Saya menulis, maka saya ada

Beberapa waktu yang lalu, saya mengganti tag line blog ini, dari yang semula

Di sini, Logika, Realita, dan Matematika Tertawa…

Menjadi

Saya menulis, maka saya ada

Suatu kalimat yang saya modifikasi dari ucapan mbah Descartes, “saya berfikir, maka saya ada“. Saya kira, saya yang pertama melakukan modifikasi tersebut. Eh, seperti biasa, saya telat. Silahkan googling. Sudah ada. Bahkan, pas saya cari versi Bahasa Inggrisnya, “I write, therefore I am“, juga sudah ada. Lebih banyak malah. Heu… Bukti, bahwa Indonesia cukup ketinggalan kreatifnya.

Kenapa saya ganti ? Suka-suka saya dong. He… Gak ding, lebih ke cocok-tidaknya saja. Sudah jarang nulis matematika misalnya. Dan, saya lebih kepikiran, blog ini untuk membuktikan saya pernah ada dan mewarnai hidup ini. Aih, sok puitis. Pret.

Memang menulis penting ya ? Tidak penting. Sampai saya menemukan teknologi perangkat keras, KEYBOARD. Jika tidak ada keyboard, entah, saya punya blog atau tidak. Harus saya akui, dan saya banggakan, tulisan tangan saya sudah menerapkan teknik steganografi (penyembunyian pesan). Bahkan sejak saya belum tahu apa itu steganografi, dulu tahunya steganosaurus. Intinya, TULISAN TANGAN SAYA SUSAH DIBACA.

Jadi, nulis itu penting. Sangat penting. Gajah mati meninggalkan gading, Fermat mati meninggalkan masalah, Riemann mati meninggalkan hipotesis yang lontong, Listrik mati meninggalkan kekesalan ke PLN. Lihat, semua yang baik-baik meninggalkan sesuatu yang tetap ada hingga sekarang. Semua via tulisan.

Saya juga baru menyadari pentingnya menulis ini di kampus. Disuruh bikin makalah kek, BCL (bukan Bunga Citra Lontong, tapi Buku Catatan Laboratorium, sebuah buku yang bikin saya dapet BC di mata kuliah praktikum Sistem Digigit Digital), termasuk laporan yang super duper males bikinnya. Semua harus terdokumentasi dengan baik. Maklum, engineer. Bukan engineer pun harus bisa dan mau nulis. Gak mau kan, mati sebagai orang yang tidak diingat ?

Oh iya, tanpa saya sadari, menulis itu sudah menjadi bagian dari hidup saya. Dan, kebetulan cukup mengenyangkan. Misal :

  1. Menulis jawaban.Sederhana. Ikut lomba. Nulis jawaban. Kalau beruntung, menang. Dapat duit. Huehue… Ini pas jaman masih ngerti cara nulis AM-GM atau Fermat. Sekarang ? Entah. Yang jelas, masih belum kehilangan oknum-oknumnya. Masih diakui lah. Kalau ada kumpul-kumpul, diajak. Walaupun, pas kumpul gak ada yang bawa soal sama sekali. Ngapain juga bawa soal di kafe.
  2. Menulis artikelAih, saya dapat kerjaan yang saya nikmati. Tidak banyak, tapi saya sudah senang tulisan saya dihargai. Huehue… Emang, nulis dimana Sun ? Di hatimu… *Pret…  nggaklah. Tapi, tetep rahasia.
  3. Menulis KodeYah, ini bahasa halus dari ngoding. Belum banyak sih, tapi mulai menikmatinya.

Intinya, menulis itu wuenak. Itu bukti nyata dari diri saya lho. Mau yang lebih ? J. K. Rowling misalnya. Tinggal ongkang-ongkang kaki nungguin anak-anaknya main bola. Iya kan ?

Oh iya, tulisan saya juga pernah muncul di suatu majalah. Salah satu tulisan di blog ini tepatnya. Entah gara-gara saya kenal dengan orang yang ngurusin majalah itu, terus beliau baca, dan akhirnya masuk. Atau gara-gara beliau sedang kepepet, tidak ada pilihan tulisan lain di dunia ini yang bisa diakses, dan akhirnya…. Huehue… Saya sendiri belum pernah lihat tulisan ataupun majalahnya. Oh iya, beliau yang saya kenal itu pun, belum pernah saya lihat, sampai waktu mau ngasih majalahnya, dan salah edisi. Ahuahuahua…. Nasib.

Kemarin, baca-baca blog populer. Salah dua yang saya kagumi adalah, Shitlicious (Alit Siapa gitu) dan Benablog (Bena Kribo). Gaul lah mereka. Walaupun yang satu gak lulus-lulus.

Ah, walau hanya obsesi tanpa aksi, saya pengen juga bikin buku. Minimal, biografi saya lah. Hahaha…. Tahu-tahu, pas dijual, yang beli cuman Ibu saya, Ayah saya, Istri saya, Saudara saya, dan Anak saya. Huahaha… Suram.

Pokoknya, nulis itu berguna lah. Bisa sharing ide kalian, sharing nasihat, sharing pengalaman, sharing informasi, dan seterusnya. Saya sendiri termasuk yang suka baca blog orang, terutama yang unik-unik, tentang pengetahuan lah.

Dah lah, ini sekadar pelepas stuck yang sedang menggelajuti hati (iki boso opo….).

Ngomong-ngomong, kalau blog ini ngejunk, saya mohon maaf dan isiin pulsa buat modem saya ya…

sumber gambar : montelagovillage.com

Iklan

3 comments

  1. “saya mohon maaf dan isiin pulsa buat modem saya ya…”
    iki ko rodo mekso kalimat e..hehe, tapi bener, nek ga ada pulsa, podo wae ga bisa ngeblog. duit, duit..ckck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s