Secangkir Jahe Hangat

Malam minggu, sendirian. Di kamar, antara tugas PPL atau nunggu Inter vs Roma. Ya sudah, malah ngeblog. Berikut saya kutip dari milis yang saya ikuti.

‎​Kahlil Gibran bertanya pada gurunya

Gibran : Bgmn caranya agar kita mendapatkan sesuatu yg paling sempurna dlm hidup?

Guru : Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yg paling indah menurutmu & jangan pernah kembali kebelakang.

…Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Gibran kembali dg tangan hampa . . .

Lalu guru bertanya: Mengapa kamu tdk mendapatkan bunga 1 pun?
Gibran : Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya tapi aku tdk memetiknya karena aku pikir mungkin yg di depan pasti ada yg lbh indah, namun ketika aku sudah smp di ujung, aku baru sadar bahwa yg aku lihat tadi adalah yg terindah, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi!

Dgn tersenyum guru berkata:
“Ya, itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, krn sejatinya kesempurnaan yg hakiki tdk pernah ada, yg ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan.
Marilah kita sadari bahwa apa yg kita dapatkan hari ini adalah yg terbaik menurut Tuhan dan jangan pernah ragu, krn kesadaran itu akan menjadikan kita nikmat menjalani hidup ini.

Well, merasa ada benarnya ? Saya rasa ada benarnya. Mungkin kali ya, karena kelamaan mikir buat milih atau nyari sesuatu yang paling ideal, nanti pada akhirnya malah suram sendiri.

Kejadian ini, mungkin mirip dengan kasus Secretary problem. Bagi yang belum tahu, silahkan baca di sini. Hmm, Khalil Gibran belajar semacam ini juga ternyata. Pada kasus tersebut, peluang kita memperoleh Sekretaris yang terbaik  adalah 1/e atau sekitar 0.368. *Sungguh alam semesta sangat teratur. Kurang dari setengah bahkan. Hue…

Saya ada cerita lagi, dari kisah nyata kalau yang ini. Sebelumnya, saya generate tokoh dulu. Sebut saja Lumut Kyubu. *Nama yang aneh memang, dan memang saya mentransformasi nama aslinya, menjadi seperti itu. Metode yang bagus untuk berbicara kepada oknum secara publik. Wew…

Jadi, si Lumut ini hendak membeli HP di B*C. HP yang sama dengan yang saya. Entah tidak beruntung atau apa, HP tersebut menjadi langka. Mungkin pengaruh spekulan. *Apasih. Kalaupun ada, harganya lebih mahal dari ketika saya membelinya. Yah, sebagai pembeli tentunya mengharapkan harga yang paling murah dong. *Saya tidak terlalu setuju dengan prinsip ini, sebenarnya. Akhirnya, muter sana-sini. Harga paling rendah yang ditemui hingga jam 5 sore adalah 65 ribu di atas harga HP saya. Paling tinggi hampir 190 ribu. Wew.

Entah kenapa, pas nemu yang harga 65 ribu itu, teman saya tidak membelinya. Membandingkan dulu lah mungkin. Eh, hari makin sore, kemudian baru nyadar, si 65 ribu tadi paling murah. Sialnya, sudah kosong waktu kami ke sana. Begitu pula dengan harga yang masih belum nyampe 150 ribu. Wew.

Akhirnya, pindah ke Dukoms*l. Lebih ngenes. Di sana kosong barangnya. Balik lagi ke B*C. Memutuskan untuk membeli dengan harga selisih 150 ribu.

Beruntungnya, kami nemu satu toko dengan harga cuman beda 35 ribu. Seneng lah ya. Kemudian, teman saya Lumut tersebut ke ATM, ambil celengan. Ya ambil duit lah. Sementara saya menanti di toko tersebut sambil ngobrol sama yang menjaga toko. Social Protocol. Beberapa saat kami ngobrol, ada kabar, harga HP tersebut sudah naik 80 ribu, jadi total selisih 115 ribu. WOW. Kayak saham saja. Saya kasih kabar ke Lumut.

Ternyata, seandainya sudah deal, dengan ditandai box sudah dibuka beberapa menit yang lalu, harga masih selisih 35 ribu. Seperti yang terjadi pada ibu-ibu yang membeli bareng kami. Karena box belum terbuka, harga masih bisa naik. Aih, dasar spekulan. Ya udah lah ya. Hari sudah mau Maghrib. Sudah hampir 4 jam muter-muter. Dibeli juga HP itu. BAZINGA !!!.

Hidup memang berat bung Lumut… *Walaupun saya sering nge-bully dia, vice versa, untuk beberapa hari terakhir ini, saya absen dulu dari melakukannya. Terlalu banyak ketidakeberuntungan yang terjadi pada Lumut.

Yah, itu sekilas contoh nyata. Walaupun contoh yang tidak terlalu pas. Apapun lah. Saya sedang tidak terlalu semangat, mungkin efek Inter 3 kali kalah beruntun, dan tadi malam seri tanpa gol. Dari 3-4-3, ke 4-3-1-2 yang sudah lumayan bagus. Eh, malah ke 3-5-2. Kuncup memang.

NB : Judulnya memang ndak nyambung. Murni saya copas dari subjek email. Hmm, jadi kepikiran untuk mengoleksi judul minuman.

PS : Sudah hari Minggu lagi.

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s