Tahun Baru dan Kembang Api

Yeay, tahun baru lagi. *njur ngopo nek tahun baru Sun?

Ndak ada yang spesial sih, tur biasanya kalau pas tahun baru, jadi lebih gampang mereview setahun belakangan. Sebenarnya, setahun saya bagi 2 sih, periode 1 Januari – ultah saya dan ultah saya – 31 Desember. Tapi, kali ini sekalian saja satu tahun, lha wong pas kemarin ultah lupa ngereview.

Jadi, tahun 2013 diawali dengan camping di bukit Banyak Angrem, dan diakhiri di depan laptop (ngitung WIBnya ya). Ngahaha. Dua-duanya sama-sama ndak ada kembang api. Tapi kalau dulu sih wajar, lha hujan deres, dan di tenda, jadi ya ndak terlalu kecewa. Dan paginya ada nyumet mercon juga. Kalau sekarang, saya sampai cukup niat ke downtown, buat ngeliat kembang api. Eh, sayang seribu sayang, di downtown Gwangju ndak ada apa-apa, cuman kayak malam Minggu biasa. Banyak tempat dugem dan orang-orang mabuk malahan.

Saya sebenarnya ndak tahu kenapa jadi pengen liat kembang api. Mungkin kebiasaan kali ya. Dulu pas jaman kuliah, karena kebetulan libur, jadi bisa main ke kostan temen saya di Jogja yang strategis buat ngeliat kembang api di penjuru Jogja tanpa perlu keluar kostan. Pernah juga, karena ndak sempet ke Jogja, nginep bareng-bareng di rumah temen di Kota Baru Parahyangan. Kayaknya, seru saja denger suara kembang api, terus mencari arahnya. Yah, saya sendiri mikir 1000 kali kalau buat beli kembang api atau petasan, eman-eman, dan seperti bakar duit.

Akhirnya, memutuskan ndekem di depan laptop, menanti orang-orang buat online untuk main DotA. Sayang seribu sayang, kayaknya pada jalan-jalan. Sepi. Ada sih yang males atau lagi sakit perut (surprisingly, 3 orang yang chatting dengan saya sakit perut/pencernaan bersamaan, padahal saya yang biasa punya masalah dengan perut, ngahaha).

Dengan sedihnya, *halah*, nyekrol-nyekrol Fesbuk atau Twitter, terus nemu ada yang ngepos video kembang api di Jakarta, terus saya nonton. *menyedihkan sekali kalau saya pikir-pikir, ahaha. Ada juga teman yang baik hati ngefotoin kembang api dari rumahnya, walau jane males.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

*baru tahu bisa dibikin gallery kayak gini, jadi ini sekalian nyobain. Ahaha.
Yah, lumayan lah daripada ndak ada sama sekali.

Ini kenapa saya malah fokus ke kembang api -______-.

Oke, secara umum, 2013 ini sangat random. Banyak hal yang tidak terduga, dan di luar perkiraan. Efeknya, banyak targetan saya di awal kedua semester yang meleset. Terutama semester dua sih. Ahaha. Contoh, pengennya nemu teman main bola di Gwangju, eh kenyataannya cuman sekali main bola. Cuaca di musim dingin juga menambah hambatan dalam bermain bola. Yah, maklum lah, hidup baru, banyak hal tak terduga.

Tapi, alhamdulillahnya, banyak penggantinya. Penggantinya tak terduga juga. Misalnya, nyaman (nari saman maksudnya). Ndak pernah kepikiran di benak saya buat nari, ternyata kejadian. Menang pula, ngahaha. Yah, tinggal pinter-pinter nyari hikmah dibalik kejadian saja. *Ahey, terdengar bijak.

Tahun 2013 juga punya segudang peristiwa yang bertema “first time“. Bukan tendangan first time tentunya. Tetapi, banyak pengalaman yang baru pertama kali itu saya rasakan. Misalnya, nari tadi, naik gunung, ke luar negeri, naik monorail, masak, bikin email resign, naik motor jarak jauh, liat salju, patah hati, beli baju sendiri, dapet kue ulang tahun, menang arisan, dapet beasiswa S2 (lebih dari 1 pula), mengalami banjir, pergi ke nikahan temen yang jauh, nganggur sebulan (semoga enggak lagi), nerima dan ngirim kartu pos, tinggal di negeri orang, dan seterusnya. Hal ini tak lepas dari sungguh random dan sering melakukan kegiatan atau memutuskan sesuatu dadakan. Well, dadakan cenderung lebih konkrit memang.

Ada peningkatan ndak Sun? Hmm, entahlah. Tambah bijak mungkin dari yang dulunya urakan. Sedikit. Yah anggap saja ada. Ah mbuh ding, kayaknya biasa saja. Ngahaha. Nambah skill masak tentunya. Oh iya, tentang masak, saya mengucapkan terima kasih pada Google, semua penulis resep di internet, dan teman-teman yang membantu saya dalam memasak (mengasih ide, tips, maupun sejenisnya) sehingga saya bisa hidup sampai saat ini. Dan tentu saja, Saus Tiram. All hail Saut Tiram, HAIL…

Apa lagi ya. Oh iya, baru kali ini, saya merasa merantaunya kejauhan. Hiks. Baru sadar, sudah minggat dari rumah selama lebih dari 8.5 tahun. Tapi ya sudahlah, buat pengalaman.

Setelah dipikir-pikir (mikirnya pas nulis), banyak hal baru memang, tapi ndak fokus. Buktinya, saya masih gini-gini saja. *gini-gini saja ki opo jal. Mungkin, di tahun 2014 ini, saya perlu mencoba lebih fokus, teroret. Biar target awal semester ini tercapai.

Ngomong-ngomong target atau resolusi, saya masih bingung (seperti biasa) buat menentukannya. Hidup so random itu kadang-kadang repot juga. *random seko Hongkong, cuman ndekem  di depan laptop terus ini*. Yah pastinya, hidup bakalan lebih banyak tantangan dan muncul masalah-masalah baru. Kalau ndak ada gituan, ndak hidup kayaknya. Eh mbuh ding. Semoga saja saya makin kuat, ahey.

Tak lupa, saya ucapkan terima kasih kepada Gusti Allah atas segala-galanya. Lalu keluarga di rumah dan yang ndak di rumah, di masa kini maupun nanti. Dan teman-teman saya yang baik di segala cuaca dan tak bisa disebutkan satu persatu. Takut bakal geer kalau disebut, dan takut mutung kalau ndak disebut. Dan dosen pembimbing. Malah kayak Kata Pengantar. Semoga bisa liat kembang api lagi tahun depan. Cita-cita cetek.

Bismillah…

*Mari mandi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s