Willkommen, Juli

Akhirnya buan Juni telah usai, dan sudah menjadi bulan Juli :v. Kebetulan pula hampir sepanjang Juli bakalan puasa. Mari sedikit mengingat yang terjadi di bulan Juni.

Dua pekan pertama bulan Juni saya habiskan di Jakarta, mengunjungi kantor lama :). Tidak banyak berubah, walau banyak staff yang datang dan pergi *halah. Ini merupakan business trip pertama saya di perusahaan yang baru. Pertama kali juga merasakan City Link dan bandara Halim Perdanakusuma. Memang sengaja milih itu, biar merasakan :). Banyak cerita sebenarnya selama 2 minggu pertama ini, mulai dari hotel, perpisahan supervisor saya yang lama, lari 10k, dan pernak pernik lainnya. Sudah saya tulis bahkan, tur ya masih sekadar numpuk di draft. Ya, semoga saja nanti ter-publish.

Saya menyempatakn mengunjungi Bandung setelah dari Jakarta. Tujuan utamanya sih ngurus buku tabungan. Yah, lumayan bisa ketemu beberapa teman. Walau dengan anehnya, banyak yang mendadak pergi dari Bandung. Ada yang hampir ndak pernah pula, tiba-tiba disuruh pulang, sampai dibeliin tiket. Beuh. Obrolan dengan teman-teman lama memang menyenangkan. Dan tentunya, saya bisa main bola di asrama. Sangat menyenangkan. Ah, sejak kapan main bola jadi susah ya 😦

Saya mencoba untuk bekerja secara mobile. Di asrama, di bandara, bahkan sempat kepikiran di dalam travel. Namun, apa daya, saya kok ternyata perlu kondisi yang nyaman untuk bekerja dengan maksimal. Dan internet ternyata cukup susah didapatkan. Perlu dicoba lain kali.

Pekan ke tiga, saya tepar. Dua kali diare diselingi flu. Yak, dua kali. Plotnya, diare, sembuh, kena flu, sembuh, diare. Ouch. Menyiksa. Untung toilet sangat terjangkau. Saya ndak bisa membayangkan kalau kena diare di gunung. Kebetulan ada ajakan ke gunung, terpaksa saya tolak. Argh. Jangan sampai lah. Btw, entah kenapa selalu teringat kuis kuliah IB (inteligensia buatan) kalau kena diare. Maklum, dulu pernah diare (kayaknya) gara-gara makan roti cane, terus besoknya ada kuis IB. Teuing lah, yang penting segera pulang, ngasal ngerjainnya. Ahaha.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih pada Entrostop. Dan teman-teman yang memberikan saya semangat untuk mengalahkan diare. *uopoh.

Pekan terakhir, ada kunjungan singkat dari manusia annoying, Lorenz. Lalu kesel parah gara-gara Italia kalah. Dan beberapa hal lagi yang rahasia. Halah pret. Dan tentunya, memulai beberapa kebiasaan baik. Salah satunya adalah belajar bahasa Jerman (lagi). Makanya, judulnya sok-sokan pakai bahasa Jerman :v. Belajar di mana Sun? Di Duolingo. Kenapa? Gratis. Ahaha. Yang jelas, masih level cups parah.

Kebiasaan lain yang mungkin berguna adalah mengalokasikan 20 menit terakhir dalam sehari, sebelum tidur untuk diri sendiri. Biasanya sih saya gunakan untuk mereview hari ini ngapain saja dan besok mau apa saja. Ah, tapi ya kadang malah nonton bola :v. Lebih bagus lagi, kalai dicatat, jadi bisa dibaca-baca. Apakah hari ini kita ngejunk atau sangat ngejunk :v. Yang jelas, ini investasi biar bisa dibaca-baca di masa depan. Auooooo…. Nyicil bikin autobiografi. ahahaha.

Ngomong-ngomong, entah kenapa bulan Juni kemarin berlalu sangat lambaaattt sekali. Atau hanya perasaan saya saja? Ah apakah saya punya perasaan?

Akhir kata, Auf wiedersehen Juni, Willkommen Juli 🙂

Semoga Juli lebih baik dari bulan Juni :v

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s