Logika Ifumi

Sore tadi, teman-teman saya mendadak pengen masak bareng. Entah kesambet apa. Akhirnya, setelah makan siang menuju sore, mampir Superindo, terus beli barang yang dibutuhkan. Well, jujur saya ndak pernah belanja di supermarket buat beli barang-barang dapur. Lha wong di sekitar rumah ada, gratis bahkan. Seperti daun jeruk. Aneh rasanya ada yang mau beli benda macam itu. Atau logika saya yang salah ? Maklum lah, bukan manusia dapur. Selalu bingung dengan definisi “secukupnya” di resep-resep makanan.

Kami belanja Mie telor, saus tiram, paprika, dan daging.

Setelah belanja, langsung menuju kost-an temen yang ada dapurnya. Markas. Untung ada yang bisa masak. Kami (anggap saja saya berperan penting dalam agenda masak-memasak ini) memutuskan untuk memasak Ifumi. Kalau ada yang tidak tahu, Ifumi itu semacam mie kering. *Saya juga baru ngeh 3 bulan yang lalu, pasca HP saya ambyar.

Nah, di sini saya menemukan hal yang kok rasanya aneh dan wasting energi. Bayangkan, mie telor yang tadinya kering, direbus. Terus jadi lembek. Terus digoreng. Terus jadi kering lagi. Yang berubah secara kasat mata adalah bentuknya yang semula persegi panjang menjadi lingkaran tidak sempurna, dan tentu saja warna yang semula putih kekuningan ala telur, menjadi coklat kegosongan ala cangkang telur. Sungguh, semacam tidak berguna.

Metamorfosis gagal
Metamorfosis gagal

Bisa dilihat, dari persegi panjang kering, menjadi lembek tak beraturan, kemudian, TARRAAA… lingkaran dan kering.

Berikut proses masaknya :

Proses metamorfosis
Proses metamorfosis

Lalu, apa kontribusi saya dalam masak-memasak ini : mrithili ifumi dalam bentuk lingkaran, mrithili mangga yang dipotong, serta menjaga si mangga dan si ifumi dalam bentuk lingkaran agar terhindar dari jamahan manusia-manusia bertangan kotor penuh nafsu dan belum makan. Sayang, penjagaan gagal.

Ngomong-ngomong, saya lupa ngefoto si ifumi pas udah jadi. Jadi ya sudahlah ya. Yang belum jadi dan sudah saya makan saja ya. Enak sih…

Daging dan Paprika
Daging dan Paprika
Mangga
Mangga

Itu ketika si mangga dalam kondisi sekitar 25% termakan.

Ifumi
Ifumi

Ngomong-ngomong lagi, iFumi ini salah satu produk dari Apple bukan sih ya ? *pret…

Tag yang ikut serta : Sandy, Ana, Zakiy, Pudy, Rezan, Irwan, Dini, Ifan, dan Sunni.

NB : Dadakan itu selalu lebih konkrit.

PS : Well, selain dunia bola saya yang sangat semrawut, baik dari sisi klub idola, FPL, dan main sepakbola itu sendiri, beberapa hal sudah mulai bisa terkontrol. Tapi tetep musti belajar lagi. Deep C.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s