Grazie, Filippo

Sabtu malam, kusendiri… Errr…. Di depan laptop, seperti biasa…

Membuka tab Chrome, dan membuka situs yang rutin saya kunjungi, InterPerSempre. Blog pendukung Inter Milan yang menurut saya sangat bagus. Fanatis tapi objektif. Mewakili perasaan Internisti menurut saya. Entah ketika menang, ketika kalah. Dan lengkap, ada berita yang tidak bisa diketahui hanya dengan melihat situs berita lokal atau bahkan situs resmi Inter Milan.

Oke, cukup penjelasannya. Jadi, di Sabtu malam tersebut ada postingan mengenai seorang pendukung cilik Inter Milan yang membawa papan seperti pada gambar berikut :

Grazie Filippo
Grazie Filippo

Kurang lebih artinya :

Bisakah kalian menang? Jika tidak, mereka akan mengejek saya di sekolah! Terima kasih. Filippo.

Kejadian tersebut terjadi ketika pertandingan Inter Milan melawan Bologna. Konon, di Italia sana, Filippo ini menjadi pusat perhatian setelah melakukan hal tersebut. Sial memang, Inter Milan kalah 0-3 dari Bologna. Harapan Filippo tak terkabul.

Bahkan, Inter Milan sampai mengundan Filippo untuk menonton latihan para pemain Inter Milan dalam menghadapi Marseille di Liga Champions. Ditambah permintaan maaf dari Inter Milan, dan mendapat kostum dari pemain tersohor, Javier Zanetti.

Filippo dan Zanetti
Filippo dan Zanetti

Trenyuh saya melihatnya. Entah kenapa. Si Filippo ini mengingatkan saya pada masa kecil saya dulu. Pertama kali seneng bola, ya Inter Milan. Mungkin sejak tahun ’97 atau ’98. Rada lupa kenapa saya mulai suka Inter, tapi mungkin gara-gara Inter berhasil menjuarai Piala UEFA tahun itu. Plus ada Ronaldo. Huehue…

Lantas bagian mana yang mengingatkan saya ? Yap, bagian dimana saya selalu berharap Inter Milan menang agar saya tidak diejek teman-teman saat SD. Harap tahu saja, Piala UEFA 97/98 adalah gelar terakhir Inter sebelum masuk masa jaya 2004-2010. Sementara teman-teman saya dulu mendukung Milan, Juventus, Roma, atau Lazio. Paling sedih jelas ketika kalah 4-2 melawan Lazio di giornata terakhir musim 2001/2002 yang akhirnya gagal scudetto. Lalu ketika dibantai Milan 6-0. Dan tidak lupa seri 1-1 ketika Semifinal Liga Champions melawan AC Milan. Dan beberapa pertandingan menyesakan lainnya. Kadang sampai nrocos sendiri saya. Sampai-sampai, pengen melakukan apa yang dilakukan Filippo kecil ini. Tapi, Bantul-Milan itu JAUUUUUHHHHH….

Belum lagi, banyak yang bilang gak usah dukung Inter Milan lagi. Seperti yang dialami Filippo, beritanya. Tapi, Filippo tetap setia… Ahey…

Yah, selalu mungkin Filippo ini merasakan hal yang sama sekarang. Ketika Inter dalam 5 pertandingan hanya memperoleh 1 poin, plus kalah oleh tim-tim tidak jelas.

Semoga Inter Milan lekas pulih lagi. Minimal masuk zona Liga Champions lah.

Grazie Filippo, sudah mengingatkan masa kecil saya dulu…

Btw, mukanya Filippo ini polos banget. Jangan-jangan pas gede nikah sama Afiqa… Hahaha…

Forza Inter

NB : buat ngecek jarak antar dua kota, bisa menggunakan situs ini. Dan, jarak Bantul-Milan itu 11.491,62 Km. Sedangkan kalau pakai mobil pribadi, kata Google, Singapura-Milan itu sekitar 14.162 Km, butuh 7 hari 17 jam. So Faaaaaarrrrr…. Belum termasuk Bantul-Singapura lho.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s