English Day or Silent Day ? (or may be, Kabur Day)

Haduh, ini sudah minggu ke empat kuliah di semester 5. Rencana saya untuk memulai English Day di kelas, semacam tidak tersisa. Susah juga mengajak teman-teman saya untuk ber-speak-speak-ria. Banyak alasannya, misal, lagi kuliah, lagi kepepet, dan segala macam alasan lainnya. Kalau mau dikenai denda, pasti ribet, dan belum tentu pada setuju.

Yang memberlakukan English Day ini, bukan hanya saya saja. Ada salah satu lantai di asrama saya yang memberlakukan English Day. Namun, apa daya, malah pada diem, dan komentar dari salah satu penghuni, “English Day is a Silent Day…“. Ndak ngerti juga lah…

Di salah satu sudut di kampus, tepatnya di Labtek 5 (lupa nama 50 Miliarnya), lebih spesifik lagi, di salah satu lab, sebut saja Lab Programming atau LabPro, juga melaksanakan English Day juga. Tepat hari ini, Selasa, mereka melaksanakannya. Tapi, yang terjadi bukan English Day atau pun Silent Day, melainkan Kabur Day.

Yah, Kabur. Satau orang asisten yang biasa mangkal di LabPro, tiba-tiba ke Lab IRK (Lab tempat saya). Bukti :

Kabur Day's Evidence
Kabur Day's Evidence

Itu merupakan status YM salah satu asisten LabPro. Maklum, setiap kata nonn-Inggris yang terlontar, musti beli barang di Algo-Shop (semacam warung kecil-kecilan di LabPro) seharga 500. Wew.

Selain itu, beberapa asisten lain, mengungsi ke Lab Basis Data, karena memang kebetulan dekat secara lokasinya. Ini berdasar dari narasumber yang bisa dipercaya. Haduh.

Tapi, saya juga tidak bisa berleha-leha. Mungkin terinspirasi Sang Kaburers (apa coba…), salah seorang asisten Lab IRK 07, mengusulkan untuk menjalankan English Day juga. Asal gak ada hukuman sih oke-oke saja…

Spoiler :

Kalau dulu, pas SMA, saya juga ada peraturan dari Ms. Gul (guru bahasa Inggris saya dari Filipina), yang membuat peraturan serupa. Namun, pakai metode kartu. Jadi, setiap kata yang terucap dan bukan Inggris, diberi secarik kartu. Ada total 5 kartu. Pemegang kartu terakhir, musti bayar 100 rupiah (atau 500 ? Saya lupa). Dan, berlaku sepanjang hari, selain pas pelajaran yang menggunakan bahasa Indonesia tentunya. Wah, jadi kangen…

NB : aduh, radang tenggorokan lagi. Sungguh menyiksa. Pulang ke Bantul masih 5 hari lagi.

PS : Semoga cepat sembuh untuk Bu Sri Utami, guru bahasa Indonesia SMP saya, yang sedang terkena sakit Kanker.

Iklan

9 comments

  1. gimana kalau bikin English room/area aja, hihi..jadi di ruangan/area itu wajib berbahasa Inggris….atau kalau English day terlalu berat, ganti aja jadi English hours…mudah-mudahan nggak pada kabur..hihi..

    • sebenarnya, udah seperti itu bu (benar bu kan ya?). Jadi, si LabPro itu ngadain English Day hanya untuk orang-orang yang masuk ke LabPro. Makanya pada kabur.
      Boleh juga English hour, tapi takutnya lebih mudah dikaburin. Kan tinggal menghilang beberapa jam. Hehehe…

      salam kenal, dan terima kasih kunjungannya….

      • Atau gini aja, daripada kasi punishment mending kasih reward aja. Siapa yang berbahasa Inggris akan dikasi poin dan atau apalah yang mendorong mereka untuk mau berbahasa Inggris pada waktu itu…
        Just a thought.. 🙂

  2. ?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s