What people (mathletes) think when ironing clothes ?

Saya saat ini kuliah di Bandung, jauh dari keluarga di Yogyakarta. Jadi, beberapa hal harus dan dengan sadar saya lakukan sendiri. Salah satunya, adalah menyeterika baju. Sedikit info saja, ketika saya menyetrika baju, saya sambil mendengarkan musik, sehingga, otak saya nganggur. Dan, pikiran pun melayang…

Tebak, apa yang saya pikirkan saat itu ?

Entah mengapa, yang kepikiran adalah sesuatu yang rada matematis, yakni garis sumbu.

Garis Sumbu Baju
Garis Sumbu Baju

Yang saya tandai dengan warna kuning adalah kira-kira letak si garis sumbunya. Garis sumbu ini, menurut saya, berfungsi untuk melipat baju agar nantinya, pas di simpan di lemari, jadi simetris, dan memukau.

Namun, pada praktiknya, saya kesulitan mencari lokasi si garis sumbu ini. Soalnya, syaratnya ada 2, yakni musti tegak lurus dengan batas bawah baju, dan musti membagi dua batas tersebut.

Kesalahan saya, biasanya, tidak tegak lurus, sehingga, walaupun di bawah sudah membagi dua, namun di bagian atas baju, menceng. Dan, ini yang biasanya membuat saya lama dalam menyetrika baju. Maklum, rada perfeksionis kalau dalam hal garis menggaris. Bahkan, bisa mencapai 2 lagu per bajunya.

Memang sih, rada tidak berguna. Kenapa juga musti simetris segala ? Tapi, karena saya seorang mathlete, ya wajar-wajar saja. Bahkan, saya juga sempat terbersit untuk menggunakan penggaris dan jangka. Namun,karena tidak ada jangka, dan penggaris tidak terkalibrasi dengan baik, serta males, ya sudah… Soalnya, saya baru bisa membuat garis-garis bantu di geometri ini pas SMA kelas 2, diajarin teman saya, Zulkarnaen.

Tapi, saya juga kepikiran, bagaimana cara mencari si garis sumbu tadi dengan pencitraan. Jadi, tinggal mengarahkan kamera ke baju, dan kemudian, muncul sebuah garis virtual di layar komputer, dan jrengg… Ketemu lah si garis sumbu. Ini dari sisi informatika saya. Kayaknya cukup bisa membantu jika diimpelementasikan aplikasinya. Namun, mengingat kripto, progin, IB, IMK, dan kawan-kawannya, ide ini musti dipendam dulu.

Mungkin, ada cara lebih sederhana selain dengan ng-freak di atas ? Mohon kasih tahu saya..

Contoh gagal nyari garis sumbu :

Baju Assimetris
Baju Assimetris

Lihat, yang saya lingkari tidak konkruen.

PS : rada gak penting sih, tapi kepikiran terus, jadi ya saya curahkan.

NB : mathletes : sebutan anak-anak pelatnas IMO sebelum tahun 2007. Pas saya ikut, sudah gak disebut mathlete lagi, walaupun beberapa sesepuh yang mendewa, masih ikut. Tapi, gara-gara ndak bikin jaket atau kaos, hilanglah. Yah, walaupun saya tidak pernah lolos IMO, tapi nampaknya, istilah mathlete enak di hati. Saya juga masukin glosary kok.

Iklan

8 comments

  1. oalaaaah kurang gawean tenan koncoku…
    tp oke sun, dunia ini memang butuh orang2 kurang gawean (atau yang sebenarnya banyak gawean tapi berlagak seolah kurang gawean) yang mencurahkan hal hal semacam kui neng blog.
    hahahaaaa…

      • kenopo ora klambimu mbok lempit dadi 2 sik, dipaske njuk disetliko… tada… ketemulah garis sumbune…
        kerugiane, pas mbok nggo, ono garise neng tengah
        tapi itu bisa jadi cara menunjukkan pada dunia bahwa “saya mathlete dan saya peduli pada garis sumbu”
        hahahahaaa

      • haha yo oralah. aku justru menghindari garis-garis sumbu.. aku ono mbak sik nyetrikake sih tapi misale aku meh nganggo krudung, taksetriko meneh ben garise ilang.. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s