA.. Soalnya, pas kuliah udah mikir yang macem2 lagi…

      pas smp? hmm.. kalo ramadhannya, ndak inget yang spesial… he….

  4. wooooo ketauan nek kowe rak tau dolan masjid! ;-P
    ora mungkin lah sun nek ning masjid biasa2 wae (ra ono suasana ramadhan).

    aku juga disini ramadhan beda banget. karna justru semua assignments, midterms, quizzes muncul pas ramadhan ini..marai sering skip tarawih,tadarus,liqo..=(
    trus aku juga kangen semestaaaaaa

    • aku lumayan yo… malah wingi loro… dadi ra maksimal..

      nek tugas, podo wae mbib… aku juga… bahkan pertemuan minggu ke dua wis dirilis tugas besar…

      kangen semesta juga aku….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s