Diklat SATPAM – Curug Cikaso, Pelabuhan Ratu

Beberapa waktu yang lalu, teman-teman SATPAM (nama angkatan saya di asrama Bumi Ganesha) mengadakan jalan-jalan dadakan. Sebut saja acara ini Diklat SATPAM. Latar belakangnya sih untuk perpisahan untuk yang sudah mau nikah dan jadi TKI di Jepang. Padahal ya, baru 3 dari 13 orang SATPAM yang lulus -___-.

Sebelum lebih jauh, saya sebutkan daftar SATPAM.:

  1. Gati
  2. Reda, pernah main di Malam Minggu Miko
  3. Coni
  4. Gema
  5. Ridlo a.k.a Udin
  6. Andreas
  7. Yuwan
  8. Gea
  9. Aji
  10. Ardian a.k.a Rancho
  11. Joko
  12. Ilham Togi
  13. Sunni

Hari Selasa muncul wacana di grup fesbuk, rencana Sabtu jam 3 pagi bangu, lantas 3.30 berangkat. Diusahakan sangat pagi, karena perjalanan memang jauh. Saya dari Jakarta Jumat malam, dan sampai di asrama Sabtu dini hari. Sempat ngobrol bareng Reda dan Aji. Dan tara… baru jam 3 saya tidur. Sebelum tidur, saya sms Yuwan, supaya bangun, dan sebagai tanda saya sudah/masih bangun jam segitu. Dan tidak disalahkan kalau telat bangun. Dan saya tidur.

Tak lama kemudian, adzan Subuh. Setelah solat Subuh di Masjid Ar Rahim, masjid yang membutuhkan penghuni asrama saya untuk menghabiskan takjil pas bulan Ramadan. Habis subuhan, langsung lah terdengar teriakan-teriakan. “hoi cepet hoi” dan sejenisnya. Itu mulut gak pernah dididik apa ya. *ndak tahu diri.

Kita menggunakan mobil APV. Pertama Togi nyetir. Dan, FUUUUU…. Kalau jadi sopir angkot, dia pasti jadi supir angkot teladan bulanan. Gila nyetirnya. Kayak wahana di dufan. Katanya, di Aceh biasa kayak gitu. Sering nemu sapi di tengah jalan. -____-. Yang masuk mobil sudah 9 orang. Joko tidak ikutan karena alasan mengerjakan TA. Gema minggunya mau tanding futsal buat olimpiade di kampus. Gati dan Ardian kudu dijemput. Jadi, 9 orang di mobil APV.

Setelah njemput Gati, kita menjemput Rancho. Dan jadilah 11 orang di mobil APV. Saya duduk di depan. Sembari tanding ketahanan tulang ekor dan colokan sabuk pengaman. Formasi 4-4-3.

Tujuan pertama adalah Curug Cikaso. *Saya baru tahu tujuannya beberapa jam setelah mobil jalan. Ahaha. Tetapi, kejadian cukup menyeramkan terjadi. Ketika melewati jalan layang Pasopati, samping Baltos, pintu bagasi terbuka. Kabur lah semua tas yang ada di sana. Untung nasi bungkus tidak ikut jatuh. Untung tidak ada mobil atau motor di belakang mobil kami. Untung tidak apa-apa. Walau si Togi yang nyetir sempat tidak sadar.

AKhirnya, kami berhenti. Memunguti tas. Dan foto-foto.

Pasca barang berjatuhan
Pasca barang berjatuhan

Karena perjalanan masih panjang *baru juga sejam jalan* dan jalanan nantinya sangat nggronjal, kita memutuskan ganti mobil. Untung rental mobilnya deket asrama kami. AKhirnya kami balik. Sementara mobil ditukar, beberapa diantara kami buang hajat. Muahaha.

Lalu, mobil berhasil tertukar. Dengan sebuah Kijang. Yang notabenennya, lebih kecil. Dan kami berhasil membujuk Gema untuk join Walau hanya sampai Sukabumi. Katanya, yang penting kumpul. *halah, pret. Catatan, di sini kita ber 12, dalam mobil kijang. Formasi, 4-5-3.  Meh.

Perjalanan cukup aman dan damai. Walau kadang   sering muncul hinaan-hinaan. Yah, begitulah. Namanya manusia. Selanjutnya, kita berhenti di Terminal Sukabumi. Buat makan, sembari menurunkan Gema. Ternyata, kita sarapan di depan tempat pembakaran mayat. *njur ngopo, ngelih iki.

Sarapan ft Gema
Sarapan ft Gema
SATPAM - berdiri sama tinggi
SATPAM – berdiri sama tinggi

Dari sini, perjalanan sangat paaaannnjjjjjaannngggg menuju Curug Cikaso. Sempat tuker posisi duduk, sehingga saya berada di belakang, dipangku dengan posisi terlentang oleh tiga orang. Semacam mayat saja. -___-. Tapi posisi ini ternyata membuat pusing dan mual. Ganti lagi posisi duduk. Ternyata, Kijang dengan 11 orang di dalamnya, sangat tidak nyaman. Apalagi kalau ada yang buang angin. Cih. Mana tulang paha gak bisa digerakan. Gak bisa senderan pula.

Formasi 4-4-3 - terlentang
Formasi 4-4-3 – terlentang

Kita baru sampai di Curug CIkaso sekitar jam 2. Luama sekali. Sempat di-PHP sungai (dikira sudah dekat) juga. Setelah sampai, kita makan. Indomie. Beli di tempat. Lalu solat Dhuhur + Ashar sekalian. Lalu, tara… kita mengarungi sungai dengan kapal, menuju Curug Cikasonya. Padahal ya cuman 500m. Tapi, ya di rumah saya gak ada kapal dan sungai segede itu, ya sudah lah ya. Ahhaa. Menyenangkan lah, menyebrangi sungai. Ahey. Sayang, warna air seperti banjir Jakarta.

Kapal dan Sungai
Kapal dan Sungai

Pas sampai Curugnya, WWWWUUUUUIIII… bagus. Sepi pula. Cuman ada satu pasang yang lagi pacaran. Ndak peduli. AIh, saya suka susah menggambarkan suasana dan wujud alam. Jadi, pokoknya ada air terjun gitu. Airnya muncrat-muncrat. Ada air terjun yang gede plus bawahnya dalam, dan tentu berbahaya. Apalagi bagi yang tidak mampu berenang. Tapi ini segerrrr…

SATPAM and Curug Cikaso
SATPAM and Curug Cikaso
Curug Cikaso + Teknik Kamera
Curug Cikaso + Teknik Kamera

Lalu, disampingnya ada yang lebih kecil. Lebih dangkal. Tapi tetep saja. Kereennn. Kayak di film-film itu lho. Pendekar mencari ilmu di bawah air terjun. Dan ternyata, kejatuhan air terjun ini sakit juga. Seperti dipukuli atau dikamplengi. Seru lah. Batu-batuannya rada licin, jadi hati-hati. Aih, keren lah pokoknya. Ndak nyesel jauh-jauh.

Uwoooo....
Uwoooo….
Curug versi cetek
Curug versi cetek

Setelah puas ciprat-cipratan, dikamplengi air jatuh, foto-foto, dan basah-basah, kami balik. Sok-sokan mau ngejar sunset di pantai Ujung Genteng. Yang akhirnya gagal, karena kejauhan dan kalau ke Ujung Genteng, ada kemungkin telat balik Bandung. Akhirnya kami langsung ke Pelabuhan Ratu.

Balik dari Curug
Balik dari Curug

Ini perjalanan rada nyantai. Walau gelap. Di hutan-hutan. Bensin mau habis (akhirnya beli eceran). Lalu kami nyanyi-nyanyi ala di karaoke. Dengan suara yang pantas dijadikan sirine buat alarm bangun pagi. Lagunya Bohemian Rhapsody pula. Ahaha.

Kami sempat mampir buat makan malam, dan klekaran. Tak lupa, solat Maghrib dan Isya juga. Dan akhirnya kami sampai di Pelabuhan Ratu jam 23an. Capek, iya. Beberapa pada tidur di serambi masjid. Ada yang muter-muter juga. Saya memilih mencari toilet atau tempa wudhu. Rambut yang kena air curug dan tidak mandi sejak Jumat pagi itu sangat huah, menjengkelkan. Gini-gini saya juga cinta kebersihan.

Makan Malam
Makan Malam

Malam tak lantas kami tidur. Kami mendirikan tenda, sambil ngobrol ke sana ke mari. Makan kacang dan minum air putih. Ditambah angin laut. Komposisi sempurna untuk perut saya menjadi lokasi reaksi fusi dan fisi. Lalu, lompat pagar, cari toilet. Pas balik, tenda dan tikar dari krukup tenda sudah penuh sama sarden. Yang semula pada tidur di mobil dan serambi, sudah pindah ke sini ternyata. Mana sleeping bag yang dipake untuk selimut sudah habis, tidak sampai nutupun saya. Meh. Tapi masih mending sih, saya masih bisa bantalan. Reda malah bantalan dengan makroni seplastik gede.

Sebelum jadi sarden
Sebelum jadi sarden

Pagi, setelah Subuh, nyetor lagi. *ini kenapa sering banget kesebut*. Lalu main-main di pantai, nungguin sunrise. Tapi di Pelabuhan Ratu ndak terlalu sip sih. Terbitnya tidak di arah laut. Ya sudah lah ya. Lalu kami main bola, dan capek. Lalu foto-foto, sarapan, dan nyemplung ke laut. Rada takut saya sebenarnya. Lha ndak bisa renang. Tapi, kayaknya pantainya cetek. Dan semua pada nyemplung. Masak saya nggak nyemplung juga. Seru. Terakhir kali saya nyemplung ke pantai kapan ya…

Entah apa pula ini
Entah apa pula ini
Nyunrise
Nyunrise
Bola, Bola, Bola
Bola, Bola, Bola
Jump
Jump
Surfing they said
Surfing they said

Jam 9, mulai perjalanan pulang. Setelah mandi tentunya. Sempat mampir buat makan di Cianjur. Dan sempet ganti tempat makan gara-gara bau dan harganya mahal. Ahaha. Akhirnya, kami sampai asrama jam 4. Alhamdulillah. Utuh.

NB : more photos, stalk my facebook’s account

Note :

  • Diklat : Nggelidhik Kilat
  • SATPAM : Satuan Pemegang Amanah. *salah satu kepanjangannya.
Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s