Butterfly Effect

It has been said that as small as the flutter of butterfly’s wing can ultimately cause a typhoon halfway around the world – Chaos Theory

Does the flap of a butterfly’s wings in Brazil set off a tornado in Texas?

Begitulah kurang lebih “Butterfly Effect” atau “Efek Kupu-kupu” sering kali terdengar. Intinya, sedikit perubahan kecil saja, bisa membuat perubahan yang masif di tempat lain, atau mungkin di masa lain.

Untuk lebih mudahnya, bayangkan saja busur derajat. Pada saat ada di dekat titik pusat, pergeseran yang terjadi untuk sekian derajat, tidak terlalu signifikan. Namun, saat makin jauh, makin signifikan lah pergeseran itu.

Saya ndak mau berbicara mengenai teorinya. Saya lebih ingin berbagi tentang realitas atau ada gak sih butterfly effect ini di kehidupan kita.

Logo IRK (jaman dulu)
Logo IRK (jaman dulu), ada kupu-kupunya lho

Saya sendiri cenderung setuju. Maksudnya, memang benar, ada hal-hal kecil yang bisa membuat perbedaan atau pengaruh besar di masa depan. Beberapa hari lalu, saya menemukan video mengenai hal ini. Tapi, dalam dunia sepakbola. Misalnya, bayangkan apabila Zidane tidak menanduk Materazzi di final Piala Dunia 2006, mungkin Perancis jadi juara dan Zidane akan menutup karirnya sebagai pahlawan. Atau, bagaimana seandainya manajemen MU tidak sabar, saat Alex Ferguson masih gagal dalam melatih MU di 4 tahun pertamanya. Mungkin, tidak akan tercipat dinasti MU yang sangat luar biasa. Atau, saat Luiz Suarez menghalau bola di depan gawang saat Uruguay melawan Ghana di Piala Dunia 2010. Ada lagi, Robberto Baggio saat adu penalti di final Piala Dunia 1994, John Terry gagal penalti di final Liga Champions, Messi saat pindah ke Barcelona, Rossi saat menjadi pahlawan Italia di Piala Dunia 1986, letusan gunung Eyjafallajoekull yang memaksa Barcelona naik bus dari Spanyol ke Italia, dan seterusnya.

 

Berikut video nya.

Mungkin, jika diingat-ingat lagi, setiap orang memiliki butterfly effect ini di kehidupan mereka. Saya sendiri punya.

Suatu kali, saya mengikuti suatu lomba, di saat saya harusnya pergi berkemah (Pramuka, dan saya ketua regunya). Saya ditunjuk ikut lomba, bukan karena seleksi atau apa, tapi sekadar tunjuk saja. Ndak tahu alasannya apa. Saya pun pergi. Dan, karena niat awal adalah kemah, saya ndak ada persiapan. Bahkan, tidak membawa alat tulis sama sekali. Dan lontongnya, yang mengantar pun tidak membawa alat tulis. Dulu, saya masih pemalu kepada orang yang belum dikenal. Nah, karena kepepet, saya terpaksa minjem alat tulis ke seorang peserta lain yang kebetulan duduk di samping saya. Untung dikasih pinjem. Malu juga sih, apalagi yang dipinjem anak perempuan. Hadeuh. Akhirnya, saya bisa jalan lombanya. Dan, pas sampai di tempat perkemahan, terkejut. Kok tenda nya bisa berdiri ya ? Maklum, anggota saya lontong semua. Regu lontong sih.

Dari minjem pulpen itu, saya bisa menelusuri sebuah path atau jalur yang mungkin tidak akan pernah saya sesali. Bertemu dengan banyak sahabat yang mendewa, dapat pengalaman macam-macam. Dan mungkin, saya masuk ITB pun gara-gara minjem pulpen itu.

Ndak kebayang, jikalau saya tidak meminjam pulpen itu.

Sedikit hikmah yang bisa diambil dari butterfly effect ini adalah :

  1. Saat memilih, lakukan dengan hati-hati. Tidak ada yang bisa memastikan apa yang terjadi di masa depan.
  2. Jangan sepelekan hal kecil, apalagi hal besar.
  3. Pandai-pandailah bersyukur, segala sesuatu yang besar, bisa saja hilang dengan kejadian yang sepele
  4. Seandainya terjadi musibah, anggap saja, “Tidak berani minjam pulpen”

Selain itu, coba baca surat Al Zalzalah 7-8,

7. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, dia akan melihat (balasan)nya.

Terdengar familiar ?

Siapa tahu, hanya dengan sedikit infaq saat Sholat Jumat, anda memperoleh hadiah mobil Ferrari. Atau, siapa tahu, hanya dengan salah kirim sms, bisa ketemu jodoh. Yang pasti, kebaikan dibalas kebaikan, dan sebaliknya. Kembali ke niat.

PS : “Jangan lupa minjem pulpen”

NB : IRK = Ilmu Rekayasa Komputasi, nama sebuah “lab”, tempat saya sering berbincang-bincang.

Iklan

8 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s