Maaf

Sudah bulan Syawal. Musimnya maaf-maafan. Tapi gak lebaran pun boleh maaf-maafan lho. Walau 1 Syawalnya beda-beda, ndak usah bingung. Ini bukan kali pertama kok. Dulu juga sudah pernah. Dan Sunni kecil pun tidak protes. Hayah…
Ngomong-ngomong ini postingan pertama saya pasca puasa blog dan twitter. Dari sekadar ikut-ikutan temen, dirasa-rasa saya jadi lebih produktif. *iya kali ya. Tapi kadang-kadang kebelet ngeblog. Huehue… Sudahlah. Bukan mau sharing itu, tapi sesuai judul. Maaf.
Jadi, saya tadi kepikiran sesuatu. Kepikiran pas ngejar setoran. Jadi, saya tadi sore kepikiran : ketika orang maaf-maafan, entah via sms super puitis, wall, twit, telpon, ketemu langsung, atau lainnya, itu maaf-maafannya tulus dari hati gak ya? Apa sekedar di lidah saja. Maksud saya, yang dimaafkan itu sekadar kesalahan yag diingat saja. Mungkin, pas selese maaf-maafan keinget salah orang lain yang susah dimaafkan. Apa iya semudah itu memaafkannya?i
He… Ini cuman kepikiran lho. Baiknydealnya, ya dimaafkan dari hati. Allah saja Maha Pemaaf walau kesalahan kita sak hohah, asal kita mohon ampuj pada-Nya.
Hmm… Tadi saya ym-an dengan sahabat saya yang lagi jadi TKI. Saya minta maaf. Jawabnya apa coba? Dia jawabnya, “punya salah tho?” well… Jawaban outlier….
Akhirnya, saya dan blog saya mohon maaf juga ya… Baik nyata, maya, maupun lainnya. *ndak puitis sama sekali…

NB: kira-kira, Ramadan tahun ini lebih baik dari Ramadan sebelumnya gak ya?
PS: kayaknya tiap Ramadan bakal puasa blog dan twitter. Coba lah…

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s