Idul Adha di Kampung Orang

Jadi, hari ini adalah hari Idul Adha di kampung orang. Malam sebelumnya, sempet sendrap-sendrup, tidak mendengar takbir. Kalau di rumah, mushola di sebelah selatan rumah saya pasti sudah nyetel rekaman takbir atau takbir manual. Kadang suka jengkel, karena berisik. Sekarang, ngangeni.

Pagi tadi, saya solat Id di Masjid Umar Bin Khatab. Jaraknya, 2 kali naik bis. Karena tempatnya yang sempit, solat id dibagi menjadi 3 kloter. Jam 7.30, 8.30, dan 9.30. Saya ikutan yang paling pagi.

Biasanya, kalau sedang di rumah, dan mau solat Id, pasti di-opyak-opyak supaya lekas mandi, biar ndak telat ke lapangan. Kali ini, saya yang ngopyak-opyak teman sekamar saya, yang bakal jadi khotib di solat id kloter pertama.

Biasanya naik motor atau jalan kaki ke lapangan, ini naik bis buat ke tempat solat.

Solat id berjalan seperti biasa. Cuman ndak bisa liat jamaah perempuan yang pakai rukuh putih-putih *halah. Ndak ada yang jualan balon atau suara anak kecil nangis juga. Rada mewek. Sempet foto-foto sebentar dengan beberapa jamaah Indonesia dan negara lainnya:

Jamaah Solat Id
Jamaah Solat Id

Setelah solat, bubar jalan. Ndak ada potong memotong kambing atau sapi. Katanya, di sini ndak boleh memotong hewan sembarangan. Ya sudah. Tapi, mas Wasis (salah seorang TKI yang super baik hati) ngajakin makan-makan nanti malam di kampus saya. Jelas. Diterima.

Sampai asrama, masak nasgor buat sarapan. Yang ternyata kurang asin, karena kebanyakan nasi. Dilanjutkan dengan tidur dhuha *halah. Bangun jam 12an, solat, lalu ke lab. Nginstal komputer yang kena grub error atau apalah, sampai sore. Jam 7, ada kelas korea. Side story, lagi pengen coklat gratis, eh, ada temen yang bagi-bagi coklat gratis ke semua anak di kelas, senangnya.

Ohah. Jam 8 pm. Makan-makna dimulai. Beberapa nyetor bahan makanan. Ada yang masakin daging, ada yang bawa nasi. Ada yang ngerampok nasi dari kantin. Bawa piring. Bawa minuman. Dan sejenisnya. Lalu, kita gelar tikar dan koran. Mulai makanlah kita. Nyammm….. Enak.

Menu makan-makan
Menu makan-makan

Yang paling enak yang dibelakang saos dan kecap itu.

Serbu makanan
Serbu makanan

Makan sampai kenyang. Dan selalu, makan bareng-bareng itu selalu menyenangkan. *penulis masih kekenyangan saat tulisan ini dibuat.

Foto bersama
Foto bersama

Nah ini peserta makan-makannya. Ada yang ndak ikut foto sih, pak Budi dan keluarganya dan yang moto (mas Ardi).

Oke, mari kita absen, semoga ndak salah sebut.

Berdiri kiri-kanan: Busra (mahasiswi Kenya), Izza, Leysha, Fellin, Feby, mas Wasis, Tedy (kaos merah), Rischan, Agnes, Rahmat, Irvanda, Nugraha (kaos putih), Aufar (depannya kaos putih), mas Hilmy (belakang), Andri (depannya mas Hilmy)

Jongkok kiri-kanan : Zahra, Izzu, mas Aris, Saya (Sunni), mas Zaky.

Yah begitulah. Lumayan buat ngobatin kangen rumah.

 

PS: habis ngobrol-ngobrol sama temen, jadi inget Idul Adha sejak SMA yang sebulan makan dengan menu daging sapi sampai bosen, lalu beli nasgor. Sekarang, makan daging susah. Jadi inget juga idul adha di bandung, yang malah masak-masak AYAM di kostan temen, sampai ndak kebagian daging masakan di asrama. Atau tahun lalu yang masak sate di rumah, sampai ndak kuat makan. Dan, Idul Adha tahun 2008, yang kepala saya ndak bisa noleh pas solat id, gara-gara naik halilintar di Dufan sehari sebelumnya.

Trekjung trekjes.

Mari tidur. Jangan lupa bersyukur. Mungkin yang mudah diperoleh sekarang, susah didapat di kemudian hari. Bahkan yang sepele, seperti di-opyak-opyak untuk mandi.

Trekjung trekjes.

Buat catatan di Idul Adha tahun depan 🙂

Iklan

6 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s