UTS = Ujian Tanpa Sendal

Akhirnya, secara umum, pekan UTS di ITB sudah selesai. Minimal untuk saya dan beberapa orang lainnya. Ada cerita tentang UTS kali ini? Tentu ada. Tapi saya ndak akan membahas jawaban soal-soal UTS lah ya… Selalu ada sisi lain di setiap kejadian. Dan saya kebetulan memandangnya.

Sesuai judul, saya hubungkan dengan sandal. Kenapa sandal ? Yah, kebetulan, saya mengikuti ujian yang kebetulan, si pengawas nya pakai sendal. Bukan hal aneh memang. Jika dia bukan berperan sebagai pengawas. Secara teori, pengawas kan membantu ITB sebuah institut berbadan hukum (masih kan ya?), yang tahu tata krama. Dan, memang, ada peraturan yang mewajibkan mahasiswa memakai pakaian yang sesuai. Jadi, harusnya, di sini, pengawas adalah sebagai representasi ITB itu sendiri. Karena, UTS ini milik ITB. Entah kenapa, saya juga tidak mengerti, kenapa beliau ini memakai sendal.

Kalau peserta, saya juga melihat, tapi lebih bisa dimasukan akal daripada tingkah sang pengawas. Saya tidak bohong kok. Berikut buktinya :

Pengawas Bersandal
Pengawas Bersandal

Kalau kurang jelas,

Sandal
Sandal

Saya sendiri, tidak meminta ijin untuk mengambil foto ini. Yah, butuh sedikit trik, nyali, serta niat. Saya juga mikir, kok ya sempet-sempetnya saya ngambil foto ini. Wew. Lokasi dan Waktu kejadian, sebut saja di salah satu gedung di kampus ITB, saat masa UTS.

Kembali ke diri saya sendiri. Saya, mengakui, bahwa sering kali meng-ngampus dengan menggunakan sandal. Tidak jarang hal ini terjadi saat kuliah. Namun, mulai tingkat 2, hobi ini menurun drastis. Sudah mulai sadar dan mulai dewasa (wew…). Gak sopan dan gak enak saja lah, masak ke labtek V memakai sandal, terus ketemu dosen. Ndak etis saja. Padahal, sandal itu nyaman lho. Fleksibel. Apalagi pas mau sholat. Makanya, saya bersyukur di mushola-mushola labtek V ini banyak sandal untuk wudhu. Dan, kadang-kadang saya pinjam untuk sholat Jumat.

Q : Jadi, pas TPB sering pakai sandal dong Sun ? (Tiba-tiba ada yang nyeletuk)

A : Susah untuk dikatakan tidak. Nampaknya, hampir semua mata kuliah, pernah saya sandali. Selain praktikum Fidas dan Kidas tentunya.

Q : Pernah ketahuan ?

A : secara eksplisit belum. Kan ada kemungkinan, dosennya mengetahui, tapi tidak menegur atau apa gitu.

Q : Ada pengalaman yang bisa dibagi kepada kami ?

A : Dulu, pas TPB, pas mata kuliah Kalkulus, dengan di-dosen-i oleh salah satu dosen yang mendewa (menurut saya), saya mengalami hal ini. Jadi, kan saya sudah hafal perilaku dosen ini. Bisa dibilang, datang tepat waktu. Tepat waktu saya akan duduk, alias rada telat. (Walau sering telat, nampaknya kami sekelas, setuju bahwa beliau dosen yang paling mampu memahamkan). Karena tahu hal ini, dan sudah sering terbukti, saya kadang santai untuk masuk kuliahnya. Tapi, suatu saat, mungkin sedang anomali atau apa, beliau datang lebih dulu daripada mahasiswa yang secara statistik suka telat, saya. Nah, sialnya pula, saya hari itu memakai sandal. Dan, sialnya pula, pas saya masuk, sedang ada soal yang nampaknya memang sudah diplot untuk dikerjakan mahasiswa.

Mungkin sudah tahu ke arah mana cerita saya. Yak, benar, saya disuruh maju. Waduh. Cilaka. Kalau maju ndak pakai sepatu, bisa diceraiberaikan tubuh saya ini di depan mahasiswa lain. Maklum, dosen saya ini hampir hafal semua mahasiswa di kelas saya. Termasuk saya tentunya. Dan sering berinteraksi yang cukup nyeleneh.

Untung, saya seorang Sunni. Ada ide dong. Pinjam sepatu teman. Dan, akhirnya, soal tidak selesai tapi saya aman. Berkilah bung…

Q : zzzz….

A : Oh, ada lagi. Jangan tidur dulu. Ini kejadian pas saya masih SMA. Tapi bukan di dunia sekolah. Melainkan di dunia huru-hara saya. Lomba. Agak memalukan sebenarnya. Jadi, tidak akan saya tulis sekarang. Harap tahu saja, tidak banyak orang di dunia ini yang tahu kejadian ini. Termasuk panitia lombanya. Kapan-kapan sajalah.

Akhir kata, sekali lagi, ini hanyalah ungkapan isi hati saya. Ndak bermaksud apa-apa. Apalagi menyinggung SARA dan memojokan orang per orang (sama dengan satu dong).

Iklan

16 comments

  1. wew… hore banget kuliah pake sendal..
    aku yo gelem sun… tapi ga duwe nyali..

    nek telat dan suka tidur di kelas, itu sering sekali
    wes level rodo parah
    sampe disindir dosen,
    “mahasiswa makin tua makin males”
    euw

  2. nggonku kok makin tua makin bersandal yo?
    tur aku durung tau ah, ra afdhol je
    kecuali nek asistensi po ngelab pokoke nek raono kuliah

    anw, foto ke 2 close up tenan, wedyan!

    • sak jane, nggonku juga koyo ngono… Tur aku kakean mangkal nang lab… akeh dosen, ra enak nek ra nggo sepatu… tur ono dosen sing sensitif dengan sandal…

      tapi, untunge, ono sing jenenge sandal mushola lab…. iso dinggo…. pura-pura meh wudhu…

      kelebihan kamera HP dibanding SLR atau semacamnya, gak ketahuan kalo lagi ngambil foto, dikira lagi sms… hahaha…

  3. pernah ditawari mita sama rima to?
    ikutan sama mita aja… heboh hore wis..
    iso turu ning kelas… :p

    aku sendalan kok kalo ke kampus, tapi malem
    pas nge-lab atau training opolah… =))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s