Bangun tengah malam ?

Mungkin lebih tepat disebut, “terbangun tengah malam”, soalnya nggak sengaja. Kalau “bangun” kan cenderung sengaja.

Beberapa hari ini saya sering terbangun di tengah malam, termasuk ini juga. Mungkin ini gara-gara saya tidur terlalu cepat, habis Maghrib sudah tidur. Bukan karena apa-apa, tapi dengan hidung meler dan kepala minta ditemuin sama bantal, tidur jadi pilihan yang tepat. Dan, entah ilmiah atau tidak, kok rasanya puncak ke-tidak-enak-an badan ini terjadi saat transisi hari, misal sore dan pagi. Mungkin, gara-gara perubahan suhu udara yang agak drastis, CMIIW.

Lalu, saat terbangun, apa yang saya lakukan ? Berikut pilihannya :

  1. Sholat Isya. Gara-gara tidur setelah Maghrib, ada kemungkinan besar, saya belum sholat, jadi jelas pilihan utama adalah Sholat Isya. Kalau dulu, pas SMA, kadang-kadang diteruskan dengan sholat sunnah yang lain.
  2. Tidur lagi. Yah, ini pilihan paling logis nampaknya.
  3. Buka laptop, menugas. Yang ini, jelas didasari atas rasa tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab atas tidur lebih awal, yang berefek tugas tak terkerjakan. Trade off lah ya. Kalau besok (mungkin lebih tepat : nanti pagi) ada uijan, jelas buka laptop dan belajar. Kadang kala, atau sering kali, lebih efektif. Soalnya, jejaring sosial tidak terlalu ramai.
  4. Cek livescore. Ini yang saya lakukan ketika ingat tim favorit saya sedang ada pertandingan.
  5. Setel TV. Kalau ini, saya lakukan pas di rumah. Siapa tahu ada tayangan bola atau film apa gitu. Entah kapa terkahir kali saya melakukannya.
  6. Minum. Haus, itu pasti. Bahkan, iklan isotonik juga menyebutkan kalau tidur itu membuat kita kehilangan ion. Biasanya, saya memilih minum air hangat atau susu.
  7. Mematikan lampu. Kan, tadi ceritanya, saya ketiduran. Jadi, biasanya, lampu masih menyala. Dan, saya cenderung lebih suka tidur dalam kegelapan. Sesuai lagu-nya Tasya. Selain itu, ada sedikit ilmiahnya, kalau tidur dengan lampu, akan sedikit banyak membuat kita lebih capek, karena relatif lebih banyak rangsangan yang perlu direspon oleh tubuh, salah satunya cahaya. Jadi, lebih banyak buang energi. CMIIW.
  1. Buka HP, baca sms, balas sms, tidur lagi (opsional). Ini lumayan agak penting. Siapa tahu, saat tidur ada sms yang masuk, dan butuh balasan. Jadi ya dibalas. Tapi, kalau saya masih dalam kondisi setengah sadar, biasanya sms yang ditulis tidak karuan. Jadi, kalau menerima sms saya yang tidak karuan, ada kemungkinan sedang bangun tidur. Setelah balas sms, biasanya tidur lagu. Kecuali, kalau si sms itu benar-benar tujuannya membangunkan saya. Danke…
  2. Nge-blog. Konyol memang. Tapi, kadang-kadang hal ini tidak mengenal waktu. Termasuk saat ini. Entah kenapa, saya sangat suka sekali dengan kegiatan ini.
  3. Dan lain-lain.

Sebenarnya, saya hanya ingin menulis 7 saja, tapi kok malah keterusan. Ya sudah lah ya. Kalau Anda, ngapain saja kalau (ter)bangun tengah malam ?

Edited : sebenarnya, mau saya nomerin 7a, 7b, 7c, 7d, sesuai saran aish, tur kok susah. Males.

PS : Menurut saran teman saya, lebih baik tidur lebih awal, dan bangun lebih awal. Daripada tidur lebih akhir, dan bangun juga lebih akhir. Tapi, kalau tidur terlalu awal dan bangun terlalu awal ?

Iklan

7 comments

  1. tapi jarene luweh apik tangi sebelum matahari terbit
    selain kudu subuhan tur jarene luweh apik
    lali aku alasane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s