Asosiasi diri, Sunni != Pasien Diare.

Entah, musti senang atau sedih saya. Tadi, saya baru chat via YM. Niat hati nanyain komodo, buat nyari ide. Ternyata pembicaraan melenceng. Si A, sebut saja begitu, malah cerita, kalau ibunya pernah mimpiin saya. Padahal, belum pernah liat muka saya. Aneh kan ? Aneh lah ya. Terus si A ini nanya,

“emang mukanya gimana, kan belum pernah liat?”

Dijawab sama ibunya :

“ya suni itu kan, yg dulu kena diare”

Aih, ini kenapa yang diingat diare. Perasaan diare cuman sekali seumur hidup. Gak elit banget lah. Masak ibunya si A ini mimpiin saya lagi diare? What?. Dan, kenapa saya yang jadi terdakwa pelaku diare di mimpi itu. Kan, orang lain juga bisa diare tho… Heu… Atau, sudah dicuci otak beliau oleh si A ini, dan sehingga punya mindset, PASIEN DIARE = SUNNI.

Kenapa senang ? Karena ada orang yang bisa merasa ngimpiin saya, walau gak pernah saling liat.

Kenapa sedih ? Kok ya diare.

Sebagai keterangan, saya memang pernah diare, dan konsultasi ke temen-temen saya yang kuliah di kedokteran, termasuk si A ini. Kenapa konsultasi? Soalnya, saya malah baca artikel, yang isinya, diare bisa membuat kematian. Takutlah ya… Belum sempet beli jersey Inter. Makanya, nanya ke temen, biar jawabannya bisa bikin tenang hati ini. Kalau ke dokter, dan nanya, takut diketawain. Pernah, saya bentol-bentol  dan diketawain dokter di Malang. Huah… Akhirnya, ndak mau gugling yang aneh-aneh lagi. Kadang, tahu terlalu banyak itu tidak baik.

Hmm, saya jadi penasaran, apa sih yang dipikirkan orang lain, ketika ingat saya. Akhirnya, memutuskan untuk melakukan survey singkat dadakan. Sekaligus nyari penetral jawaban ibu si A tersebut. Saya cuman nanya ke empat orang, lha pada gak bisa di ym. Kemalaman nampaknya. Terus, saya juga hanya nanya ke yang jarang ketemu. Percuma nanya ke anak asrama atau IF, jawabannya sangat  predictable.

Jawaban yang saya terima macem-macem. Tidak ada yang sama malah. Rencana mau saya tulis di sini. Tapi, setelah dipikir-pikir, gak jadi saya masukin ke tulisan ini. Aneh rasanya.

Tapi, dari sekian jawaban yang saya dapat, kok gak ada jawaban yang sip, misal “Sunni anak yang rajin”, “Sunni anak yang selalu masuk sekolah tepat waktu”, “Sunni anak yang anteng di kelas”, “Sunni yang jago main bola dan gak pernah blunder”, atau “Sunni yang kalem”. Oke, saya ngimpi. Itu bukan saya semua. Itu Sunni yang lain.

Bab 5. Kesimpulan dan Saran. Saya bukan manusia diare, dan diare bukan saya. Mungkin, ada yang mau memberikan komentar kira-kira saya diasosikan dengan apa di pikiran Anda ?

NB :

Alasan tidak menulis jawaban temen-temen yang saya tanyakan–>Belum minta izin.

Sebenarnya, ada kelanjutan pikiran dari kejadian ini. Tapi, kayaknya, terlalu panjang pas saya tulis. Lain kali saja lah. Saya jadi pengen nulis tentang asosiasi diri dan pengakuan orang lain.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s