Siapa bilang facebook gratis ?

Dahulu, pernha ada isu atau gosip bahwa facebook akan menarik biaya ke para pengguna dan artinya, facebook tidak gratis. Namun, hal itu dibantah facebook sendiri. Bahkan, ketika pertama kali masuk ke halaman facebook, akan ada tulisan :

FB gratis
FB gratis

It’s free and always be.

Begitulah isinya, Untuk meyakinkan ke pengguna facebook bahwa mereka akan tetap gratis.

Namun, saya punya pandangan lain. Kita, para pengguna facebook, “membayar” untuk menggunakan facebook ini.

It’s not free and always be.

Bukan masalah kita mengasih data pribadi kita ke facebook ini. Kalau kata, si Zuckerberg :

They “trust me”. Dumb f**ks.

Saya pun juga termasuk si dumb itu. Jadi, masalah data-data itu, terserahlah.Lha wong kita ikhlas-ikhlas sah, dan tidak merasa kehilangan sesuatu. Ya tho?

Yang mau saya cermati di sini adalah, cost yang kita keluarkan untuk setiap kali mengakses facebook ini. Kira-kira apa coba? Pulsa internet? Itu mah murah. Sumber energi listrik? Haduh, di kampus gratis mas… Yang benar adalah WAKTU kita.

Ya, kalau menurut saya, kita itu, diberi suatu mata uang oleh Pencipta kita, yang disebut Time, atau biasa disimbolkan dengan t. Dengan uang ini, kita bisa membeli apapun yang kita. Bisa beli nasi goreng, bakso, mobil, kesehatan, dan apapun yang kita inginkan. Cukup dengan menghabisakan beberapa detik untuk membelinya dan tahu dimana musti membeli benda-benda tersebut.

Waktu sebagai alat tukar
Waktu sebagai alat tukar

Lalu apa hubungannya dengan facebook ?

Sadarkah kita, saat anda main facebook, ada waktu yang anda tukarkan dengan “pemakaian facebook” ? Dan facebook mampu mentrasformasikannya menjadi uang yang sebenarnya, melalu iklan. Ya gak?

Sebenarnya, tidak masalah kita membeli pemakaian facebook tersebut. Yang menjadi masalah adalah, ketika kita membeli “pemakaian facebook” dengan harga terlalu mahal. Menjadi terlalu mahal ketika waktu kita yang seharusnya bisa membeli hal-hal lain yang lebih bermanfaat malah dihambur0hamburkan dengan membayar pemakaian facebook.

Ya idealnya sih, untuk setiap waktu yang kita tukarkan, kita mendapatkan benda-benda yang sesuai. Misalnya, bekerja. Kan ada juga tuh pekerjaan yang dibayarnya perjam. Monggo dihitung, waktu Anda dibayar berapa jam.

Tidak hanya facebook lho. Bahkan, ketika kita ke pasar untuk membeli barang-barang, dan kita muter-muter pasar untuk mencari harga yang lebih murah, atau terkadang melakukan tawar menawar. Di sini, kita juga menukar waktu kita dengan selisih harga. Kadang-kadang saya suka ketawa sendiri kalau menghitung selisih harga per waktu yang dibutuhkan. Masak, hanya demi selisih 10 ribu, kita perlu menukar waktu sebesar 30 menit kita? Bukankah lebih baik kalau membuang selisih 10 ribu, dan bekerja dan menghasilkan uang 100ribu misalnya?

Hal ini, menurut saya merupakan strategi hidup. Ketika kita ingin membuat selisih positif antara pendapatan dan pengeluaran, yang ada 2 hal yang bisa dilakukan, memperbesar penghasilan atau memperkecil pengeluaran. Dan, si tawar-menawar tadi merupakan implementasi strategi ke dua.

Apapun lah. Yang jelas, saya telah menukar waktu saya dengan menulis tulisan ini. Dan, saya rasa ini worthy (tulisannya bener gini). Intinya, apapun yang kita nikmati, entah enak atau tidak enak, kita perlu menukarkan waktu kita. Termasuk facebookan.

Jadi, jangan percaya kalau facebook itu gratis. Mending twitteran (lho…).

NB : saya sudah mengurangi dana buat facebookan, tapi dialokasikan ke twitter..

Iklan

10 comments

  1. twitteran juga ga ada beda kalo cuma nge-junk doang.
    tapi setuju dengan waktu sebagai alat tukar meskipun baru denger.

  2. iya kerasa bgt pas Fb ku tak deactive, sama pas udh aktif lg skrg. WAKTU ny bnr2 gak kerasa, abis gitu aj. wes lah ngeblog jalan yg terbaik *halah

    balik maneh ke orangnya kali ya sun.
    nice post 🙂

    • iya, semua kembali ke orangnya, sama kayak senjata, bisa dipake buat ngrampok atau nyelametin orang…

      mau lepas dari facebook juga susah, lingkungan biasanya ngasih kabar atau apa gitu via facebook… tapi ada manfaatnya, kalau ada tugas, bisa keinget, dengan meliat status orang… but twitter more effective…

      blog is better lah…

  3. ak wis deactive suwi sun
    alasane podo
    waktu yang tak buang untuk facebook kro hal bagus yang tak dapati ora eneg korelasine
    intine,fb buang waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s