Banyak Tahu, Belum Tentu Menyenangkan

Tulisan ini saya persembahkan untuk perut saya yang sedang menderita, mungkin diare. Sudah berobat sih, tapi baru tadi pagi. Entah apa musababnya.

Masih berhubungan dengan diare. Saya termasuk orang yang haus akan hal-hal aneh, unik, apalagi menyangkut diri saya. Banyak ilmu-ilmu ndak jelas yang saya tahu. Bahkan fakta-fakta yang (mungkin) ndak penting sama sekali. Misal, mata uang Portugal itu Escudo. (Tapi yang ini pernah berguna buat menang kuis waktu SMP).

Nah, dari sini, mengingat saya lagi diare, saya juga pengen tahu apa itu diare. Maklum pas jaman masih sekolah, males belajar mengenai penyakit-penyakit itu. Bahkan, saya baru tahu nama virus cacar saat kena cacar. Tepatnya, hari terakhir UAS kelas 2 SMA, pas mau ujian Sosiologi.

Saya akhirnya mencari tahu, yang ada hubugannya mengenai diare ini. Mulai dari nanya ke teman-teman yang kuliah di kedokteran, hingga ke mbah Google. Saat nanya ke teman, jelas tidak semua informasi diberikan. Tapi, saat nyari di Google, kok malah jadi takut sendiri. Ternyata oh ternyata, diare bisa bikin kita mati. Waduh…

Memang, tahu banyak hal itu bagus, tapi kadang tidak menyenangkan. Seperti saat ini. Masak iya, dfjnfsn aei[QPNCASIisdsni. (terenkripsi secara random).

Contoh lain yang tidak menyenangkan adalah, misal mau nonton film, tapi sudah dikasih tahu endingnya. Jelas bikin ndak seru nontonnya. Atau, nonton pertandingan bola, yang kita sudah tahu hasilnya, males parah. Bahkan, saya cenderung males ikut ujian, dimana saya sudah tahu pertanyaan apa saja yang bakal diajukan. Ndak ada sensasinya. Ndak mendidik juga artinya.

Ada juga kasus, ngerjain tugas, yang perlu explore, terus, tiba-tiba ada orang yang ngasih hint tanpa kita setujui. Jadi ndak seru kan ?

Hal yang paling gila adalah, ketika kita tahu masa depan kita. Banyak orang berfikir dengan tahu masa depan, akan menyenangkan. Saya rasa tidak. Hidup ini terasa nikmat jika kita belum tahu takdir kita. Jadi, ada yang dinamakan semangat. Bayangkan, anda ikut pertandingan bola, dan anda sudah tahu kalau bakal kalah. Jadi, apa gunanya main ? Atau sebaliknya, jika sudah tahu akan menang, ngapain latihan ?

Atau mungkin tentang jodoh. Kalau tahu, terus kenapa ? Nanti ndak ada yang namanya sinetron, iya gak ?

Terakhir, jangan percaya ramalan bintang. Kalau menurut saya sih, itu hanya hasil induksi dari beberapa pola. Namun, tidak berarti selalu begitu. Ingat, tidak ada bukti valid dengan memasukkan nilai ke variabel sebanyak mungkin. Ini ilmiah lho penyangkalnya.

Oh iya, judul di atas jangan disalah artikan, dengan menganggap tahu banyak hal tidak menyenangkan lho. Buktinya, ada yang namanya gosip.

PS : semoga diare ini lekas hilang… Jangan sampai Anda terkena diare juga ya…

Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s