Missing September

Sekarang sudah bulan Oktober, nampaknya waktu cepat berlalu di bulan kemarin. Mari sedikit instropeksi.

Sekilas, nampaknya banyak yang failed agenda-agenda terselubung saya. Gagal kudeta misalnya :v. Saya cek, banyak yang terlewatkan bahkan ada yang gagal :(. Yah, beberapa ndak bisa dikerjakan misalnya, join futsal dengan ICI Jogja karena memang belum ada jadwalnya.

Setelah diingat-ingat lagi, load bulan kemarin memang cukup besar *halah, lemah. Pengennya melakukan banyak hal, eh ternyata hal-hal yang dipengeni tidak semudah yang terpikirkan. Banyak ganjalan-ganjalan kecil yang nylekit. Misalnya saja, membuat plakat untuk piala bergilir nikahan temen sekelas di SMA. Eh, waktu pembuatan molor, nambah biaya, dan kurang sesuai dengan desain awal. Tapi tetep bagus sih hasilnya.

Hal lain juga banyak sih yang serupa. Dikira cuman “gini doang”, ternyata, beuh.

Belum lagi, 2 pekan di Jakarta ternyata cukup menguras energi. (Memang energi bisa dikuras?). Dua pekan yang menyenangkan, walau sampai mimisan (yang biasanya merupakan pertanda bahwa saya kecapekan). Menyenangkan karena bertemu orang-orang dewa. Menyenangkan karena bisa mengenalkan Indonesia kepada bule. Baru kali ini lihat bule makan bonggol jagung di sayur asem. Wkwkwk. Dan banyak hal lagi.

Intermezzo start.

Saya jadi ingat salah satu cita-cita masa kecil saya yang masih polos. Kebetulan saya dari kecil sudah ndak sreg jadi tentara, pilot, atau dokter. Saya malah pengen jadi guide. Pemandu wisata lah. Jadi ceritanya, pas les bahasa Inggris saat SD, ada pelajaran mengenai jenis-jenis pekerjaan. Lalu dikasih tahu sama guru les saya, kalau jadi guide itu cuman modal bahasa inggris dan bayarannya gede. Dan saya pun pengen. Dan nampaknya menyenangkan. Bercerita tentang apa yang kita tahu (sembari pamer pengetahuan umum) kepada orang asing. Terus nyuruh para bule makan tempe goreng atau nyuruh bantuin mandiin sapi. Ahaha. Yah, mungkin bisa dipertimbangkan kalau lagi bosen. Atau ada yang mau ngasih pekerjaan part time buat jadi guide?

Intermezzo end.

Balik lagi ke bulan September. Saya jadi belajar lagi mengenai prioritas. Bahwa benar adanya kita bisa melakukan apapun, tapi tidak bisa semuanya. Atau bahasa Inggrisnya:

You can do anything, but not everything

Yah, pokoknya gitulah. Semoga Oktober lebih baik lagi. *wis ngantuk, kakean daging kurban ro pelem

Bonus, video Youtube favorit selama September:

NB : tulisane ra genah yo ben, jenenge wae lagi kisut :v

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s