Pameungpeuk, Pantai Pribadi ?

prolog : mungkin banyak kesoktahuan saya di dalam tulisan ini

Liburan kali benar-benar hebat, diakhiri dengan wisata dadakan bersama teman seangkatan di asrama, SATPAM. Hari Rabu siang, kami kumpul, langsung bikin rencana buat jalan-jalan ke Pameungpeuk yang mengalahkan Dufan(biaya mahal), Taman Safari (mahal juga), dan beberapa alternatif lain. Kami berencana berangkat hari Kamis dini hari, jam 2 pagi. Hal ini disebabkan rute yang akan ditempuh sangat rawan, tidak ada rumah penduduk, marka jalan, gelap juga. Ada jalan longsor pula. Makanya, disarankan untuk tiba di daerah yang rawan ini pas pagi hari. Kami sempat sarapan di sekitar kebun teh.

Sarapan
Sarapan
Pemandangan Sarapan
Pemandangan Sarapan

Kami sarapan dengan diselimuti udara dingin. Sangat dingin. Apalagi kalau ada angin lewat. Wuss…

Setelah sarapan, kami melanjutkan perjalanan. Cukup jauh ternyata. Dan lontongnya, jalanannya relatif menanjak. Sempat kami berfikir, jangan-jangan, bukan pantai, tapi tebing. Saking ndak tahu jalannya, kami sempat mengikuti angkot.

Namun, untungnya, yang kami khawatirkan, bahwa jurang, tidak nyata, setelah kami melihat air laut dari kejauhan. Dan, TARA… Kami sampai juga di bibir pantai. Sepi sekali…

Pantai 1
Pantai 1
Lompat !!!
Lompat !!!
Di semacam "baywatch"
Di semacam "baywatch"

Namun, pantai yang kami kunjungi ini tiadk terlalu nyaman untuk bermain-main. Hal ini dikarenakan tidak terlalu luas, dan bibir pantai nya berupa karang. Akhirnya, kami memutuskan untuk bertanya. Dan, dikasih tahu bahwa kalau di sebelah timur, ada pantai yang lebih cocok untuk main-main. Dan kami pun kesana.

Dan, benar saja. Mendewa pantai ini. Mirip Pantai Siung yang saya kunjungi beberapa pekan yang lalu, namun dengan ombak yang tidak terlalu besar karena sudah pecah di tengah, jauh lebih sepi, dan lebih wonderful.

Pameungpeuk ?
Pameungpeuk ?
Pameungpeuk ?
Pameungpeuk ?
Pameungpeuk ?
Pameungpeuk ?
Pameungpeuk ?
Pameungpeuk ?
Seru
Seru

Pas foto ini, seru parah. Walaupun sekadar kena arus yang lemah parah. Hahaha…

Nyari Ikan dan Kepiting
Nyari Ikan dan Kepiting

Konon, di Pameungpeuk ini kita bisa nangkap ikan atau kepiting, tapi kok kami cuman nemu yang kecil-kecil. Mana susah pula ditangkap.

Pinggir Pantai
Pinggir Pantai
Pasca nyemplung
Pasca nyemplung

Banyak hal kami lakukan di sana. Main bola, main go back through the door (gobak sodor), mencoba nangkap ikan dan kepiting, main air, dan banyak hal lainnya. Seneng lah. Dan, cuman kami yang ada di pantai tersebut. Wow lah.

Setelah mandi, dan foto-foto kami pulang. Di perjalanan pulang, kami mampir di Cipanas, buat mandi air panas. Lumayan, buat mengendorkan otot.

Cukup menyegarkan. Walau saya ndak bisa berenang. Dan akhirnya, kami pulang ke asrama.

Lesson learned : Bawa bekal lebih banyak, dengan sepinya pantai, yang jual makanan juga jarang. Bawa baju ganti. Bawa kamera. Bawa bola. Bawa tikar. Bawa teman, soalnya mau ngapain kalau sendiri.

Dan saya, masih ndak yakin pantai yang kami kunjungi ini bernama Pameungpeuk. Apapun namanya, pantai ini sangat wow. Dan bisa memberikan akhir liburan yang mendewa.

Anda perlu mencobanya kayaknya.

Iklan

8 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s