Chuseok: Makan Gratis

Belum ada sebulan saya kuliah, eh udah libur panjang. Libur Chuseok, pada tanggal 18-20 September kemarin. Karena Sabtu-Minggu libur, jadi ya libur 5 hari. Chuseok sendiri merupakan salah satu hari raya di Korea Selatan, semacan harvest festival lah. Kalau di Indonesia, cem libur Lebaran. Toko-toko pada tutup, pada kumpul sama keluarga masing-masing. Saya sendiri kurang tahu detilnya, jadi ya baca di wikipedia saja.

Pas H-1 sebelum liburan, guru bahasa Korea di kelas saya memberikan makanan khas Chuseok ini. Saya cuman ingat satu saja namanya, Songpyeon (kalau di foto, yang ada sumpitnya). Satu lagi berupa moon-cake. Dan satu lagi berupa minuman. Ketiganya berasal dari beras. Ketiganya sangat manis, terutama yang moon-cake. Mungkin ini semacam nastar atau isi kaleng Khong-Guan pas kita lebaran.

Chuseok Foods
Chuseok Foods

Hari Rabunya, saya dan beberapa teman Indonesia pergi ke acara UNESCO, kalau gak salah, gathering budaya gitu. Ya, daripada membusuk di asrama, mending main ke sana. Dapat makan gratis pula.

Acaranya sendiri kurang lebih seperti memperkenalkan budaya masing-masing negara. Hari tersebut giliran Korea dan Bangladesh. Saya nyobain bikin gimbab. Itu lho, nasi yang digulung pakai rumput laut gepeng. Yah, cuman nggulung dan motong doang sih. Ini enak lho. Makan banyak saya. Ngahaha.

Lalu makan siang. Pake makanan Korea. Saya ndak tahu namanya. Udon mungkin. (Update: Itu yang oranye tteokpokki, yang coklat odeng, bukan udon, nah kimbab yang kayak arem-arem tapi dibungkus rumput laut, credit : Fatia)

Korean Foods
Korean Foods

Enak wis pokoknya.

Setelah itu, ada pertunjukan menuang teh. Rada lama prosesinya. Dituang, digojaki, dituang, diputer, diputer, dituang. Baru disajikan. Minumnya pun musti pakai dua tangan, dan tiga tegukan kalau ndak salah. Jenis teh-nya ada tiga, warnanya beda-beda kalau ndak salah ingat.

Prosesi Menuang Teh
Prosesi Menuang Teh

Selain teh, ada juga camilan lain yang disediakan di meja. Saya lupa namanya. Tapi, saya cobain. YOLO. Halal, edible, dan gratis ini.

Camilan Chuseok
Camilan Chuseok

Setelah Korea, kami disuguhi makanan khas Bangladesh. Saya ndak tahu nama makanannya.

Bangladesh Foods
Bangladesh Foods

Setelah makan, kita dapet sedikit insight tentang negara Bangladesh, seperti kalau di Bangladesh itu ternyata ada 6 musim. Nah, habis itu, ada makanan Bangladesh lain. Kari ayam. Saya turut membantu mengupas bawang bombay dan ngiris kubis. Pedes juga ternyata. Dan, kari ayam ala Bangladesh ini sangat enak.  Seriusan.

Kari Bangladesh
Kari Bangladesh

Dan, teh khas Bangladesh juga enak. Kayaknya cuman dicampur susu. Tapi tetep saja, enak.

Teh Bangladesh
Teh Bangladesh

Setelah makan kari, kami pulang lebih dulu. Disuruh latihan Saman sama Bu Guru.

PS : Saya akhirnya bisa main bola, tadi pagi, sama beberapa orang Korea. Semoga bisa rutin.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s