Bubble Wrap dan Panci

Bubble Wrap

Tempo hari saya mengunjungi sebuah toko yang menjual kain, karpet, busa, bantal, dan sejenisnya. Tokonya sangat besar, lokasi di Jalan Malioboro. Salah satu dagangan yang menarik saya adalah Bubble Wrap. Segulung gede.

Bubble Wrap
Bubble Wrap

Dan saya pun mulai memenceti. *ini kali ya yang dinamakan nafsu dunia, ngeliat bubble wrap bawaannya pengen menceti.

ceplok. 1 pecah

ceplok. 2 pecah

ceplok. 3 pecah.

Terus terdengar ibu-ibu yang sedang sibuk melayani pembeli bicara (kurang lebih):

Jangan dipecahi mas…

Terus saya isin.

Ya iya sih, kalau dipenceti semua gak laku dijual. Jadi, siapa yang salah?

Masih di warung yang sama, saya baru nemu kalau kain atau karpet atau busa itu juga dijual per kilo. :v

Per KG
Per KG

Panci

Tempo harinya lagi, saya didaulat teman-teman saya untuk membeli panci di suatu department store di Jogja. Panci ini nantinya akan digunakan untuk mengado teman kami yang nikahan.

Waktu ke warung panci tersebut, saya nggumun. Ternyata panci banyak macamnya.

Berhubung saya ndak ngerti seluk beluk perpancian, saya pun memfoto satu per satu panci yang kira-kira mau dibeli. Lalu dikirimkan ke group wassap. Untuk didiskusikan.

Keasyikan memfoto, tiba-tiba saya ditegur seseorang. Nampaknya keamanan. Nadanya sih agak gak enak. Sembari menunjuk ke arah perempuan. Saya sudah deg-degan jangan mbak-mbak yang ditunjuk tadi marah gara-gara ikut kefoto.

Ternyata, beliau menunjuk ke arah tanda dilarang memotret. *saya ndak tau euy

Dan saya pun isin.

Happy ending. Seminggu kemudian saya datang lagi, ndak ditegur lagi, dan jadi membeli.

Catatan lain, ternyata harga panci itu bisa sampai jutaan. Misalnya saja di situsnya tpurearwpe (ini anagram, coba pecahkan). Di situ ada yang sampai seharga monitor 24 inchi lah. Hadeuh.

 

Nampaknya saya ini nggumunan sekaligus isinan.

 

NB : mau nyomot gambar dari web-nya, tapi dilindungi undang-undang.

Iklan

2 comments

    • ahaha, ora reti mas, mungkin wedi nek dinggo pesaing. Malioboro isih podo, ono beberapa hiasan anyar. Tur nek awan panas *yo mesti

      Kapan wingi mangan gudeg yu djum, tur kok overrated :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s