Kali Kuning 2004-2010 (mungkin part 1)

Sudah lebih dari satu periode SBY menjabat di negeri ini. Tapi, kali ini gak ngomongin tentang politik atau semacamnya. Walaupun rada eneg juga lihat manusia-manusia itu. Oke lah ya… Kembali ke jalan yang benar saja.

2004 adalah suatu tahun di mana saya terjerumus ke sebuah lembah. Terjerumus yang mungkin tidak akan saya sesali. Pada pertengahan tahun itu saya kebetulan mengikuti semacam pelatihan untuk persiapan kontingen DIY dalam rangka mengikuti sebuah perlombaan tingkat nasional. Sebuah perlombaan yang sekarang sangat nge-trend di kalangan anak sekolahan atau dinas pendidikan.

Duh, kok bahasa nya rada kuncup ini… Pengaruh tugas Grafika dan SI nampaknya.

Jadi, intinya, dulu itu saya pernah ikut pelatihan, buat persiapan Olimpiade Sains Nasional di Pekanbaru, Riau. Di sana, saya bersama 26 orang lainnya, dikurung atau mungkin lebih pas disebut dikarantina di sebuah villa di daerah Kali Urang Yogyakarta. Villa Eden namanya. Sebuah villa yang cukup nyaman untuk belajar (sekaligus main, menggemukan badan, dan berkenalan dengan banyak calon dewa tentunya).

Kami total dikurung selama 2 minggu. Dari pagi sampai sore, ada semacam materi, dan malamnya belajar mandiri. Nah, kan namanya juga anak SMP yang lagi puber (gak ada hubungan antara puber atau tidak sebenarnya), bosan itu pasti ada. Akhirnya, ada manusia kuncup yang mengilhami kami untuk jalan-jalan menyusuri hutan dan pegunungan bahkan gua untuk main di Kali Kuning. Saya lupa, berapa kali kami pergi ke Kali Kuning saat itu. Namun, yang jelas cukup berkesan. Apalagi, setelah mencapai hasil yang lumayan sukses di OSN nya.

Lambang OSN 2004
OSN 2004 (Biar ada gambarnya)

Akhirnya, setelah 6 tahun tidak saling bertatap muka. (Tidak semua juga sih, kan ada yang masuk SMA yang sama, kuliah di universitas yang sama, bahkan jurusan yang sama). Beberapa bulan yang lalu, kami memutuskan untuk mengadakan semacam napak tilas di Kali Kuning. Ya jelas, kami tidak mungkin napak tilas di villa tersebut, mahal untuk para mahasiswa paruh baya ini.

Setelah mencari kontak teman lama, akhirnya hampir semua orang bisa dicari dan didapat indikator keberadaannya, berikut ini daftar keberadaan mereka :

  1. Ari Wibowo ==> Akuntansi STAN
  2. Ismail Sunni ==> Teknik Informatika ITB
  3. Mathias Mahendra ==> Manajemen FEB UGM
  4. Novarina Intan==> Teknik Kimia UGM
  5. Dianing Pratiwi Wibowo ==> Pendidikan Dokter UGM
  6. Herwandhani Putri==> Farmasi UGM
  7. Muhammad Ammar Wibisono ==> Elektro Telekomuikasi ITB
  8. Listiarso Wastuargo (Gogo) ==> Teknik Informatika ITB
  9. Ricko Caesar Putra ==> Teknik Telekomunikasi, ITT Telkom
  10. Fauzanachmad Maliki ==> Pendidikan Dokter UGM
  11. Yessy Martha Sari ==> Pendidikan Dokter UGM
  12. Bagus Hidayah Putra ==> Teknik Industri UGM
  13. Sophia Peduk ==> Teknik Kimia UPN
  14. Ageng Mufti Syafii Hakim ==> Biologi ITB
  15. Caroline Radityarini Kusumaningrum ==> Pendidikan Dokter UGM
  16. Anggrit Dewangkara Yudha Pinangkis ==> Elektro Telekomuikasi ITB
  17. Yosua Michael Maranatha ==> NTU bagian math (kata Gogo)
  18. Wahyu Nur Saputra ==> Teknik Telekomunikasi ITT Telkom
  19. Alina Hasna Rasyanti ==> Teknik Industri UGM
  20. Aishah Prastowo ==> Teknik Fisika UGM
  21. Herni Astuti ==> Akuntansi STAN
  22. Hizbullah Abdul Jabbar (Ibung) ==> Elektro Telekomuikasi ITB
  23. Lina Lestari ==> sudah bekerja (kata temennya temennya temenku)
  24. Merida –> Kedokteran UNS
  25. Esmining Mitarum ==> Teknik Elektro UGM
  26. Sandra Forestyana ==> Arsitektur UGM
  27. Anas Rabbani ==> Biologi UGM

Nah, itulah keberadaan mereka sekarang. Rata-rata memang masih dekat, kecuali si Yosua yang nelonong ke NTU.

Namun, dari ke-27 orang tadi, tidak semuanya bisa menghadiri napak tilas. Ada yang sudah kuliah, ada yang sedang sakit, ada yang sudah ada agenda, dan lain-lain. Bisa dimaklumi lah ya. Jadi, yang datang ke napak tilas kemarin sebanyak 12 orang; Fauzan, Aning, Alina, Mita, Sophia, Wahyu, Ricko, Gogo, Ibung, Syeh Mufti, Bagus, dan saya sendiri.

Harusnya, secara idealnya, kumpul di Tugu Teknik (Sebuah tugu yang berada di dekat fakultas teknik, ada kubus yang beririsan, mirip yang ada di Gerbang Ganesha) pukul 09.00. Namun, sudah bisa dimaklumi dan sudah natural sekali jika kami baru bisa berangkat pukul 10an. Ndak papa…

Kami memutuskan untuk pergi ke Kaliurang. Beberapa menggunakan motor pribadi, dan ada juga yang nebeng di mobil Fauzan. Untung saya tidak nebeng. Soalnya, ternyata, dibalik jenggotnya, Fauzan punya bakat membalap layaknya Michael Schumacher (ejaan benar gak ya ?). Masak, start sama, eh, mobil nya sampai di lokasi lebih dulu. Padahal kondisi jalan lumayan macet. Efeknya, si Sophia mabuk, Alina dan Aning juga. Kalau gak salah ingat.

Kemudian, kami parkir di sekitar Kali Urang. Kemudian, berjalan menyusuri jalan raya, menuju Villa Eden. Jelas, tidak ada niat masuk apalagi nyewa, mana ada ongkos. Yah, sekadar menengok saja.

Kami singgah sebentar di Masjid tempat dulu biasa Sholat Jumat. Menjamak Dhuhur dan Ashar. Kemudian melajutkan perjalanan. Menyusuri jalan, menggilai salakan anjing lontong. Masih hidup saja itu anjing. Lanjut gan… Menapaki jalan yang licin, kemudian mulai masuk ke wilayah yang masih asri. Cukup lama perjalanan. Sampai akhirnya ketemu goa. Sebenarnya, ada jalan lain yang tanpa melewati goa ini. Namun, itu mengharuskan kami untuk naik bukit. Ibarat kata, goa ini terowongan di bawah bukit.

Menurut saya, goa ini bertipe botol sirup lebaran. Mengingat bentuknya yang sempit di pintu masuk, dan melebar di bagiang ujungnya. Sangat sempit. Nampaknya, telah terjadi erosi tanah, sehingga tanah mulai menutupi pintu goa. Namun, masih bisa dilewati orang. Yah, ternyata, saya baru sadar, tidak semua dari 12 orang yang ikut napak tilas ini, dulu ikut menjelajah. Jadi, bagi yang belum pernah merasakan sensasi masuk ke gua ini, pasti berfikir ulang untuk melaksanakannya. Termasuk para ladies dan Wahyu (ketua napak tilas). Yah, akhirnya, setelah dipaksa dengan bujukan maut, mau juga.

Sekadar info saja, jika Anda berminat untuk mencoba gua ini, pastikan, saat memasuki gua, Anda bisa merangkak, atau jika perlu merayap. Demi keamanan dan kenyamanan kepala Anda. Jika masih ngotot, tinggal saja kepala Anda di luar atau dibawa tapi nyangkut di langit-langit gua. Oh iya, gua nya gelap. Tidak ada obor atau lampu neon.

Duh, kok sudah panjang saja ini tulisan… Nampaknya, perlu ditunda dulu. Semoga saya sempat menyelesaikannya. Maklum, laptop saya lagi sakit, diopname minimal 5 hari. Semoga, nanti syeh Mufti sudah bisa mengeluarkan fatwanya tentang foto-foto yang kami ambil di lokasi, agar bisa saya pajang di sini. Dan, biar yang tidak ikut ngiri terus minta diadain napak tilas lagi. HAHAHAHAHA….

Iklan

19 comments

  1. eh trus, siapa tuh yang katamu akhirnya satu SMA dan bahkan satu jurusan sama kamu??
    eniwei, nama villanya villa eden…apakah seperti surga tempatnya?hehehehehe

    • “ada yang masuk SMA yang sama, kuliah di universitas yang sama, bahkan jurusan yang sama”
      maksudnya, ada yang satu SMA, tapi bukan aku.
      Kalo yang satu jurusan, bisa dilihat, Gogo.
      Kebanyakan, kalau gak SMA 3 Jogja, ya SMA 1 Jogja…
      ada yang ke TN satu juga…
      Gak seindah surga, tapi cukup indah untuk dikenang… wow….

  2. wahaaaa 2004, kakak *angkatan* saya…. satu hal yang menjadi warisan kakak angkatan ini adalah: tiap tahun (nggak tahun mulai 2009) selalu ada anak DIY pindah ke jateng, hiks (nyindir :p)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s