My Graduation (1)

Oke, saya berencan dengan niat akan menulis tentang lika-liku wisuda saya. Kenapa niat? Yah, ini sekali seumur hidup kayaknya. Dan, ini menyenangkan. Mungkin rada panjang, makanya bakal dipecah menjadi beberapa bagian.

Pre-Graduation

Jadi, perasaan saya sebelum lulusan adalah, pengen menikmati waktu lebih banyak dengan teman-teman di kampus, plus mencoba hal-hal yang nantinya rada sulit dilakukan setelah lulus. Misal saja, ikutan lari di Jakarta International 10K (hari Minggu sih, tapi jujur hari Seninnya saya tepar), nonton Inter Milan di GBK (hari Kamis, dan Jumatnya saya cukup tepar), atau nonton bola di Senin dini hari. Selain itu, liburan perpisahan dengan teman-teman sejurusan juga saya sempatkan. Misal bersama teman-teman GCD di Kota Baru dan teman-teman Infinity di Istananya Niki. Dan, ndak rugi saya ikutan walau sedang flu.

Curug
Curug

Dan, seperti yang dibilang teman saya, Omon :

Bukan “Kemana”, tapi lebih penting “Bersama Siapa”

BBQ, pacet, werewolf, mancing, cepekan jongkok adalah beberapa kata kunci yang bisa dijadikan pengingat memori tersebut.

Yang terutama sih sama temen-temennya. Kalau sudah pada lulus kan susah tuh ketemunya.

Lanjut.

Ngurusin wisuda itu ternyata cukup ribet. Saya baru tahu kalau musti pakai jas 3 minggu sebelum hari H kalau gak salah.

Untungnya, ada alumni pertama dari SMA saya punya temen yang kebetulan seukuran sama saya dan punya jas dan tidak sedang dipakai, karena mau ke Norwegia. Ahaha… Ngirit sejutaan lah ya.

Masalah lain, saya kan mahasiswa yang “malas” bayar uang semesteran, jadi dibayarin orang lain yang baik hati. Sudah dibayarin sih. Eh, pas saya nanya ke Annex (Rektoratnya ITB) belum masuk itu datanya. Bad dum tsss… Akhirnya, sampai saya nulis blog ini, belum megang yang namanya ijazah. Tapi ya sudah lah ya, ijazah kan sekedar bukti secara de jure saja. *ngasal.

Semua udah beres uba rampenya. Kecuali sepatu. Musti pantofel. Kembali ke masa SMA saya dulu. Bisa saja sih minjem di asrama, pasti ada. Tapi, kepikiran buat beli, sekali-kali lah. And, boom. Mahal crut. Kalau buat sepatu futsal atau gadget, bolehlah. Lha ini, sepatu pantofel. Belum kebayang urgensinya. Sampai 3 kali masuk toko sepatu yang sama di Dago. -____-

Syukuran Wisuda

Kalau di ITB, syukuran wisuda itu seperti sudah jadi budaya. Tiap himpunan, unit kegiatan, fakultas, bahkan asrama saya pun ada yang namanya syukuran wisuda. Kebetulan, saya bukan anak unit, jadi ya cuman syukuran di himpunan, fakultas (yang ngadain STEI), sama asrama (biasanya oktober, sekalian dirapel).

Yang himpunan diadain di BTC. Saya datang telat karena musti menjemput dua orang lemcups di stasiun yang kebetulan ke Bandung setelah jadi imigran di Turki. Well, boleh saya bilang, walau terjadi pembunuhan karakter saya di acara tersebut, saya sangat terhibur. Kenapa pembunuhan karakter? Bagaiman tidak, ada semacam award. Salah satu kategorinya adalah “Paling Oriental”, nominator yang muncul adalah Kenji, Michell, Linda, dll. *saya takut dibilang rasis. Eh, kok saya juga masuk nominasi. Muncul dengan foto merem pula. Tidak sampai situ saja. Pas salam-salaman, anak-anak 2011 yang baru masuk jurusan langsung kena doktrin bahwa saya = oriental. Meh.

Beberapa jam kemudian, si oriental ini sudah sampai ke negerinya Sheldon Cooper. I hate social network.

Tapi, serius, syukwisnya menyenangkan. Terima kasih semua panitia.

Untuk yang syukuran di STEI, ndak terlalu meninggalkan kesan yang mendalam. Lha wong saya telat.

Btw, saya dapat beberapa bingkisan buat wisuda ini lho. Anggap saja pengganti PW. Tidak banyak sih, tapi bikin ahhh… Mari kita upload..

CD Infinity
CD Infinity

Itu CD berisi lagu-lagu angkatan, foto angkatan Infinity, plus video testimoni. Bagus.

Kertas Testimoni
Kertas Testimoni

Ini kertas yang berisi testimoni dari teman-teman Informatika. Tema umum : lontong, cepet nikah, cepet dapat kerja. 🙂

Mugancret
Mugancret

Terlihat dari caption gambarnya. Tahu lah dari siapa. Sebenarnya, ada bungkusnya. Saya eman-eman untuk membukanya. Tur yang ngasih suruh buka, ya sudahlah ya. Saat saya nulis blog ini, sudah jadi wadah coklat panas saya.

Boneka - Rima
Boneka – Rima

yang ini speechless  saja lah ya. 🙂

Postingan ini ada lanjutannya lho… Ditunggu saja….

Iklan

5 comments

  1. Aing jadi sedih bacanya 😥 … aing sangat beruntung bisa ikut perpisahan mau yang di kotabaru ato yang di sukabumi …

    Aing jadi semangat menyusul maneh sun \:D/

    btw, Testimoni aing terlihat di gambar…

    • Hiks… paling sedih emang yang kayak gini…
      sama widh, untung ikutan… sengaja ikutan sih, biar dapet kesempatan kayak gini..

      ayo widh, insyaAllah ntar aku dateng pas arak2an…

  2. Sebenernya aku lebih pengen kasih kaos tapi ngga boleh :))
    kalo jadi tulisannya gini:

    [ x ] sarjana
    [ x ] bekerja
    [ ] menikah
    * berminat melengkapi?

    • wkwkwk… aku mengerti perasaanmu cret… ahaha…
      nanti aku ngasih kalian kayak gitu aja kali ya? afufufu…

      nglengkapinya nantilah, cari partner buat melengkapi dulu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s