Kali Kuning… (part 2…)

Akhirnya, setelah masuk lembaga sensor dari syeh Mufti, foto-foto dokumentasi dari napak tilas kontingen OSN SMP DIY 2004 bisa menjadi konsumsi publik. Berikut buktinya :

Aning mbrangkang
Aning mbrangkang

Itu saat kami menerobos gua botol sirup menuju Kali Kuning. Butuh sedikit kemampuan mbrangkang.

Gua
Gua

Itu gua difoto dari mulut gua yang lebih gede.

Menyusuri Sungai
Menyusuri Sungai

Bisa dilihat, itulah Kali Kuning, tempat dulu kami biasa kekeceh. 6 tahun lalu.

IF ITB
IF ITB

Kalo gak salah, ini pas Gogo menyinggung masalah Grafika… (mendewa…)

Wahyu ber-"dakwah"
Wahyu ber-"dakwah"

Wahyu : kalian jangan lupa menabung….

Bagus : nggih syeh…

Ricko : (dalam hati) Jadi, selama ini saya salah jalan

Ibung : oh, ngono tho mbah? Tapi, aku ngelih mbah

Yang rada serius nih, jadi kumpul-kumpul kali ini, ada 2 tujuan (menurut Syeh WNS).  Pertama, silaturahmi. Jelas lah ya, udah 6 tahun gak ketemu. (okelah, gak semua gak pernah ketemu). Banyak perubahan (mungkin). Misal, Gogo yang jadi setinggi tiang listrik, padahal dulu sekaliber sama saya. Si Fauzan yang udah jenggotan dan jago ngebut . Si Mufti yang sudah jadi Syeh dan mampu makan daun. Sophia yang “mbuh, pangling aku”. Terus, lupa sapa lagi yang kena transformasi.

Yang ke dua, masih kata Syeh WNS, mau dibuat semacam aliansi menuju kedamaian (duh apa pula ini). Maksudnya, dibuat semacam kumpulan manusia untuk bersatu demi memajukan bangsa ini (idealnya). Yah, kan kebetulan, kami berasal dari anak-anak yang berlatar belakang ilmu pasti, dan kebetulan sekarang juga masih berada di jalur itu.Mungkin, selain Hendra. Harapannya, nanti, bisa bikin apa gitu, dengan ilmu yang kita miliki. Macam-macam jurusan lah. Kalau bahasa yang sering saya denger di kampus saya, berkolaborasi. Harapannya sih bisa. Gak sekadar wacana. Serahkan semua pada WNS dan ibung.

Siapa yang ngambil foto?
Siapa yang ngambil foto?
12 orang pas...
12 orang pas...

Berlatar belakang pohon pinus. Padahal kita ke Kali Kuning. Ngomong-ngomong, ini susah lho masang kameranya.

Math Squad
Math Squad

Paling banyak mapel yang datang, cuman kurang Yosua sama Lina…

Pulang...
Pulang...
Nyoba jalan lain...
Nyoba jalan lain...

Pas pulang, kita mencoba mencari jalan lain untuk keluar. Mencoba mengikuti penduduk setempat. Namun, tak terikuti.

Ada yang capek... Semua juga...
Ada yang capek... Semua juga...

Belum makan, capek, dingin…

Akhirnya, nemu jalan kebenaran
Akhirnya, nemu jalan kebenaran
Jalan raya, capek, lapar, ngantuk, dan adem
Jalan raya, capek, lapar, ngantuk, dan adem

Habis ini, kami makan siang (sore mungkin) bareng di Muara Kapuas, di Jalan Kaliurang km sekian. Pas makan, hujan deres, jadi makin ngantuk. Untung pas di perjalanan, pas gak hujan. Oh, iya, kami juga punya uang kas lho. Dari iuran yang datang setelah dikurangi biaya opersional, saldo kami Rp 6.500,00.

PS : Yah, memang tidak ada yang spesial secara kasat mata. Namun, kumpul-kumpul seperti inilah yang spesial. Sapa tahu, 20 tahun lagi udah ada yang jadi buronan. Maksudnya, seorang yang sukses nan sibuk dan susah dicari.

PPS :Sampai jumpa lagi, moga-moga napak tilas selanjutnya di Hotel Mutiara, Pekanbaru. Kamar 805 (Kamarnya Gogo kalau gak salah). Atau napak tilas transit di Bandara Soekarno Hatta? Apapun lah, asal jangan ketlindes lagi.

sumber foto

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s