Suporter Angin, Suporter Jujur

Saya kemarin membaca sebuah berita di harian Kompas, Kamis 22 November 2012. Berita yang berjudul “Tim Nasional, Ini Bukan Tim Durian Runtuh”. Berisi kabar mengenai rombongan pemain timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala AFF. Ketika rombongan ini berada di bandara, tidak ada hiruk pikuk atau pelepasan serba mewah layaknya makan malam di kediaman Ical 2 tahun yang lalu. Siapa yang peduli sih ya?

Kalau kata berita tersebut, suporter yang ada di bandara lebih jujur. Bukan suporter juga sih. Hanya sekumpulan anak SD Pribadi Depok (satu geng dengan SMA saya). Yah, tapi anak kecil lebih jujur. Tidak ada konflik kepentingan. Halah.

Coba baca paragraf pertama kolom ke dua di berita tersebut (bisa dilihat di gambar).

Timnas mau ke Piala AFF kan? Semoga menang ya, selamat bertanding

Saya nrocos pas baca kalimat itu.

Bagian lain dari berita itu adalah kritikan untuk suporter timnas kita. Kalau lagi bagus didukung, kalau lagi jelek, tak ada yang peduli. Padahal, logikanya, dukungan itu dibutuhkan ketika lagi jelek mainnya. Iya kan? *iya aja lah ya.

Nanti lihat saja, pas timnas masuk semi final atau final, pasti hiruk pikuk mulai terasa. Mungkin ada stasiun TV yang tiba-tiba masuk ke penginapan pemain atau ngajak makan malam bersama. *eh.

Itu bagus sih. Tapi, mungkin bisa ditunda ketika turnamen selesai. Entah apapun hasilnya.

Kalau suporter yang seperti itu, disebut suporter angin. Kalau anginnya lagi kenceng, ya ikutan. Kalau lagi lembek ya ikutan lembek juga.

Bisa dipahami sih. Kondisi timnas sedang tidak menyenangkan. Pemainnya ada yang 90kg pula. I don’t really like this naturalization program. Masih banyak kok pemain lokal yang bagus. Entahlah.

Yah, apapun itu. Semoga timnas bisa mendapatkan hasil terbaik, dan kalau perlu juara. Biar ditraktir makan malam gratis 🙂

Walau rada sulit. Ahaha.

Oh iya, suporter angin sama suporter jujur ini berlaku di domain lain lho. Misal, di perusahaan atau di pertemanan. Konon katanya, teman yang nyata itu ada ketika kita dalam masalah. Mungkin dia penyebab masalah itu kali ya. Ahaha. Terus gelut.

Kalau ngambil quote dari Bill Shankly:

If you can’t support us when we draw or lose, don’t support us when we win

Ah, tapi dukung gak dukung itu hak masing-masing orang kok, termasuk kapan mau dukung, kapan mau ngehina-hina. Peduli amat. Ahahaha.

nunut ngeyup, nunggu kanca sing suwi dikon methuk, ngajak gelut tenan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s