PPL – Rumah Bunglon

Jadi, saya dulu pernah ngambil mata kuliah Proyek Perangkat Lunak (PPL), yang diampu oleh Bu Yani. Tapi, saya dengar-dengar, sudah tidak dibuka gara-gara peminatnya sedikit. Jadi, si PPL ini intinya, mengerjakan proyek (biasanya fiktif) dari awal hingga akhir. Termasuk bagian dokumentasi. Salah satu benda yang saya benci sekaligus saya butuhkan. Saya benci kalau ada developer yang gak bikin dokumentasi kerjaannya, terlepas dari rasa terima kasih saya telah menggunakan kerjaannya. Hmm, nampaknya saya jadi membenci diri sendiri berdasarkan preposisi tersebut.

Tugas PPL dikerjakan per kelompok, biasanya 6 orang. Saya sekelompok dengan Rezan, Ana, Sancret, Ipin, dan Akbar. Rumah Bunglon adalah nama kelompok kami. Entah siapa yang mengusulkan, saya juga lupa.

Kenapa saya tiba-tiba posting random gini? Soalnya, kemarin pada akhirnya kelompok Rumah Bunglon berhasil foto bareng. Yeee. Berikut hasilnya :

Rumah Bunglon
Rumah Bunglon

Kalau diinget-inget lagi, banyak kejadian-kejadian yang nostalgic yang terjadi. Dan, ujung-ujungnya jadi ketawa. Emang ada ya kejadian-kejadian yang diingat jadi sedih? Atau saya jarang sedih? Atau ndak mau bersedih? Atau lupa kalau pernah sedih? Lha wong hidup cuman mampir ngombe kok sedih-sedihan. Nonton film Hachiko aja ketawa *ndak punya rasa perikeanimaliaan*.

Yah, hidup selama 22 th lebih sekian bulan sudah banyak yang bisa dikenang ternyata. Salah satu nya ini. Yang lain? Banyak. Konon, kalau orang mau menghembuskan nafas terakhir, semua kejadian yang dialami muncul jadi flashback. Kayaknya seru juga. Pas mau meninggal malah ketawa-ketawa. *aih, serem ding, takut dikira becanda, dan gak ada yang mau ngubur nanti*

Ya daripada mau mati nangis-nangis? Masak keluarga yang ditinggal nangis, sahabat-sahabat dekat nangis, dan kita yang mati juga nangis, bubar. Siapa yang mau ngehibur. *aih, makin gak jelas dan makin serem*.

Makanya, hidup itu yang bermanfaat bagi orang lain, beribadah juga. Biar pas mau meninggal gak nangis karena takut masuk neraka. Dan gak kena flashback belum bayar utang, belum minta maaf, belum makan Tiramisu, belum nikah, belum naik haji, belum ke Alaska, dst. YOLO lah ya.

Sekali-kali coba lah hal di luar boundary. Masak separuh hidup di depan komputer, 5/24nya tidur, sisanya rutinitas. *ngaca Sun*

Jadi, marilah do something that matter. Kan keren tuh, kalau cucu, cicit, atau buyut kita yang masih SD ngomong ke temennya, “Tahu gak kalau yang bikin TREK-JUNG-TREK-JES itu simbah-ku?”. *Ngomongnya sambil ketawa bangga*

Ya sudahlah, ini salah satu dari sekian hal nostalgic saya. Ah gak ding, sebenernya biar mosting sesuatu saja sih. Baru nyadar, hampir sebulan ndak posting apa-apa. Maklum, antara sibuk jadi ndak sempet atau lagi banyak pikiran. *halah, paling juga mikir opo*

PS : TREK-JUNG-TREK-JES = variabel yang bisa diisi apapun 🙂

NB : Yo, judulnya PPL isinya sampai ke near death experience. Salahkan nodus ranvier saya.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s