Kisah 3000 tweet dan Italia

Alkisah, beberapa bulan yang lalu saya memutuskan mengambil TA yang berhubungan dengan Twitter. Salah satu konsekuensinya adalah saya harus membaca satu persatu tweet dengan seksama (dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, karena dipepet deadline). Kebetulan saya mengambil domain tokoh publik, saya ambil sample pak Dahlan Iskan, Foke, Jokowi, dan beberapa tokoh lain. Ternyata yang cukup populer di Twitter adalah DI dan Foke. Secara umum menurut pengguna Twitter Foke itu memiliki citra yang buruk sementara DI sebaliknya. Tenang, saya bukan tim sukses siapa-siapa. Hanya berbicara fakta.

Itu secara umum lho. Ternyata, ketika membaca sekitar 3000 tweet, ada juga yang berbicara sebaliknya. Ada yang mengatakan DI itu anggota Freemanson lah, DI cuman cari tampang lah, dan seterusnya. Tapi, sangat jauh lebih sedikit dari yang mengatakan baik-baik saja. Benar salahnya, saya tidak tahu. :). Sekali lagi, tenang, saya juga bukan pendukung DI atau anti DI. Saya pendukung Inter Milan kok. 🙂

Well, saya jadi teringat suatu pernyataan (atau quote?).

Tidak peduli seberapa banyak orang yang mengatakan 2+2 = 5, tidak akan membuat itu benar.

*ndak usah protes mengenai bagian 2+2=5

Ya, pernyataan itu memang benar, dan saya setuju. Sialnya, di jaman sekarang, susah sekali mencari kebenaran yang hakiki, *halah. “Media massa yang populer”, menurut saya sudah terlalu “diarahkan”. I.e. TV One yang katanya tidak pernah mengungkit-ungkit Lapindo.

Boro-boro itu, seringkali media populer sekarang, beritanya kok yang aneh-aneh. Banyak berita positif yang tidak sampai ke telinga masyarakat. Berita apa saja? Banyak. Mungkin banyak juga yang geram. Sekedar contoh, follow saja akun Good News From Indonesia, https://twitter.com/GNFI.

Balik lagi ke yang tadi. Kebenaran akan suatu peristiwa nampaknya sudah tidak bisa dicek lagi melalui media massa, bahkan Twitter sekalipun. Menurut saya lho. Nampaknya, musti melihat langsung baru yakin kebenaranya. Tapi ya, mosok musti liat langsung.

Anyway, itu bagian rada seriusnya. Ini bagian yang rada nyleneh :

Banyak juga lelucon lucu, misal terkait Foke :

Foke : “Gak apa apa warga saya terjebak macet, yang penting gak terjebak masa lalu”

Foke: Banjir Adalah Solusi Untuk Kebakaran Jakarta

Betapa kecilnya bengbeng jaman skarang… Dulu mah tebel, gede. Skrg mah kayak jari tengahnya foke..

*Sekali lagi, saya bukan anti foke atau pendukung foke. Kebetulan saja saya cuman nemu ini di data saya.

Ngomong-ngomong soal TA, saya sudah menyelesaikan TA lho. :). Jauh dari sempurna sih. At least dapat sidang yang menyenangkan dan bisa diceritakan. Tidak seseram yang diisukan. Meski laptop sempat mati. Buktinya saya masih bisa ketawa pas sidang. Entah itu saya yang gila atau dosen pengujinya yang super baik. 🙂 Waktu 2 jam pun tak terasa. Sampai akhirnya, Saved by The Bell.

Terima kasih tentunya pada Bu Ayu, Bu Masayu, dan Pak Dwi untuk sidang TA yang menyenangkan dan tak terlupakan. Sesuai harapan awal saya. Ini jujur lho Pak, Bu.

*Bahkan, saya lebih deg-degan ketika menyelesaikan revisi daripada pas sidang.

Forza Italia

Btw, ini postingan makin ngelantur. Maklum, sudah lama tidak posting. Jadi, saya sangat senang dengan lolosnya Italia ke final. Sialnya, saya tidak terlalu senang ketika nonton bola tanpa meng-insult pendukung tim lain. Ahaha.

Dan, menurut saya, baiknya Italia besok juara saja. Biasanya, ketika ada masalah di Liga Italia, Italia dapet juara. Dari Paolo Rossi, Calciopoli, rezim Mussolini 1930-1934, dan sekarang (istilah kasus yang sekarang susah diucapkan).

Belum lagi dalam 10 tahun terakhir, selain Euro 2004, semua tim yang mengalahkan Jerman pasti juara. Dan tentunya, Spanyol terlihat tidak istimewa di Euro ini. Berbeda dengan Italia. Motong bolanya itu lho, wow. Jerman saja (yang paling ngeri serangannya di Euro ini) takluk teraniaya.

Terakhir, saya gak rela Spanyol juara. Masak iya Euro-WC-Euro lagi. Err.. Saya bahkan lebih rela Yunani juara Euro 2004 atau Perancis di Euro 2000. Entah kenapa lho. Nampaknya, saya lebih senang dengan pola yang teratur di balik ketidak-aturan.

Skor prediksi saya, 1-0, De Rossi nge-shoot dari luar kotak penalti. Atau Montolivo lah.

Gak usah dipercaya, itu analisis saya sebagai pendukung Italia (sejak dkadali Perancis di Euro 2000).

NB : Terpaksa ngedit judul, demi judul yang mencerminkan isi.

Iklan

10 comments

  1. Aing dah sempet baca 3000 tweetnya loh… hehe…

    Btw Euro yang menang italia kayanya, tapi aing berharap sampe adu penalti… Italia jangan sampe kebobolan duluan… bakalan runyem kayanya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s