Memasak Tongseng Sapi

Halo, selamat berjumpa kembali dalam postingan bertemakan memasak untuk bulan Oktober. Pada kesempatan kali ini, saya memasak tongseng daging sapi. Kenapa memilih daging sapi, karena masih dalam suasana Idul Adha (terlihat dari stok daging sapi di kulkas yang masih cukup banyak). Lantas, kenapa tongseng? Semula saya pengen memanggang daging sapi, tapi nampkanya susah. :v. Jadilah dipilih tongseng sapi.

Berhubung kami menyimpan daging sapi di freezer, malam hari sebelum memasak, daging dipindahkan ke kulkas yang non-freezer. Biar paginya tidak terlalu lama mentidak-bekukannya.

Resep dicari, bahan-bahan dikumpulkan.

Bahan-bahan
Bahan-bahan

Bisa dilihat, itu ada ketumbar, bawang putih, dan jahe (bumbu yang dihaluskan). Kemudian di sisi kanan ada daun salam, serai, bawang merah, cabai (bumbu yang dioseng). Di tengah, ada asem yang dicemplungkan ke air. Gunakan air panas, biar asemnya larut ya :v.

Selagi menunggu daging sapi lebih tidak beku, saya mengulek bumbu halus terlebih dahulu. Oh iya, masih ada merica juga yang diulek. Di kesempatan kali ini, saya belajar mengulek dengan lebih benar :v.

Lalu untuk bumbu yang dioseng, dikupas dan diiris tipis untuk bawang merah. Cabai juga diiris. Serai cukup dimemarkan. Daun salam, tidak diapa-apakan.

Sekarang, saatnya mengiris daging. Ngiris daging itu ternyata ada triknya. Jadi jangan sejajar sama serat dagingnya. Usahakan tegak lurus. Dipotong sesuai seleara. Saya juga belajar tentang mengiris daging lebih baik dan lebih benar. Ada bagian daging yang warna putih, itu ualot sekali. Akhirnya, ada sebagian yang berwarna putih saya abandon. Untuk sup saja. Si daging ini ternyata butuh tenaga ekstra buat motong-motongnya. Tangan saya, sampai kapalan berisi air (mirip ketika kaki kena panas pas main bola di lapangan basket outdoor siang-siang). Yah, ternyata mengiris daging tak semudah mengiris list.

Setelah semua siap, saatnya memasak. Pertama-tama, masukan bawang merah yang sudah diiris ke dalam wajan yang sudah panas minyaknya. Disusul dengan bumbu halus, batang serai, dan daun salam. Baunya makin mirip tongseng. Kemudian, masukan daging sapinya. Saya baru tahu, kalau daging sapi itu pas dimasak mengeluarkan air. Dioseng-oseng. Kemudian, setelah cukup, masukan air asem, kecap secukupnya, dan air secukupnya. Tutup.

Sesekali tengok, dan icipin. Tambahkan gula, garam, dan kecap secukupnya.

Gunakan api kecil. Kemarin sih saya lupa. Jadinya air cepat habis. Padahal, ekspektasi saya, kuahnya bakal banyak. Ya sudahlah. Matikan api, ambil nasi, dan jadilah tongseng sapi (tanpa kuah).

Tongseng Sapi
Tongseng Sapi

Yah, dari rasa, not-bad lah. Cuman dagingnya kurang tanak plus ndak ada kuahnya.

Berikut nilai dan komentar dari juri (istri saya sendiri):

Penilaian Juri
Penilaian Juri

Yah banyak hal yang bisa dipelajari dari episode ke tiga memasak bersama Sunni ini.

Sampai jumpa di edisi bulan depan.

PS : Kalau ada usulan menu, boleh diusulkan.

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s