Tidak Tersesat di Malaysia : Kuala Lumpur

Jadi, saya akhir-akhir ini pengen jalan-jalan. Keracunan artikel-artikel di internet, jalan-jalanlah selagi masih muda. Nah, berkat itu, saya beranikan diri nyari-nyari tiket promo pesawat. Dan kebetulan punya paspor (yang kudunya dipake buat daftar S2). Dapatlah saya, tiket lumayan murah, ke Kuala Lumpur, PP, 489.900.

Susah nyari temen ternyata. Maklum, ansos. Tapi, untung saya nemu satu makhluk, walau rada riskan kalau diajak pergi-pergi, sebutlah Lorenz.

Karena ini first flight dengan motivasi jalan-jalan pake duit sendiri, saya sudah siap bikin itinerary, ngeprint peta, daftar tujuan, dan menghubungi teman saya yang di KL, Bibah, supaya mau nganter jalan-jalan. Takut nyasar. Bibah dengan baiknya memberikan arahan bagaimana cara kami ketemu Bibah pasca sampai di bandara. Pokoknya naik bis ke KL Sentral.

Nah, penerbangan kami terjadi 8 Juni 2013, pagi, jam 7an. Makanya, musti berangkat dari Subuh, biar ndak telat. Kami sudah bikin plan B kalau beneran telat dan gak jadi berangkat. Yakni belajar Potosop.

Untungnya, tidak perlu belajar Potosop. Kami berangkat dari kostan saya jam 4 dini hari, lalu mampir Burger Raja untuk beli sarapan, kebetulan lagi promo. 11 ribu perak dapet ayam, nasi, minum. Lebih murah dari ayam cobek Cisitu. Lalu kami naksi ke bandara Sukarno Hatta. Sembari mencoba tidak tertidur, biar tidak diculik.

Kami sampai di bandara, lalu sarapan, lalu check-in, lalu imigrasi, lalu ngetem nunggu pesawat. Karena ngantuk, kami tidur di pesawat. –> iki ra penting tenan paragraf-e

Sebelum berangkat
Sebelum berangkat

Wohoo, 2 jam kemudian, kami tiba di LCCT. Selamat. Alhamdulillah. Tujuan pertama adalah KL Sentral, untuk ketemu Bibah. Untung ada wifi gratis, jadi bisa ngehubungi Bibah. Naiklah kami pakai bus, 8 Ringgit per orang. Sepanjang perjalanan terlihat pemandangan yang bagus. Eh, embuh ding, kami tidur.

Akhirnya kami bangun, dan sudah sampai di KL Sentral. KL Sentral ini sendiri adalah mall dan semi-terminal (lha wong bis kami berhenti di sana.). Banyak orang crut. Macem-macem bentuknya. Saya yang tiap weekday selalu ketemu bule saja cukup “hah”. Kemudian, kami masuk dan mulai mencari Bibah. Setelah cukup lama menunggu dan mencari dan menunggu, kami bertemu juga. Karena hari sudah siang, makanlah kami. Makan pertama kali di Malaysia.

Makan Siang
Makan Siang

Cih, karena ini pertama kali ngeluarin duit ringgit buat makan, gak kerasa mahal. Tapi pas dikonversi ke Rupiah. Aih. Tapi enak kok (makanan mahal selalu enak, demi ketenangan jiwa).

Tujuan berikutnya adalah Bukit Bintang, menuju calon penginapan kami. Dari KL Sentral kami berjalan sebentar menuju tempat Monorail diiringi terik matahari yang beneran terik. Weh, ini kali pertama saya numpak Monorail. Karena baru pertama kali, ya kerasa gimanaaaa gitu, goyang-goyang ala Halilintar sederhana di Dufan.

Monorail
Monorail

Semoga Jakarta/Indonesia lekas punya yang serupa. Jadi kalau mau naik halilintar, ndak perlu ke Dufan. Ampas, sekarang Dufan mahal parah. 280rb. Peh.

Dari stasiun Bukit Bintang menuju tempat penginapan kami mlaku. Setelah sedikit cek-cok, ah gak ding, cuman mis komunikasi, akhirnya kami dapat kamar juga. Harganya RM65/malam, untuk dua orang. Karena kami langsung 3 hari, kami dikasih diskon sehingga cukup bayar RM180  untuk 3 hari. Padahal ya kami gak minta diskon, dan gak tahu kalau bisa didiskon kayak di pasar.

Setelah sedikit leha-leha, kami menuju tujuan pertama kami, Kuala Lumpur (KL) Tower. Buat yang belum tahu apa itu KL Tower, silahkan cek di sini. Dari Bukit Bintang ke KL Tower ini kami jalan kaki. Jauh juga. Hampir poklek  kaki saya. Mana ngantuk. Tinggi KL Tower ini sendiri 421 m. Saya sampai menulis tulisan ini masih tidak percaya. Kayaknya pendek deh. Terlalu lebay ah kalau 421m.

KL Tower
KL Tower

Sebenarnya, kita bisa naik sampai puncak KL Tower ini. Tapi, apa daya dana berbicara, kuli keyboard selevel saya masih menganggap eman-eman RM 50 buat naik doang. Ahaha. 150 ribu je kalau dikonversi ke Rupiah. Yah cukuplah melihat dari kejauhan, dari kedekatan, dan berjalan-jalan di sekitarnya. Sembari menelan ludah.

Perjalanan dilanjutkan. Masih dengan jalan kaki (saya sebenarnya suka jalan kaki. Bisa melihat sekitar dengan lebih jelas dan melakukan tindakan aneh. Tapi, kalau pas ngantuk, kok argh). Sekarang kita mau ke mall buat solat. Setelah solat, kami ke KLCC. Apa itu KLCC, silahkan baca di sini. Kurang lebih itu mall di mana terletak si Twin Tower yang terkenal itu.

Salah satu tujuan kami ke sini adalah membeli sim card. Buat jaga-jaga kalau ndak ada wifi. Setelah itu kami makan malam di food court setempat. Mulai terasa bahwa 1 RM itu bukan seribu rupiah. Sudah auto-calculate. 10 RM = IDR 32.000. Cih.

Makan Malam
Makan Malam

Keterangan foto : Itu Bibah dan Lorenz. Coba tebak, mana yang Bibah dan mana yang bukan Bibah?. Itu yang di tengah mirip keripik adalah Nacho. Makanan Meksiko. Akhirnya kesampaian buat makan Nacho juga.

Setelah makan, kami nonton air mancur sebentar sembari foto-foto si Twin Tower tersebut. Setelah dilihat, bagus juga. Setelah dilihat sekali lagi, kok bagus banget ya. Bercahaya.

Twin Tower
Twin Tower
Twin Tower
Twin Tower

Setelah puas melototin Twin Tower, si Bibah pulang. Dan sisanya, balik ke penginapan. Dengan Selamat.

NB : Ini tulisan sudah pengen ditulis sejak lama. Tapi apa daya. Baru hari pertama pula. Dari 3 hari -_____-. Untuk kelanjutannya, tunggu saja lah. Entah kapan.

Iklan

13 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s