5 Lines of Code

Sekarang, lagi jamannya film mempengaruhi penduduk di Indonesia. Misalnya, film 5 cm mengakibatkan orang-orang mendadak pengen naik ke puncak gunung. Film Habibie & Ainun menyebabkan anak teknik penerbangan (efek Habibie) laris atau anak kedokteran (efek Ainun) laris. Kalau kedokteran memang laris sih. Atau kalau dulu ada Ada Apa dengan Cinta yang konon mempengaruhi cowok-cowok jaman dulu jadi puitis, konon lho ya. Atau Petualangan Sherina yang sukses mempengaruhi para anak laki-laki bau kencur untuk dikecup di bathuk alias dahi oleh Sherina.

Ahaha. Paragraf di atas ngasal sih. Cuman kalimat ke dua yang bisa dilihat buktinya, sekarang.

Misalkan saja, hipotesis itu benar adanya, film mempengaruhi penduduk suatu negeri, wajarlah ya negeri ini jadi kayak gini. (kayak gini?). Lha wong filmnya kebanyak jualan setan dan KFC.

Ah, abaikan saja alinea di atas.

Lalu, saya jadi kepikiran, bagaimana jika membuat film based on novel true story, 5 Lines of Code, Kenapa? Siapa tahu, orang-orang jadi mendadak pengen mencoba ngoding atas nama persahabatan. Atau, tiba-tiba anak-anak IT jadi laris manis. *Halah, pret

Moreover, karena film ini based on novel, musti ada novelnya dulu dong. Lebih lanjut lagi, karena true story, musti ada kisah nyatanya dong. Misalnya, kisah 5 orang, dari 5 benua, tanpa pernah saling ketemuan, kecuali di Github, email dan IRC. Biar rada roman, 5 orang itu terdiri 2 laki-laki, 2 perempuan, dan 1 unknown. Ngerjain satu kerjaan secara parsial, katakanlah kerjaan kayak di film Swordfish. *Ini persahabatannya di bagian mana -_____-

Atau, untuk orang matematika, katakanlah bikin film persahabatan: “Group, Ring, and Field“; atau yang rada romantis: “Mobius Wedding Ring“, yang rada thriller: Bloody Analytic Geometry“; yang rada komedi, “Mr. Bean and Game Theory Class

Niscaya, standar kelulusan UN jadi 8.37.

PS : tulisan ini geguyon biasa, film yang disebut di atas bagus-bagus kok 🙂 Sekadar pemanasan nulis saja.

NB : Istilah-istilah di atas, saya nemu di Google, kalau ndak ngerti, guglinglah. Saya juga belum tentu ngerti.

Iklan

5 comments

  1. aku dukung film2mu sun!! ini pas ada putrinya garin nugroho dapet kursus sutradara di sini, meh kerjasama po?
    btw sebagai org yg lemot ketika nonton film, aku nonton 5cm/s ra dhong

    • *lagi ntas gugling garin nugroho… wah, omongke ndang ish, tur aku dadi konsultan science e wae… wkwkwk, ra bakat ngartis je, mesti ngguyu cengengesan. Umur piro putrinya garin nugroho ki ish?

      nek nonton 5cm/s wae ra dhong, piye meh nonton film “1 mach”? *opo tho sun.
      aku malah rung nonton ding, lagi meh donlot, setelah konsultasi dengan master anime yg apal conversationnya

      update komen:
      aku ntas nonton, dan ra mudeng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s