Doa Yang Terlupakan

Pernah berdoa? Hampir semua pernah. Bagi yang Muslim seperti saya, minimal 5 kali sehari tiap solat.

Biasanya, kalau lagi pengen sesuatu, doanya kenceng banget. Tiap habis solat disebut. Misal saja pas mau UN. Atau lagi pengen mendapatkan sesuatu.

Biasanya, kita memanjatkan doa, dan tidak segera terkabul. Kalau quote yang muncul mengatakan, mungkin hal yang kita minta bukan hal yang kita butuhkan atau belum saatnya kita mendapatkan hal yang kita minta itu.

Susah mengecek kebenaran quote tersebut.

Untuk kasus pertama, kita tidak bisa melakukan uji coba dengan dua kejadian berbeda (doa terkabul dan doa tidak terkabul). Ya, gara-gara kita cuman punya satu garis waktu. Kecuali anda seperti tokoh utama di film The Butterfly Effect atau di Mr. Nobody.

Untuk kasus ke dua, lebih mungkin dicek. Tapi, dasar manusia, kadang-kadang kita lupa pernah meminta sesuatu, lama tidak dikasih, dan akhirnya lupa. Ketika dikasih, kadang kala (atau malah seringkali) lupa untuk bersyukur atau cilakanya, merasa itu tidak cocok. Kufur nikmat lah ya namanya.

Tapi bener lho, sering kali kita lupa. Bahkan sekadar ucapan singkat saja. Misal, “wah, lagi pengen makan mangga”, dan tarraaaa…. setelah sekian hari, dan lupa, ada yang ngasih mangga. Hal sederhana sih.

Contoh lain, ketika sakit, kita pengen sembuh. Tapi, yang namanya sembuh biasanya gak seketika terjadi. Pas sembuh, seringkali lupa bersyukur.

Ada lagi, ketika lagi sibuk sekali, berharap pengen dikasih waktu luang. Eh, pas dikasih waktu luang malah misuh-misuh gak ada kerjaan.

Mungkin, kita punya cita-cita untuk bisa menjadi ini atau punya itu. Mungkin tidak akan terkabul dalam 1-2 tahun. Atau 10-20 tahun. Mungkin sampai kita lupa kita pernah memintanya. Mungkin saja kalau dikabulkan mendadak, malah ada dampak buruk yang muncul atau ketika terkabul di saat kita lupa, lebih pas waktunya.

Yah, intinya, ketika mendapatkan nikmat, sekecil apapun, selalu bersyukur.

Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Tambahan lagi, pernah baca di blog teman saya, masih mengenai doa. Kadang kala, apa yang kita peroleh juga dapat bantuan orang-orang yang mendoakan kita tanpa kita sadari. Ya, iya sih. Jarang orang bilang, “Hei, aku barusan doain kamu lho.” Kecuali pas ultah dan momen-momen lainnya. Makanya, ketika sudah mendapatkan nikmat, jangan lupakan orang-orang terdekat. Karena merekalah yang paling mungkin menjadi oknum yang berdoa tanpa kita sadari.

Nambahi lagi, quote dari Sujiwo Tedjo:

Rindu yg paling dahsyat, ga bbm-an, ga sms-an, ga-telponan dll tapi saling mendoakan

Jangan tanyakan saya. Saya ndak punya BB dan isi inbox kebanyakan dari Telkom*l, spam promosi, atau jarkom dari Asrama atau himpunan. Tapi, minimal ada orang tua dan keluarga lah ya 🙂

Susah ya. Doa sendiri aja kadang-kadang lupa. Bagaimana bisa tahu doa orang untuk kita yang tidak kita sadari.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s