Apa Bahasa Ke Empat Mu ?

Hmm, salah satu isi kepala beberapa hari ini. Mata Musafir. Ada beberapa targetan semester ini yang belum tercapai. Deadline tinggal 1 bulan + beberapa hari. Salah satunya adalah belajar bahasa baru di akhir pekan. Tapi, kok sama sekali gak kesampaian. Waduh.

Jika bisa, saya bakal menyebutnya Bahasa Ke Empat. Kenapa empat ? Ya wajarlah ya. Berikut 3 bahasa sebelumnya yang saya anggap bisa.

  1. Bahasa Ibu –> Bahasa Jawa
    Memang, tidak sampai menguasai semua level. Saya bukan avatar. Yah, saya bisalah intinya. Bahasa yang penuh dengan unggah-ungguh. Bahasa yang paling sering saya gunakan. Bahkan pas sekolah di sekolah yang banyak orang asingnya atau kuliah di kampus yang plural. Maaf-maaf, kalau ada yang tidak berkenan.

    Aksara Jawa
    Aksara Jawa

    Hmm, kadang-kadang, saya sering kangen mendengar suara atau aksen medok jogja lho. Tapi, bukan yang kayak di sinetron-sinetron itu. Medok palsu. Bahkan, pas orang ngomong bahasa Indonesia dengan aksen jawa ini, lebih gimana gitu… Ahey…

  2. Bahasa Nasional –> Bahasa Indonesia
    Bahasa Indonesia
    Bahasa Indonesia

    Walaupun, tidak dapat 10 pas UN Bahasa Indonesia.
    Walaupun, pas pelajaran tidak memperhatikan, karena bu gurunya yang diperhatikan. Tenang, saya hanya mengagumi beliau.
    Walaupun, saya kadang tidak setuju dengan tata bahasa Indonesia, hingga merusak nilai saya.
    Saya suka bahasa ini. Buktinya, blog ini ditulis dengan Bahasa Indonesia, yang agak baik dan agak benar.

  3. Bahasa Internasional –> Bahasa Inggris
    Oke, aksen saya bukan aksen British atau Australia. Inggris saya aksen Jawa, kurang lebih begitulah pujian guru bahasa Inggris pas SMA. Dan, tentu saja, Inggris saya cacat. Silahkan baca postingan ini. Mengenai kebodohan ke-agak-kurang-sedikit-pintar-an saya dalam bahasa Inggris. Bahkan, cuman sekali tidak remidi pas ujian listening, termasuk listening UN (saya ketiduran). Dan, masuk kelas paling cupu di kelas bahasa Inggris di ITB (kelas WReading). Tentu saja, TOEFL tidak nyampai 550 (bisa gak sih, standarnya jadi 543 aja….). Saya masih merasa bisa. Walau tidak sehebat jaman SMA. (Hina sekali bahasa Inggris saya).
    Jadi kepikiran, kalau bayi bule nangisnya gimana ya ? Apa pakai bahasa Inggris ? “Mommy, I wanna milk” atau pas baru lahir, bukannya nangis atau gimana, malah bilang “Good morning, good morning ladies and gentlement
Terus, kenapa butuh bahasa lagi ? Ada banyak manfaat :
  1. Supaya tidak salah beli makanan.
    Jadi, saya pernah ditraktir ultah. Diajak ke warung makan (restoran lah). Di suruh pesen sendiri. Kebetulan, menu nya tidak ada gambarnya. Ya udah, pesan ngasal. Eh, lontong. Yang saya pesen ternyata SOSIS SUPER GEDE. Ada dua pula. Ternyata oh ternyata, makanan itu artinya emang sosis Jerman. Fyi, saya ndak suka sosis. Mending ayam goreng. Tapi, kalau jarang ke restoran, ya gak usah belajar. Hahahaha…
  2. Nambah-nambahin CV
    Gak penting sih, tapi kan keren kalau gak cuman ada Indonesia = good, English = poor
  3. Biar bisa ngobrol tanpa ketahuan orang lain.
    Misal, kalau kita lupa nama orang, kita mau nanya ke temen, tapi kan gak enak kalau nanya di depannya. Nah, kalau pakai bahasa aneh-aneh, jadi gak ketahuan. He… *pengalaman pribadi
  4. Biar pas keadaan kepepet, bisa berguna.
    Ini beneran. Pengalaman kakak saya. Dia bisa bahasa Arab. Maklumlah, lulusan pondok pesantren. Nah, kejadiannya pas dulu gempa Jogja. Kebetulan, saya gak di rumah. Jadi, ada orang Libya (kalau gak salah), ngasih bantuan. Bikin tenda gitulah. Datangnya aja pakai helikopter. Tapi, ternyata, mereka itu gak sembarangan ngasih bantuan. Kan takut diapa-apain, jadi musti bilang dulu. Takut ditipu kayaknya. Pernah ada, yang minta sembako diusir. Nah, disini mbak saya jadi translator. Wuih…
  5. Biar ngerti pas orang lain ngomong apa
    Kebalikan nomer 3. Jadi, kan ada juga orang-orang yang sok ngebicarain kita pakai bahasa mereka. Di depan kita gitu. Nah, kalau bisa bahasanya, kan bisa waspada. Huehue…
Dan seperti biasa, ada banyak manfaat lainnya…
Hmm, enaknya belajar bahasa apa ya?
Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s