Is it truly random ? (part 2)

Aih, eneg rasanya.

Yak, makalah memang sudah terkumpul, walau terlambat. Terlambat bukan karena saya mengerjakan secara deadline. Bahkan, hampir seharian kemarin saya dedikasikan untuk makalah ini. Iya sih, dengan distraksi di sana dan di sini.

Namun, yang lebih konkrit membuat saya lama pengerjaannya adalah bagaimana mengkonstruksi suatu alur logika. Jelas, semua berasal dari Mengapa kita melakukannya, atau motif, atau latar belakang. Itu sudah saya dapatkan. Kemudian, kita harus punya dasar teori yang kuat. Tidak sekadar asumsi belaka. Nah, ini yang susah bagi saya.

Memahami definisi random secara umum, sungguh tidak mudah bagi saya. Bahkan, malah kepentok ke tembok. Silahkan baca ini. Saya jadi kepikiran,

Apakah orang bisa membuat kerandoman itu?

Di lain waktu, saya pernah mengetahui sebuah fakta yang isinya kurang lebih :

Makin orang ingin membuat sesuatu yang random, maka makin teraturlah itu

Ini saya dapat di serial Numb3rs. (oke, saya memang terinspirasi serial itu). Dalam ceritanya, ada sekelompol orang yang diminta membuat baris-berbaris secara random. Namun, secara tidak sadar, mereka malah membentuk jarak yang sama antar mereka.

Ada yang bisa menjelaskan ke saya, apa random itu sebenarnya?

Oh iya, untuk makalah saya yang kemarin, silahkan kalau mau ambil di sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s