Mengenai Nonton Bola

Sepekan yang lalu, ada final Euro 2012. Yang hasilnya sangat mengecewakan buat saya. Italia digebuk Spanyol, 4-0. Sedih? Iya. Mana udah rela-relain nonton bareng di lapangan asrama yang suhunya ndak umum, sekitar 15 derajat celcius. NoBar internasional pula, ada orang Libya, Ceko, Korea, dan mahasiswa lain dari asrama tetangga.

Tapi, malang tak dapat ditolak. Spanyol yang gak terlalu mengesankan selama Euro, eh di final serem parah. Dan, Italia yang didukung banyak jynx, sejarah, dan mitos keplek-keplek. Dan, firasat bahwa kalau Italia juara itu “too good to be true” k beneran kejadian. Babak pertama langsung 2-0. Langsung, babak ke dua saya naik ke lantai empat, nonton dari TV di flat. *kedinginan plus jengkel.

Ya sudahlah. Seperti Euro 2000 atau WC 1998, jagoan saya juga dikepruk di final.

Jadi, apa yang saya dapat setelah nonton? Masuk angin level gila, yang sampai flu, dan demam tinggi, plus gak masuk kantor. Sakit baru sembuh hari Jumat.

Pernah, suatu ketika, saya nonton bola semifinal UCL ketika sedang UN SMA. Hasilnya, ketiduran pas listening UN bahasa Inggris, dan tentunya kesiangan dan kepaksa nyerobot kamar mandi pembina.

Pernah lagi, saya nonton semifinal UCL, pas Barca vs Inter. Dimana saya sedang ikut lomba, dan besoknya musti ngerjain soal. Hmm, saya lupa ketiduran atau enggak. Ahaha…

Tapi ya, menurut saya, nonton bola itu tak hanya berhenti sampai peluit akhir. Yang pasti, keesokan harinya akan dibahas. Dan bahkan, nonton bola akan menjadi suatu klangenan yang luar biasa ketika diperbincangkan sekitar 10 tahun kemudian.

Jadi saksi mata Liverpool comeback pas lawan Milan, atau sama-sama liat AS Monaco njomplangi Madrid, Inter diserbu Barcelona, gol kilatnya Hakan Sukur, atau Materazzi ditanduk Zidane. Dan ada orang lain yang menjadi saksi peristiwa serupa. Itu Amazing.

Ngomong-ngomong soal Euro 2012 ini, saya merasa ada sesuatu yang hilang. Gak ada suporter rival. Kurang rasanya. Gak ada insult-insultan *ahaha. Saya sendiri cenderung tidak suka netral. Dan otak udah kadung didoktrin buat ngejagoin Brazil, Italia, dan Inter Milan. Mau di kompetisi apapun. Saya seneng kalau ketemu sesama pendukung Inter, Brazil atau Italia. Terutama Italia dan Inter sih. Brazil itu anomali dalam dunia bola soalnya.

Tapi, saya juga seneng kalau mendeteksi keberadaan pendukung Milan, Jerman, Spanyol, Argentina, Juventus, atau Roma. Maksud disini, pendukung yang bener-pendukung ya. You know what I mean lah ya. Kenapa seneng? Karena bisa saling ejek dan diejek berdasarkan fakta. Dan, sebagai pendukung yang elegan, gak boleh marah lho ya. Saya bukan tipe orang yang mukul orang gara-gara tim favorit saya diejek kok.

Nah, pas Euro ini, saya gak nemu lawan. Jarang banget yang berani bilang, “saya dukung ini lho”. Ada sih beberapa, eh mereka dukung Belanda. -___-

Lebih lanjut, saya ngerasa, final Euro kemarin, adalah pertandingan terakhir yang bisa saya nikmati. Makanya, saya bela-belain sampai masuk angin. Ya tahu lah, seminggu lagi, udah ilang status mahasiswa.

Well, salah satu bagian oenting dari hidup saya itu sepakbola. Main gak jago sih. Pas kecil sering jadi penyerang, pindah ke sayap, dan akhirnya sama kayak idola saya, bek kanan. Tapi, saya multifungsi lho. Selain kiper tentunya. Nafsu pengen ngegolin masih tinggi. Dan, entah kenapa, saya jarang main curang, walau sekedar narik baju. 🙂

Ini tulisan sudah ngelantur parah. Gak jelas nulis apa. Padahal, harusnya nulis juga tentang nonton di stadion. Tapi malah jadi curcol.

Akhirnya, semoga final Euro kemarin bukan nonton bola yang terakhir. 🙂

PS : yang punya tim favorit, klub favorit, monggo ditulis di komentar kalau berkenan.

edited : btw, ini blog post ke 200 saya. Baru nyadar

Iklan

2 comments

  1. Udah tua Sun. Udah takut kalah, makanya ga ada yang njagoin siapapun.

    Btw iki marmos banget reply comment e adoh banget seka post e.

    Btw met ultah Sun!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s