Shallow Knowledge

Pekan ini, di sela-sela kesutrisan saya, saya nemu sebuah game, namanya Trivia Crack. Yah, saya memang suka yang trivia-trivia. Mungkin kepala saya ini isinya informasi trivia yang seringkali tidak berguna. Saya masih ingat jaman SMP, di pelajaran bahasa inggris, ada semacam tebak-tebakan trivia, dan sayapun ngawu-awu. Halah. Dan untuk game ini pun saya cukup puas. Sampai ada yang nge-chat lah :v

Performance
Performance

Jangan lihat performance-nya, tapi lihat category performance-nya. Soalnya ini game-nya ada unsur luck dalam milih kategori pertanyaan. Sampai saat ini, saya berhasil menjawab 715 dari 1127 pertanyaan, dengan distribusi seperti di atas. Yah, lumayan lah, 63%. Walau kalau dilihat, science dan sports tinggi, sementara art sangat hina. Saya sebenarnya lebih pede untuk geography daripada sports, toh geografi mata pelajaran favorit saya. Namun, ternyata fakta berkata saya lebih baik dalam hal sports. History mah seingetnya aja. Entertainment dan art, kadang blank, dan tutup mata buat milih jawabannya.

Setelah direnungkan, nampaknya banyak membaca sangat membantu dalam game ini. Membaca hal tidak penting tentunya. Dulu pas kecil kebanyakan baca koran sih. Berita olahraga tentunya. Tak hanya sepakbola. Saya sempat ngikutin F1, MotoGP, Tenis juga. Tapi itu dulu sih. Sekarang embuh. Walau tidak banyak ngikutin, tapi saya tahu beberapa hal mengenai Basket, Voli, Golf. Saya sempet random baca sejarah hidup Muhammad Ali dan Nicky Lauda di salah satu tabloid mingguan. Membantu di kateogori sports dan geography.

Kalau science sih saya memang suka.

Tips lain adalah bahasa. Banyak pertanyaan yang bisa dijawab hanya dengan melihat nama atau kata yang muncul. Apalagi tentang Eropa, cukup mudah membedakan hal-hal yang berhubungan dengan Jerman, Belanda, Perancis, Spanyol, Italia, atau Eropa timur. Berlaku juga untuk wilayah-wilayah lain seperti Amerika Latin, Asia, atau sebagian Afrika. Sangat membantu di history dan geography. Kadang entertainment juga sih.

Lalu timeline, merupakan tips lain. Cukup ngecek kapan kira-kira suatu masa terjadi. Yah, tahulah kapan itu perang dunia, rennaisance, atau yang lain. Selama ndak mepet-mepet tahunnya, masih bisa dijawab. Terutama kalau history dan entertainment.

Nah, art saya blas gak tahu. Novel, puisi, lukisan, dan lagu sangat embuh bagi saya. Tahu beberapa nama populer. Itupun gara-gara ada pelajaran kesenian pas SMP. Atau beberapa muncul di film. Kebetulan saya suka nonton film.

Entertainment sebenarnya 11-12 dengan art, tapi sering nonton film dan serial cukup membantu.

Saya ndak ngerti kenapa saya nulis tips-tips ngejunk di atas. Tiba-tiba ketulis saja.

Yang ingin saya garis bawahi (halah) adalah tahu hal-hal kecil seperti dalam game tersebut ternyata tidak terlalu berguna. Yah, kecuali dalam permainan seperti ini, atau dalam obrolan random. (lumayan, kalau ada yang mau diskusi apa, saya gak ngeblank-ngeblank amat). Walaupun, saya tahu, yang ada di game itu ya cuman secuil dari kumpulan trivia di dunia. Jadi, ndak ada gunanya sombong *ini yang mau sombong juga siapa.

Lebih lanjut, kalau di dunia profesional, hal-hal tersebut juga sama tidak bergunanya. Orang tentu lebih butuh yang ahli banget dalam satu hal. Bukan orang yang tau permukaannya saja. Bisa apa. Ibaratnya, bisa ngelist nama bahasa pemrograman, tahu masing-masing syntaxnya, tapi disuruh bikin yang “jadi”, lama.

The problem is, saya kok merasa masuk kategori itu. Bahkan siyalnya, yang trivia-trivia pun ndak tahu banyak. Udah tidak update bahkan. *ouch, krisis kepercayaan diri nampaknya.

Tapi, kadang kala, saya suka ajaib. Kalau kepepet, dan ndak ada yang bisa dilakukan lagi, dan ada waktu yang cukup, saya bisa mengorek-orek ke ingatan yang dalam-dalam. Biasanya sih pas ujian. Pernah lupa persamaan apa gitu, terpaksa nurunin. Atau tiba-tiba makai De Moivre (yang cos + i sin ) untuk pertama kali di ujian. Saking stuck-nya.

Tapi kan itu dulu.

Btw, konon yang bagus itu model T. Jadi tahu banyak, tapi ada satu yang sangat dikuasai. Atau kurang lebih seperti itu. Maklum, shallow knowledge.

Btw, lagi, ini termasuk noise, data, information, knowledge, atau  wisdom ya?

Mungkin saya perlu mengalokasikan lebih untuk meperdalam suatu hal kali ya. Sudah sih, semedi, tapi kok, ah sudahlah.

Atau mungkin terlalu banyak melihat ke atas kali ya. Jadinya, tengeng.

Have a nice weekend.

And Forza Inter

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s