Malu Bertanya, Musti PRS (kuliahku…)

Wah, udah semester lima saja. Udah jalan hampir 3 minggu pula. Jadi merasa tua. Tapi, gara-gara mengikuti kuliah MBK, alias metode berfikir kreatif, saya jadi merasa muda lagi. Ada apa gerangan ? Yah, karena mahasiswa 2008 atau 2009 yang mengambil mata kuliah ini, disuruh keluar, atau bisa disebut diusir dari kelas gara-gara terlalu muda. Haduh… Ini sudah minggu ke tiga pula. Musti PRS kalau gini caranya.

Mungkin, saya yang memang tidak mengecek apakah MBK dibuka untuk angkatan 2008. Tapi, diusir tidak hanya saya seorang, tapi banyak, walaupun kebanyakan anak IF. Ada dua hal yang mungkin jadi kesimpulan. Pertama, kami melakukan kebodohan berjamaah tanpa mengecek terlebih dahulu syarat mengambil kuliah. Atau, yang bikin kuliah yang lagi labil dan baru memberi tahu pas masa kuliah sudah berjalan 3 minggu. Padahal, pertemuan pertama kosong, dan yang ke dua libur 17 Agustus. Entahlah. Apapun alasanya, saya sudah pernah diusir dan musti PRS.

Ada lagi yang juga merupakan kelontongan saya, Asling alias astronomi lingkungan. Kuliahnya mengenai astronomi gitu, cukup menyenangkan. Dan, dengan embel-embel lingkungan, saya bisa mengambilnya sebagai mata kuliah wajib lingkungan yang memang harus diambil. Tapi, oh tetapi, si asling ini tidak boleh dijadikan sebagai mata kuliah wajib lingkungan bagi anak STEI. Ndak ngerti saya. Padahal, kalau dilihat-lihat, wajib lingkungan yang lain juga tidak terlalu bersangkut paut dengan keinformatikaan. Haduh. Akhirnya, hampir semua teman IF saya pindah ke Rekling atau Kesling yang merupakan singkatan dari Rekayasa Lingkungan dan Kesehatan Lingkungan. Tapi, saya dan seorang teman saya, sebut saja Hendra, tetap kekeuh ngambil Asling. Alasannya, males PRS (Pergantian Rencana Studi) dan Rekling serta Kesling bertabrakan dengan jadwal Kuis Strukdis alias Struktrur Diskrit yang kebetulan Hendra dan saya jadi asistennya.

Jadi, hikmah yang bisa diambil dari kasus saya, adalah, malu bertanya musti PRS.

Rencana, kami akan nge-drop MBK (ya iyalah). Kemudian mengambil mata kuliah dari jurusan matematika. Alasannya, biar tidak terlalu ketinggalan materi. Sudah minggu ketiga ini.

Oh iya, ada saran lagi. Jangan sampai sakit kalau jadi mahasiswa. Maklum, kuliah itu tidak mau peduli kita sakit atau sekarat. Seperti kondisi saya sekarang. Yah, walaupun sakitnya sakit default tapi tetep berakibat buruk. Minimal, banyak tugas terbengkalai. Hiks…

NB : ditulis di saat Bandung diterpa hujan yang sangat deras dan angin yang sangat kencang. Dan, konon, hujannya dalam bentuk es. Hmm… Untung bukan dalam bentuk takjil, bisa batal.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s