Weekend Story : HP Gogrog

*Gogrog = Terjatuh (untuk benda)

Weekend kemarin saya mendapatkan pengalaman yang mungkin tak terlupakan. Bisa saja lupa, kalau amnesia :v

Jadi, tempo hari, saya mau naik gunung Prau di Dieng. Perjalanan cukup jauh, sekitar 4 jam kalau dari Jogja. Saya ketemu dengan teman-teman di Muntilan (Dian, Ali, Gogon). Rutenya sih ke arah Purworejo, lalu belok kanan ke arah Wonosobo, lalu Dieng. Yah, kurang lebih seperti itu.

Seperti biasa, saya membawa HP saya. Dan seperti biasa pula, saya taruh di sakut jaket. Biasanya sih aman. Namun, kemarin kok ya memang nasib. HP saya jatuh. Saya baru nyadar pas di daerah Sapuran (setelah saya keblandang). Lalu saya meminta teman seperjalanan saya berhenti. Cuman Gogon dan Dian. Ali-nya sudah terlanjur bablas jauh di depan.

Karena ingat Muntilan itu jauh (tepatnya dari Klenteng), saya jelas mikir nurut balik akan buang-buang waktu dan kemungkinan kecil ketemu.

Sebenarnya, data-data penting yang ada di HP sudah auto back up (kecuali foto), jadi tidak terlalu kepikiran sama datanya. Dan HP-nya pun saya kunciMungkin bisa coba-coba untuk dibuka oleh si penemu, tapi ya butuh hoki gede. Jadi ya saya aman-aman saja. Tapi ya tetep saja, kalau ilang, cukup menusuk isi dompet. Mana baru beli 5 bulan pula.

Pertama-tama saya minta tolong Dian dan Gogon buat nelpon HP saya. Ndak bisa.

Pikiran saya sudah macam-macam yang jelas. Walau paling pengen ya ditemu orang, lalu kita telpon dan nyambung, lalu dikembalikan dengan baik hati.

Karena sinyal susah dan ndak ada peralatan memadai, saya kepikiran buat minta tolong teman-teman saya di tempat yang lebih memadai untuk mengecek lokasi HP saya. Sayangnya, saya ndak hafal nomer-nomer temen saya (sejak jaman HP bisa nyimpen banyak nomer, saya ndak pernah lagi ngapalin nomer). Ingetnya pun cuman 1, Gogo dan itupun lokasinya beda 15 jam dengan WIB. Yang artinya, hampir tengah malam. Tapi tetap saya coba wassap. Ndak ada balasan. Belakangan diketahui hampir seharian tidak nyalain HP :v

Nasib lagi, mutual friend  saya dengan Gogon dan Dian sangat sedikit. Satu sedang di tempat mertua (dan dihubungi ndak bisa), satu sudah menunggu di Wonosobo, sebut saja Lorenz dan Ucil yang juga sedang dalam perjalanan ke Dieng.

Saya nyoba nelpon Lorenz. Ndak ada jawaban. Lalu ada balasan wassap dari nomernya. Lorenznya lagi mandi. Yang mbales, mbak Fety (rombongan yang mau ke Prau juga). Akhirnya saya minta nomer HP-nya Hendra dan kemudian saya telpon. Dan saya jelaskan duduk perkaranya. Jauh lebih bisa diandalkan dibanding Lorenz tentunya.

Nasib lagi. Laptop Hendra tiba-tiba ndak bisa nyala (belakangan diketahui HD-nya membusuk :v).

Ya wislah, pasrah.

Saat mampir makan siang, saya dapat kabar dari Rochim yang dimintai tolong Hendra untuk mengecek lokasi HP. Lumayan memberikan harapan, walau masih gede perkiraan lokasi jatuhnya.

Last Located
Last Located

Saya pun kepikiran buat nyari kalau sudah balik dari Prau. Niat thok sih. Masih ngitung waktu yang bakal habis vs harga HP.

Kemudian kami pun mendaki gunung Prau. Menyenangkan walau kalau inget sedang ndak ber-HP jadi mbesengut. Ahaha. Cerita naik gunungnya di postingan lain saja.

Sepulang dari Prau, saya mau minjem HP kakak saya, buat menghubungi orang tua. Eh, lagi pergi. Ya sudahlah, besok pagi saja. Toh, sudah malam dan tadi sempet minjem HP-nya Lorenz buat ngirim kabar.

Saya pun ke kostan. Tak lama kemudian, kakak saya datang, dan menanyai apakah HP saya jatuh. Batin saya, kok bisa tahu?

Kemudian dijelaskan kalau tadi ditelpon dari HP saya, tapi bukan saya. Kemudian, saya telpon balik.

Wii, super Alhamdulillah. Singkat cerita, yang menemukan sangat baik hati dan mau mengembalikan HP saya. Dan janjianlah kami, besok paginya di deket Borobudur.

Wah, dari yang mbesengut jadi bahagia. Sudah kepikiran untuk menunda beli monitor, atau nyari sampingan yang seharga HP-nya lah.

Keesokan harinya, saya menuju ke sana. Saya minta tolong Dian buat nganterin ketemuan sama si penemu HP, soalnya saya ndak tahu jalan ke Borobudur dan ndak ada Google Maps. Daripada saya nyasar-nyasar dan malah buang-buang waktu.

Sesampainya di Borobudur, saya nelpon si penemu, dan tak lama kemudian mereka datang. Ternyata sepasang suami istri *nampaknya. Kemudian diceritakan kronologisnya. Kurang lebih seperti ini.

Mereka baru balik (atau pergi?) mancing, kemudian kepasan melihat HP saya jatuh dari saku saya. Tapi sayanya sudah bablas. Semula ada telpon masuk, dan nyoba nelpon balik. Tapi kok ndak bisa (mungkin lokasi kami sudah di gunung). Akhirnya dibawa ke counter HP buat dibukakan (direset). Setelah beberapa counter HP, akhirnya bisa dibuka.

Lalu, mereka menelpon nomer-nomer yang ada di SIM Card saya (karena nomer-nomer di HP sudah terhapus). Dan yang ditelpon pun beberapa nomernya sudah mati atau rekan lama (Ibu murid saya di bandung, temen smp, dll). Ndak bisa-bisa.

Tapi, pas Minggu malam, kebetulan bisa nelpon kakak saya. Dan alhamdulillah bisa. Wiiiiw.

Tambahan cerita, kata si masnya, dia lagi hoki hari itu. Selain nemu HP, juga nemu duit 50rb yang kebetulan sama dengan ongkos ngereset HP di counter HP.

Mas-nya juga bilang kalau HP-nya mau dibeli sama counter-nya. Tapi dia bilang bukan punyanya.

Lalu bilang juga, kalau sudah dicoba dihubungi tapi ndak ada yang nyambung, ya mungkin rezekinya.

Saya pun dalam hati mengiyakan. Karena sudah direset, jadi ndak keliatan kalau itu HP siapa. Dan SIM Card saya pun tinggal dibuang. Dan wassalam. Terharu saya karena masih ada orang baik seperti ini (dan saya masih percaya itu, pay it forward lah).

Mbaknya menambahi, dulu pernah kehilangan HP, tapi ndak balik. Jadi mungkin dari sana juga, kepikiran saya nangis-nangis. Hohoho.

Setelah berbincang sesaat dan menghaturkan terima kasih. Kami pun berpisah.

Sungguh, saya sangat bahagia.

Nasib HP saya sendiri retak-retak di bagian layarnya. Tapi kayaknya masih bisa diganti. Sementara fungsi-fungsi lain masih normal. Senangnya.

Layar Retak
Layar Retak

Nampaknya ndak akan saya perbaiki dulu, buat kenang-kenangan. Kalau ada yang nanya kok bisa retak-retak, saya jadi bisa cerita dan menunjukan bahwa masih ada orang baik hati. Ahahaha.

Terakhir, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mulai dari mas-mas dan mbak-mbak yang nemuin HP, dan yang sudah direpotin di atas. Alhamdulillah.

NB: 

Lalu apa saja hal-hal yang bisa dilakukan jika HP kita terjatuh atau hilang. Berikut yang saya peroleh dari pengalaman ini:

  1. Buka https://maps.google.com/locationhistory/b/0. Dan akan memberikan location history Anda seperti ini:
    Google Location History
    Google Location History

    Dari situ bisa keliatan, pergerakan HP kita. Jika bergerak, artinya HP kita ditemukan oleh orang, atau dipatuk burung elang, dan dibawa terbang. Jika ditemukan oleh orang, silahkan coba telpon. Tapi ada kemungkinan tidak diangkat atau batere habis atau sebagainya. Mungkin silahkan SMS. Kirimkan nomer HP yang bisa dihubungi jika menemukan HP tersebut. Kalau si penemu baik, pasti akan menghubunginya. Kalau jahat, silahkan kirim SMS tausiyah penggugah iman, yang kurang lebih intinya “tolong balikin HP saya mbak/mas”. Siapa tahu setelah membaca SMS tausiyah tersebut, berubah pikiran. Tapi jangan nyolot, bikin males.
    Cara ini membutuhkan akun gmail/google yang anda gunakan di HP Android anda.

  2. Metode lain adalah mengecek lokasi kita, bisa dengan membuka link berikut : https://www.google.com/android/devicemanager?u=0. Dari sini, bisa memberikan lokasi sekarang HP kita. Bahkan bisa membunyikan HP kita, me-lock HP, dan bahkan menghapus data di HP tersebut. Tampilannya kurang lebih seperti :
    Android Device Manager
    Android Device Manager

    Cara ini juga membutuhkan akun gmail/google yang anda gunakan di HP Android anda.

  3. Berdoa, perbanyak infak, dan tetap tersenyum.
    Hidup memang kadang pahit bung.
    Tapi kan obat biasanya pahit.
    Mungkin HP ilang bisa jadi penyembuh layaknya obat.
    *halah, pret.
    Tapi ya mau gimana lagi.
    Kadang cuman bisa ikhlas.

Side story ndak penting: saya akhirnya jadi pengguna BB untuk beberapa jam :v.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s