Autumn Mudeungsan

Sabtu, 2 November 2013, saya naik gunung Mudeungsan. Sebenarnya San = gunung, jadinya redundant sih, tapi ah sudahlah, bahasa ini. Saya diajak salah seorang pekerja dari mushola Umar Bin Khattab (mushola tedekat dari kampus, 2 kali naik bis). Intinya, saya sih ikut-ikut saja. Sekalian melepas penat dan ngicipin gunung di Korea.

Pesertanya ada 10 orang, 6 mahasiswa dan 4 pekerja. Gunungnya tidak terlalu jauh, cukup 2 kali naik bis. Yup, mulai lah kita mendaki, setelah didahului dengan berdoa bersama.

Mudeungsan National Park
Mudeungsan National Park

Rute yang dilalui cenderung mudah, jangan dibandingkan dengan gunung yang ada di Indonesia. Pas kami naik, banyak sekali pendaki lain. Kebanyakan orang tua atau keluarga. Ada juga yang masih muda, tapi sedikit. Mungkin yang lain sedang meniti karir sebagai girlband atau boyband. Tre-tekcdung cess.

Ah iya, tulisan ini saya kasih imbuhan autumn yang artinya musim gugur, yang konon musim terindah diantara 4 musim lainnya. Kenapa indah, mungkin karena pohon sudah mulai menguning daunnya. Dan, memang benar indahnya. Rute dimulai dengan jalan aspal, lalu mulai menanjak, tak lama kemudian bisa ditemui anak tangga dengan daun menguning di kanan-kirinya. Bagus.

Autumn Road
Autumn Road
Autumn Stairs
Autumn Stairs

Perhentian pertama. Berbentuk dataran yang cukup lapang, banyak orang beristirahat. Begitu pula dengan kami. Di pit stop pertama ini, kita bisa melihat beberapa gunung dan merasakan semilir angin yang wusss…

Ngemil di pit stop 1
Ngemil di pit stop 1

Nah foto di atas adalah saat kita mampir ngombe. Liat orang berjaket biru di sebelah kanan itu? Baik lho, ngasih telur rebus dan coklat, wkwkwk. Ndak tahu kenapa, mungkin muka kami muka melas.

Setelah selesai istirahat, kami melanjutkan perjalanan. Mulai berbentuk batu-batuan dan makin menanjak. Yang saya suka adalah tempat-tempat yang ujung atau menjorok ke tebing. Keren.

Jurus Bangau
Jurus Bangau

Perjalanan belum seberapa, baru mencapai 2/3 nya. Isinya batu thok.

Bebatuan
Bebatuan

Setelah mencapai local maxima, masih terbentang jalan panjang menuju maxima lainnya.

Jalan panjang menanti
Jalan panjang menanti

Nah, kami menuju maxima lain yang ada di foto di atas. Dan, after doing some more algebra, sampailah kita. Di bagian mendekati si maximabanyak ditemui bebatuan. Saya curiga si batu dipotong-potong, soalnya lurus potongannya. Dan ada juga jalan buatan yang membantu pengunjung mencapai puncak.

Jalan menuju puncak
Jalan menuju puncak

Di puncak terakhir, kita istirahat, makan, karena memang sudah lapar, dan udara mulai dingin. Sembari menggelar klasa alias tikar, kami menikmati bekal kami.

Makan siang
Makan siang

Mumpung di puncak, kami tentu tak melewatkan kesempatan ini untuk foto-foto. Pemandangannya cukup wow. Bisa melihat danau, kota yang terpapar cahaya matahari, stadion piala dunia, pit stop 1, dan tentu saja gunung tetangga.

1100 meter
1100 meter
Peta
Peta

Oh iya, karena Mudeungsan tidak terlalu tinggi, sangat pas kalau dipasang peta sehingga kita bisa mengetahui bangunan apa yang terlihat.

Setelah cukup puas menikmati suasana dan sudah tak kuat dengan dinginnya udara, kami memutuskan untuk turun gunung. Jalanan turun gunung didominasi jalan setapak dan bebatuan. Ada satu hal yang menarik perhatian saya. Bentuknya “cuma” sekedar batuan gede silindris yang ditumpuk-tumpuk. Tapi, setelah saya pikir lebih jauh, ini masih satu konsep dengan Borobudur, Stonehenge, atau Piramida. Batu gede, ditumpuk. Saya ndak kebayang gimana menatanya.

Yah, malah fokus ke orangnya -___-
Yah, malah fokus ke orangnya -___-

Ah sayang sekali, ndak ada dokumentasi yang diambil seputar batu ditumpuk ini. Ahaha.

Kami mampir di suatu lokasi, ranger station kali ya, untuk solat. Lalu melanjutkan perjalanan turun, yang panjang, mendatar, dan sangat melelahkan, juga membosankan. Sampai, kita ketemu lagi dengan pepohonan berdaun kuning kemerahan. Yah, walaupun di kampus ada, dan di awal pendakian juga ada. Ahaha

Pohon berdaun kemerahan
Pohon berdaun kemerahan

Dan kami pun berfoto ria…

1, 2, 3, lompat
1, 2, 3, lompat

Setealah puas, kami menyusuri jalanan aspal hingga sampai akhir perjalanan. Dimana kami mengantri untuk naik bus dan balik ke kampus. Well, menyenangkan.

Ada beberapa pelajaran yang bisa ambil dari perjalanan kali ini:

  1. Orang Korea niat banget buat menata objek wisatanya, sampai dikasih keset gede di beberapa tempat, ada semacam tangga kayu, dan tali biar ndak jatuh.
  2. Orang Korea yang naik kostumnya lengkap-lengkap. Saya sudah sering di-heran-i karena cuman bersandal gunung, sementara mereka pakai sepatu gunung. Yah, maklum Om, anak kampung
  3. Entah gara-gara musim gugur, hari Sabtu, atau rute yang cenderung mudah, ini gunung banyak banget yang mengunjungi. Sempat ada rute yang penuh orang dan bikin males
  4. Musim gugur memang bagus, terutama di awal pendakian yang banyak pohon dan banyak anak tangga batu. Kuning kemerahannya itu lho, ahaha. Romantis *pretttt
  5. Nampaknya, orang jaman dulu main lego-nya pakai batu ukuran jumbo, ndak cuman di Mesir, Indonesia, Meksiko, Cina, Inggris, di sini juga. Sayang, kalah bagus
  6. Tempat favorit saya, ya ujung batu tertitnggi di tepian. Rasanya, semacam di kepala Going Merry, ahaha. Semilir
  7. Orang Korea (yang ditemui, kebetulan) baik-baik, suka tiba-tiba ngasih makanan.
  8. Karena gunungnya tidak terlalu tinggi dan tidak jauh dari kota, kita bisa melihat paparan kota, semacam main Sim City lah
  9. Nuff said, Mudengsan, Anda kalah telak dari gunung di Indonesia *soalnya, saya baru saja ngeliat foto-foto gunung di Indonesia :’)
  10. Mata > kamera, you don’t say. Ahaha

Yah, secara umum, menyenangkan. Pengalaman pertama mendaki gunung di kampung orang.

Btw, ini saya kasih judul Autumn Mudeungsan karena tak sampai 10 hari setelah pendakian ini, saya mendaki dengan jalur yang berbeda, dan pengalaman yang berbeda juga. Tunggu saja, kalau saya ndak males.

Iklan

8 comments

    • Emang kok, kalau urusan pemandangan alam, bagusan di kita… jauh…. yah, gak ada salju, musim gugur, sama musim semi saja sih, sama kurang rapi kitanya

  1. Mas, klo dari daerah distrik dae chon-dong, buk-gu, gwangju lbh tepatnya dari daerah pabrik2 industri korea atau dari gwangju institute of science and technology klo mau naek bis bisa diinfokan mas rute bis nya yg kearah mana y?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s