#Fafifu

Yah, lama tak menulis. Antara tidak bisa membagi waktu dan memang banyak kerjaan. Plus Silenzio Stampa. Untung tadi pagi Inter menang. Fiuh. Ini saja saya sesel-sesel-kan untuk ngisi blog. Habis dianiaya oleh bab 1. *curcol.

Kembali ke tulisan. Mau nulis apa bingung. Banyak yang ingin ditulis. Beberapa pikiran dan beberapa pengalaman. Tapi, ya sudahlah. Tidak perlu semua.

Jadi, saya ingin nulis tentang #fafifu. kata “fafifu” dengan didahului tanda pagar. Apa maksudnya ? Kalau secara ungkapan sih, fafifu itu omong kosong. Dan tanda pagar, itu mengacu ke istilah hash tag di Twitter, yang artinya bisa jadi trend. Begitu pula si fafifu ini. Sering muncul dimana-mana. Hue…

Misalnya :

Ke pantai yuk….

Karaokean yuk…

Ikut lomba ini yuk…

Berhati-hatilah, dengan kemunculan fafifu ini. Cuman sekadar wacana saja. Analoginya, kalau di grup Facebook, kalimat-kalimat tersebut sering jadi postingan baru. Kemudian, sekitar 10-15 komentar kemudian akan membuat si penge-pos post (?) menjadi pembuat wacana sejati. Alias fafifu.

Apalagi, ketika rapat. Terutama di rapat awal-awal. Muncul banyak fafifu-detected ini. Bagus sih, brainstorming katanya. Asal, ada satu aja yang dijalankan. Jangan semua lenyap jadi notulensi yang tidak pernah dibaca. Huehue… Somehow, kadang-kadang saya jengkel juga pada oknum-oknum seperti ini (ketika forum serius dan vital tentunya). Termasuk ke diri saya sendiri.

Fafifu juga melanda ke ucapan dalam bentuk janji. Misal, janji yang paling sederhana saja. Traktiran atau main ke rumah orang. Kadang-kadang, mudah diucapkan. Tapi, mbok ya rada mikir. Mungkin duit ada, kendaraan ada, tapi waktu ? Siapa tahu.

Makanya, saya mulai menulis janji-janji sekecil apapun yang pernah saya ucapkan. Termasuk janji kepada diri sendiri tentunya.

Semoga kita tidak termasuk kaum #fafifu.

Mari tidur… Kata beberapa teman yang ngerti kesehatan, saya kurang tidur. 🙂 Tapi kok saya merasa lebih butuh waktu senggang buat main bola.

PS : saya diajak teman-teman buat bikin akun last.fm. Saya top listener Bossanova Jawa lho.

NB : Aih, masih ada daftar panjang di to do list.

Iklan

8 comments

    • ada hus, proskratinasi mendukung #fafifu… tapi #fafifu belum tentu gara2 proskratinasi, #fafifu ki semacam duwe visi-misi, tapi ra duwe proker.

      Apik kok… btw, ketoke ra ono hubungan erat antara bossanova jawa karo jogja… malah seko semarang. Nek sheila on 7, mungkin…

      • Oh kuwi seko semarang to, lg ngerti aku. soale mung tau reti seko koncoku.. tp bossanova ki ketoke dari luar yo asline, maksude njuk pada mengaransemen lagu kayak bossanova aslinya. CMIIW..

      • sakjane, bossanova ne seko Brazil, njur bossanova jawa ki digagas seko beberapa pemusik di semarang, dengan lagu-lagu campur sari. Apik kok, jajal wis… Terutama, nek disetel pas hawane panas po sumuk2 khas ndeso, njur teturon + moco buku + ngadep gorengan… mak nyooosss…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s