Bunga, Fibonacci, dan Pilihan

 

White Rose
White Rose

Di film-film, kadang kala ada seorang wanita yang sedang bingung dalam memutuskan sesuatu, kemudian dengan tersedu-sedu, me-mrithili (menggugurkan kelopak satu persatu) sebuah bunga, sambil mengucap,

“jodoh, bukan, jodoh, bukan….”.

“lontong, sapi, lontong, sapi,…”

Saya jadi kepikiran (yang berarti saya ada) tentang fenomena mrithili bunga ini.

Sebenarnya, sebingung apapun orang, saya yakin seringkali tidak dalam posisi yang benar-benar 50-50. Mungkin 50,1-49,9. Yang artinya, selalu ada kecenderungan dari dalam hati. Namun, seringkali (lagi dan sialnya), orang tersebut (mungkin termasuk saya), suka membingungkan diri. Maksudnya, suka tidak berani mengambil keputusan. Takut salah kek, takut disangka orang lain giman kek, dan sebagainya.

Yang dibutuhkan di sini, hanyalah pendukung keputusan kita, atau istilahnya, pembenaran. Bisa dari orang lain, ramalan bintang, atau sekadar bertanya pada bunga tadi.

Oke, kembali ke bunga.

Sebenarnya, peluang ketika mrithili bunga tidaklah 50:50, tapi cenderung 2:1. Dengan 2 adalah bagian si opsi yang sidebut duluan. Kok bisa ?

Begini alasannya :

Sudah tahu kan, ada yang disebut deret Fibonacci ? 1,1,2,3,5,8,13,21,34,…

Nah, konon, si deret fibonacci ini merupakan angka-angka yang sering muncul di alam, termasuk banyak kelopak (atau mahkota) bunga.

Fibonacci in Flower
Fibonacci in Flower
Fibonacci in Flower 2
Fibonacci in Flower 2

Padahal, bisa dicek di deret fibonacci, dalam 3 buah suku berurutan, ada tepat 1 bilangan genap dan 2 bialngan ganjil. Silahkan buktikan sendiri kenapa.

Jadi, dengan kata lain, jika kita mengambil bunga secara random, peluang memiliki kelopak sebanyak ganjil adalah 2/3 dan genap 1/3. Sehingga, jika kita melakukan pe-mrithil-an bunga tadi, misal A,B,A,B,A,B,… peluang untuk A menjadi hasil adalah 2/3, dan B 1/3.

Contoh lain, jika pilihan kita, “terima, tolak, terima, tolak, …“, akan menghasilkan hasil “terima” daripada “tolak“.

Sehingga, jika ingin menjadikan si bunga pembenaran, sebutkan pilihan yang cenderung anda inginkan di awal.

Saran dari saya, “ngapaian nanya ke bunga ?”

Oh iya, terakhir, dengan membaca tulisan ini, selalu ingat bahwa ada yang dinamakan Heisenberg Uncertainty. Soalnya, anda telah melakukan pengamatan terhadap sistem. He…

Ingi membaca lebih lanjut tentang Fibonacci : di sini

NB : Sebenarnya, ini bukan murni ide saya. Saya pernah tahu yang serupa, tapi lupa, kapan dan dimana. Dan, teringat lagi saat rapat terus saya twit.

PS : Sudah bisa berfikir lagi sejak hari Rabu malam. Mungkin efek Inter menang 2-0.

Iklan

4 comments

    • kalau itu, saya hanya Sang Pencipta bunga itu yang tahu alasannya. Tapi, yang jelas, dari pengamatan para ahli, bilangan fibonacci memang muncul di banyak hal di alam ini. Salah satunya bunga.

      Oh iya, tidak semua bunga memiliki mahkota sebanyak 1, 2, 3, 5, 8, atau bilangan fibonacci lain lho… counter examplenya, cari aja bungan dengan mahkota sebanyak 4.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s