Weekend Story : Liga Futsal Alumni

How’s your weekend, Ismail?

Weekend kemarin saya ikutan Liga Futsal untuk para alumni sekolah PASIAD di Indonesia. FYI, saya dulu sekolah di sebuah sekolah swasta hasil kerja sama dengan sebuah organisasi dari Turki yakni PASIAD. Dan, ada beberapa sekolah yang serupa selain sekolah saya. Ada di Aceh, Bandung, Depok, Jogja, Tangerang, Sragen, dan Banjarmasin *semoga gak salah.

Aturannya sih, musti bikin tim, per sekolah dan per angkatan. Namun, angkatan saya sedikit yang ada di Jogja. Terpaksa bergabung ke angkatan atas. Dan itupun masih sedikit. Acaranya diadakan Sabtu-Minggu, dan ada yang cuman bisa hadir hari Sabtu dan hari Minggu. Tapi untungnya, masih bisa main, 5 orang.

Sementara, sekolah dan angkatan lain sampai bisa bikin tim A dan tim B. Meh. Oh ya, ini posternya:

Poster Liga Futsal
Poster Liga Futsal

Total ada 13 tim, terbagi menjadi 4 grup. Kami dapat grup yang isinya 4 tim.

Side story. Kalau di Jakarta ada kumpul alumni Semesta, saya merasa muda. Yang kumpul kebanyakan angkatan 1 dan awal-awal. Lha kalau ini, saya berasa tua. Tim-nya aja ikutan tim tua-tua. Banyak yang gak kenal pula. Ada yang baru lulus 2014 pula (selisih 6 tahun dari saya, beuh). Tapi masih ada beberapa yang kenal sih, misalnya angkatan 2009 atau beberapa angkatan lain yang pas SMP saya masih SMA. *SMP-SMA saya satu asrama.

Hari Sabtu. Babak Grup.

Yang semula datang. Husein Abi (07), Fajri Abi (07), Adityarum (04?), Ginta (08), Eko Abi (06), dan saya. Sebenarnya masih nunggu Wisnu Abi (07) yang datang dari Semarang, eh tapi baru datang sekian menit setelah pertandingan pertama selesai. Super niat lah. Pertandingan pertama itu sendiri bisa dimenangi 3-0 :v

Pertandingan ke dua baru dimulai agak malaman, jam setengah sembilan. Kami makan dulu. Salah strategi. Malah ke warung yang super lama ngelayaninya, mie jawa. Jam 7-an ditelpon, katanya udah mau main. Beuh. Pesenan baru datang sebagian. Terpaksa dilahap dengan terburu-buru. Sisanya dibungkus.

Sampai di tempat futsal, ternyata tetep jam setengah sembilan. Hampas.

Btw, Hanif Ali Abi (06) juga datang, tapi gak main. Padahal dulu abi ini kayak Messi kalau main bola.

Dua pertandingan sisa berlangsung cukup mudah bagi kami. Halah. Kayaknya kepasan dapat grup yang ringan deh. Saya cuman jadi cadangan sih :v Tahu diri lah. Tapi kayaknya sempet main beberapa saat.

Oh iya, karena kepepet, ya cuman jadi bek. Ahahaha.

Dan kami pun lolos ke perempat final.

Dengan hoki. Gimana tidak, tak terhitung kena tiang. Ada juga peluang bersih, 3 pemain lawan vs 1 kiper kami, dan kiper sudah jatuh, eh gak gol :v

Hari Minggu. Babak Gugur.

Saya pulang ke rumah Minggu pagi. Setahu saya, pertandingan baru dimulai jam 14.00, dan kami di pertandingan ke dua. Jadi ya, santai sajalah. Saya baru sampai di tempat futsal jam 14.00 lebih dikit. Eh, kok udah tanding. Untung menang 4-1 :v Katanya sih pemain lawan belum lengkap, ahaha.

Semifinal lebih serem. 5-4. Kejar-kejaran gol lah intinya.

Oh iya, kalau kemarin ada Wisnu Abi, sekarang ada Huda Abi. Saya, masih cadangan. Sempet main beberapa saat sih :v.

Pas mau final, Huda Abi pulang. Katanya anaknya nungguin. Ya sudah. Nasib.

Lawannya, Sragen A. Dilihat sih emang jago. Bukan tim jadi-jadian pula.

Babak pertama final, kami sempat unggul 1-0, meski diserang bertubi-tubi. Seriusan, susah nyerang balik. Nyerang pun cuman bisa dari lemparan kiper. Super capek. Emang jago sih.

Babak ke dua. Wis bar… 1-1, 1-2, 1-3, 1-4. Cepet bener. Padahal udah bertahan mati-matian. *halah.

Tapi oh tapi, saya sempet bikin gol. Cantik lho. Jarak jauh pula. Sebelum garis tengah lapangan. Ke sudut kanan gawang. :v

Lalu habis itu kebobolan lagi. Dan skor akhir pun 5-2. :v

Juara 2.

Epilog

Well, memang ndak main full time kecuali pertandingan pertama dan final. Tapi tetep saja, aroma kompetisi terasa meski ndak main full. Capek gan. Tapi seru. Sumpah. Sudah lupa kapan terakhir kali main beneran gini. Dan untungnya saya bagus mainnya :v *menilai diri sendiri baik, ahaha.

Padahal biasanya kalau futsal biasa, ya main-main, penuh guyonan. Beda lah kalau kompetisi gini.

Oh iya, juara dua dapet 100.000. Sementara uang pendaftaran 150.000. Tekor. :v

Tapi tak apalah, saya puas sekali. Bisa main futsal dan ketemu teman-teman lama. Dan gak ikutan bayar.

PS : nampaknya jempol kaki saya mau copot gara-gara terlalu “bersemangat” waktu main. Sampai jatuh-jatuh bung.

PPS: Jadi teringat Lista (Liga Semesta) pas di SMA atau BG League (pas tinggal di asrama BG). Aroma kompetisi benar-benar terasa bung. Liga di kampus kurang kerasa, lebih banyak latihan daripada tandingnya.

FAQ :

Q : Kok postingane njelei Sun?

A : Yo ben, sak karepku, sing nulis aku.

Q: Lagi suntuk yo Sun?

A : Iyo ki, kit mau esuk ngerefaktor ra bar-bar

Q: Kok curcol sih Sun?

A: Meneng kowe….

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s