Fail…

Yak, judulnya fail. Secara umum, artinya gagal. Apanya yang gagal ? Ada deh…

Ndak kok, beberapa hari terakhir ini, sering ngomong, “fail” saja. Biasanya, muncul saat ngeliat sesuatu yang berjalan gak beres dan gak seharusnya. Misal, mengerjakan makalah Kriptografi setelah tugas Steganografi KI (Tulisan sebelum ini). Saya baru nyadar, setelah disadarkan, kalau tugas steganografi itu “yang penting ada”, sementara makalah Kriptgrafi, adalah pengganti nilai UTS. Dan fail-nya, saya memilih untuk menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengerjakan tugas steganografi, dengan mencari-cari istilah atau kata-kata unik. Fail kali itu, saya alamatkan pada munculnya sifat perfeksionis saya (cari alibi ini ceritanya). Dan, ternyata, belum ada yang bisa menebak apa jawaban steganografi saya. Zzzz…. Okelah, kalau ada yang bisa, saya traktir nasi kuning di Lab IRK. Asal, ngasih jawaban sebelum saya pajang jawabannya di blog ini juga. Mungkin hari Selasa, 29 Maret 2011.

Fail lain adalah, saya meng-upgrade browser saya, menjadi Firefox 4.0. Lhoh, kan lebih baru, lebih bagus dong… Bukan masalah bagus atau enggaknya, yang jadi masalah adalah, ada beberapa add on yang gak jalan di Forefox baru ini. Misal saja, foobar (add on buat nyatuin bagian search sama bagian alamat web), add on buat Internet Download Manager lama (IDM baru compatible, tapi sayangnya, IDM saya versi lama, dan belum punya yang baru). Untung nemu add on pengganti foobar, si omni, tapi yang IDM belum.

Oh iya, komentar buat FF4 (Firefox 4) : Mirip sama opera kayaknya.

another Fail : KP saya gimana… Susah ngirim surat ke Pertamina, sudah saya cek di web kantor pos, dan sudah diterima oleh salah seorang karyawan di sana, tapi belum juga ada kabar. Udah nelpon GMnya, katanya belum sampai ke tangannya. Fail….

Fail lain : kena seleksi alam… Hiks… Intinya, ada lomba yang mau saya ikuti semester ini, sudah masuk target Mata Musafir pula. Eh, gara-gara deadline yang menggila, ndak kuat. Terseleksi oleh alam lah.

Fail juga : gaji asisten. Sebenarnya, gak terlalu merhatiin sih. Tapi, gara-gara asisten lain merhatiin, jadi terbawa arus. He… Intinya, belum cair. Tapi, kabar terakhir, sudah disuruh mengumpulkan nomer rekening. Yang artinya : segera cari, atau bisa juga dirapel tehun depan. FAIL…

Sebenarnya, masih ada lagi fail-fail yang lain. Namun, saya rasa cukup nulis segini saja. Biar produktif lah.

Oh iya, tadi, pas Jumatan di Masjid Salman, khotibnya Pak Amien Rais. Ada sedikit yang saya ingat, salah satunya begini, kurang lebih tentunya  :

Cerita pak Amien saat ditanya wartawan, mengenai peran Indonesia di Libya.

Wartawan : Kenapa Indonesia tidak menjadi penengah di kisruh Libya ?

Pak Amien : Ngurus kisruh PSSI aja ndak bisa, mau ke negara orang.

Saya : (dalam hati tentunya) FAIL….

Kok jadi semacam curhat ya ? Ya sudah lah ya… Daripada fail lagi. Biar bisa dikenang.

Terakhir, saya sampaikan pada teman saya, Yudhistira, semoga sembuh. Dan untuk mas Heri Sutikno, selamat menempuh hidup baru. Maaf ndak bisa datang ke resepsinya.

Sudahlah, kembali produktif. Terakhir, salam FAIL…. Dan jangan lupa, jawab steganografi saya, nasi kuning IRK menunggu Anda.

NB : akhir-akhir ini saya kurang tidur parah.

Iklan

3 comments

    • @hendra : kromo inggil ? dari mana jal?
      @mas rahasia : iya, iya… seluruh asisten mengucapkan terima kasih… he…. diinisiasi juga dong, buat dinaikkan nominalnya… tambah satu digit saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s