Googling, Nge-Bing, and Facebooking a.k.a. Stalking

Sekadar tulisan pengisi waktu luang (anggap saja, sejenak melupakan tugas kuliah).

Di jurusan saya, banyak diberikan tugas yang dianalogikan sebagai tidak lagi sebagai orang yang diberi kail untuk mencari ikan, tetapi, orang yang tidak bisa berenang, dicemplungin ke kapal atau sekoci, ditaruh di tengah lautan, disuruh nangkap Paus. Okelah, memang rada lebay kalimat terakhir ini.

Tapi, untungnya, di kapal itu, kami diberikan sebuah makhluk semacam DORAEMON yang mampu memberikan jawaban atas pertanyaan kami. Hal ini lah yang biasa disebut sebagai mesin pencari alias search engine. Dari search engine ini lah, kami berusaha mencari tahu, bagaimana cara membuat alat penangkap paus, cara berenang, cara bertahan hidup dari liarnya alam di lautan. Namun, dengan sistem seperti ini, kami dilatih untuk bisa survive tanpa panduan yang terstruktur, layaknya modul praktikum fisika dasar atau kimia dasar saat saya tingkat pertama. Minimal, ndak cuma saya yang mengatakan dan berpendapat hal yang sama. Anggap saja menghibur diri.

Oke, lalu muncul istilah “Please Googling Before Asking“. Ya, sudah jelas, intinya, kita disuruh bertanya ke DORAEMON tadi apa yang kita butuhkan, baru boleh bertanya ke dewa-dewa. Karena hal inilah, saya males bertanya.

Sekian lama, mesin pencari Google sangat mendewa. Tidak ada saingannya. Bahkan, si “googling” menjadi sebuah kata kerja baru. Dan, hal ini merupakan promosi gratis yang diperoleh Google. Namun, beberapa waktu terakhir, muncul lah saingan si Mbah Google, namanya Bing. Ada juga yang menyebutnya Om Bing. Suatu mesin pencari juga, dari Microsoft (ada juga yang menyebutnya Mi K***K, maaf). Lalu, para pemuja dan penganut ajaran si Microsoft ini memunculkan istilah baru, Nge-Bing, saningan dari si googling tadi. Yah, seperti itulah kira-kira ceritanya. Percaya tidak percaya, silahkan saja….

Lalu, ada juga istilah yang mulai sering muncul, stalking. Yang kurang lebih seperti ini

Stalking is a term commonly used to refer to unwanted, obsessive attention by individuals (and sometimes groups of people) to others.”

Mungkin, mirip dengan fungsi Google atau Bing tadi. Tapi, stalking lebih mengarah ke informasi (pribadi) yang dimiliki oleh seseorang, misal tanggal lahir, pendidikan, keluarga, skill, dan lain-lain. Yah, mungkin, para stalker ini malu untuk menanyakan secara langsung. Jadi ya secara diam-diam saja.

Dan, walaupun Google dan Bing adalah Raja dan Patih dari mesin pencari, namun, ada benda lain yang sangat efektif untuk melakukan stalking. Benda itu adalah Facebook. Asal si beliau yang kita ingin stalking-kan mempunyai akun di FB, gampanglah sudah usaha untuk stalking ini.

Entah mengenai hukum stalking ini, entah haram, halal, mubah, disamakan, diakui, atau terdaftar. Saya ndak mau ikut-ikutan. Hanya menulis apa yan ada di fikiran saya saja mengenai fenomena ini. Yah, internet memang telah mengubah hidup umat manusia. Teringat kata-kata di film The Social Network,

We lived in farms, then we lived in cities, and now we’re gonna live on the internet!

Tapi, somehow, facebooking belum mampu menjadi kata kerja baru di dunia perkataan.

PS : Hanya pendapat saja…

Iklan

7 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s