Lucid Dream

Apa itu lucid dreamLucid dream adalah kondisi ketika seseorang sadar bahwa di bermimpi. Mimpi yang mengace ke bunga tidur, bukan mimpi yang mengacu ke cita-cita. Idealnya, karena kita sadar kita bermimpi, kita bisa turut serta dalam mimpi kita tersebut. Misalnya, merangkai cerita di mimpi tersebut. Asyiknya, karena ini mimpi, tidak ada batasan rangkaian cerita kita. Mau terbang, mau jadi super seiya, atau mau ketemu idola, apapun bisa. Selama imajinasi kita mampu. Itu idealnya.

Sayangnya, gak gampang buat ke fase lucid dream ini. Biasanya, kita mimpi ya mimpi. Cuma ngikut plot yang ada. Tapi, bisa dicoba kok. Ada beberapa cara. Bahkan ada komunitasnya. Cek saja blog komunitas lucid dream di sini.

Saya ndak akan cerita lucid dream yang saya pernah alami. Dulu pas masih muda, masih semester 5, saya pernah menjajal lucid dream. Sempat rada berhasil. Tapi, malah tidur keterusan, dan bolos kuliah SI.

Saya mau cerita tentang bagaimana kita membedakan mimpi dengan kenyataan. Sebelumnya, saya baru saja hampir nyampe Solo gara-gara tidur di kereta dan bermimpi bahwa saya sudah turun di Stasiun Tugu. Berikut ceritanya :

Jam 03.00 dini hari. Saya terbangun. Masih di gerbong kereta. Baru sampai Wates, saya memutuskan tidur lagi. Lalu saya nyadar, saya sudah turun dari kereta, dan menunggu di stasiun. Entah nunggu apa. *bagian ini saya tidak sadar. Tiba-tiba, saya sampai ke suatu tempat, mirip tempat bulu tangkis di Cisitu. Tapi, tidak main bulu tangkis, melainkan futsal. Saya melihat ada beberapa anak IF yang main, dan beberapa teman SMA. Lalu muncul mahasiswa Libya yang biasa ikut main di asrama.

Setelah bermain bola, sampai pelipis berdarah. Dan tidak terasa perih. Saya baru sadar. Saya belum bangun dan masih ada di kereta. Dan sadar, pasti sudah sampai Jogja. Seingat saya waktu itu, saya ketiduran ketika nunggu bis arah ke rumah. Kemudian, ada yang memberi saran, kalau ingin bangun, maka musti tidur dulu di sini. Yo wis, saya manut. Mencari kasur, dan tidur lagi.

Bad dum tsss. Bukannya bangun, saya malah ketemu Bob Sadino. Saya mengenali beliau bukan dari wajah atau apa. Tapi dari tulisan yang menyatakan dia Bob Sadino. Padahal, di sana gak ada tulisan kecuali yang berikut ini. Tahu gak, ternyata Bob Sadino di mimpi ini bisa membuktikan batas bahwa sebuah open problem pewarnaan. Dan, entah dari mana asalnya, Integral Riemann menjadi batas atasnya.

Well, semakin tidak karuan saja. Dan, saya makin sadar ini bukan bangun, malah mimpi lagi. Dengan sedikit niat, saya bangunkan diri saya sendiri. Dan, TAARRRAAA…. Saya mendengar suara khas mbak-mbak stasiun. Yang terdengar, “Kereta Lodaya mau berangkat dari Tugu” *atau semacamnya. Langsung, saya ambil tas. Buka pintu terdekat, yang untungnya saya duduk dekat pintu. Mendapati pintu telah dikunci. Wew… Buka kunci, dan keluar. Lalu, saya berdiri. Mikir sejenak. Memastikan ini bukan mimpi lagi. Atau entahlah, siapa tahu saya masih di dalam mimpi. Seperti di Matrix.

Ah, sudahlah. Nampaknya, perlu beli token seperti di Inception, biar gak bangun kesiangan atau kelewatan tidur.

Jadi kepikiran, ketika kita berbuat seenak kita di mimpi kita itu ndak termasuk kriminal kan? Jadi, kalau mau eksperimen yang aneh-aneh, coba saja Lucid Dream ini. Dan lakukan eksperimen di sana. Sebelum mimpi dilarang. Termasuk kebebasan berfikir dan nikmat yang sungguh besar.

Siapa tahu, bisa :

  1. Ngerjain TA di mimpi
  2. Pindah ke dimensi lain atau galaksi lain
  3. Ketemu Naga-nya Dragon Ball
  4. Mengutak-atik memori di masa lalu
  5. Mencoba terbang
  6. Ketemu pasangan –> buat yang single
  7. Dan banyak hal tidak mungkin lainnya

Selanjutnya, terserah Anda.

PS : Jangan kebanyakan mimpi, seindah apapun mimpi,masih lebih menyenangkan kenyataan. Katanya…

NB : biasanya orang akan lupa mimpinya segera setelah tidur. Maka dari itu, saya langsung mencatat salah satu mimpi aneh saya di atas….

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s