Nge-Pantai Drini

Tempo hari, nyonyah dan saya, mengunjungi sebuah pantai di Gunung Kidul. Namanya pantai Drini. Saya dapat nama pantai ini setelah saya ngobrol dengan teman kerja saya yang sempat main-main ke Jogja. Dia bilang, pantai yang paling berkesan adalah Pantai Drini. Katanya, ada sebuah pulang karang yang bisa diseberangi. Jadi pengen ke pulaunya.

Sebenarnya, rencana awal kami adalah ke Gunung Nglanggeran di Hari Minggu. Tapi karena suatu hal dan lainnya, kami malah belanja bulanan :v.

Senin pagi, kami sempat ragu jadi ke Pantai Drini atau ndak. Posisi sudah jam 6, sementara ke Pantai Drini perlu menempuh jarak sekitar 70km, alias sekitar 2 jam-an naik motor. Namun, akhirnya kami berangkat juga. Biar ndak wacana.

Pertama kami mau sarapan dulu. Namun, warung-warung soto tidak berpihak kepada kami. Sampai daerah dekat-dekat Kidz Fun, semuanya tutup. Tapi, akhirnya kami nemu juga. Soto Sapi. Ahaha. Penting parah.

Yah, setelah melalui jarak 70km-an, kami sampai juga. Retribusi untuk Pantai Drini ini disatukan dengan pantai-pantai di dekatnya, seperti Baron, Kukup, Krakal, Sepanjang, dll. Per orang diminta untuk membayar 10.000. Pos retribusinya ada dua, kami lewat yang sebelah barat. Sempat hampir keluar pos yang sebelah timur sebelum masuk ke pantai Drini. Untung nanya, kalau ndak, bisa rugi.

Seperti yang sudah diduga, ada pulau karang gede di Pantai Drini. Pulau ini membelah pantai menjadi dua. Pantai sebelah barat ombaknya cukup besar. Sementara di sebelah timur pulau karang, cukup tenang karena berupa laguna.

Kami langsung senang ketika melihat ada kapal / kano yang disewakan. Cukup membayar 50rb untuk tiap kapal, kita bisa bermain dengan kapal tersebut selama kurang lebih satu jam. Kapal bisa dinaiki sampai 3 atau empat orang. Tapi idealnya sih 2 orang. Wah, kebetulan sekali kami datang berdua :v.

Behubung ini hari kerja, tidak banyak yang datang ke pantai. Kata si pemilik persewaan kapal, ketika hari libur, bisa sampai ngantri untuk menyewa kapal.

Setelah mendapatkan penjelasan singkat mengenai cara mendayung, kami pun langsung mendayung. Di awal-awal cukup susah, tapi lama-lama ngerti juga.

Yang paling seru ketika ombak datang. Biasanya, si kapal didayung ke arah tepi batas aman di laguna. Kemudian, diputer supaya membelakangi arah laut. Lantas, ketika ombak datang, mulai didayung lagi. Lalu, wuuusss…. Ombaknya mendorong si kapal. Seru lah pokoknya.

Si empunya persewaan baik, buktinya sudah sejam lebih tetap dibolehkan main. Mungkin gara-gara yang datang sedikit. Kadang-kadang, mereka juga naik kapalnya sendiri juga. Ahaha.

Tapi, ternyata capek dan pegel juga. Akhirnya kami sudahi naik kapalnya. Berganti menyewa ban. Ada yang 10.000, 15.000, dan 20.000, bergantung ukurannya. Kami menyewa yang 15.000.

Bagaimana cara mainnya?

Yah, tinggal nyemplung saja. Tak lupa si ban di-gujengi / dipegangi. Mau dinaiki juga bisa. Ndak ada yang peduli ini, yang penting bahagia. 😀 Kalau mau nya rada ke pinggir, si ombak kerasa makin gede. Bisa jumpalitan lah.

Makin siang, air laut makin pasang. Dan berhubung sudah capek juga, sekitar pukul setengah dua belas, kami memutuskan untuk menyudahi semuanya. Sejenak memesan ikan bakar yang digoreng terlebih dahulu. Kemudian mandi. Kamar mandinya pun cukup bagus, ada gantungan bajunya.

Ada banyak warung makan di sekitar sana. Tinggal pilih, lalu ditunjukan stok ikan yang tersedia. Sudah ada ukuran beratnya. Kami mencoba yang 600 gram, seharga 40ribu. Sudah dimasak juga.

Setelah mandi, ikan sudah matang. Tinggal leb.

Enak kok ikannya. Cuman sayang, kapasitas perut terbatas. Jadi ndak habis deh. Akhirnya sebagian dibawa pulang.

Tak lupa, sebelum pulang kami foto-foto sebentar, sebagai formalitas. Sekalian biar Anda tidak menyesal membaca tulisan ini.

Laguna dan Orang Nyemplung
Laguna dan Orang Nyemplung
Kapal dan warung makan
Kapal dan warung makan
Sisi Barat Karang
Sisi Barat Karang

Foot note dikit lah:

  1. Yang paling seru, main kapal-nya
  2. Datanglah pas weekday, sepi dan ndak perlu ngantri. Perjalanan pun lancar
  3. Pakailah sun block. Saya sudah mencoba tanpa sun block, dan tidak saya rekomendasikan
  4. Saking keasyikannya, malah ndak naik ke pulau karangnya.
Iklan

6 comments

  1. Foto pas main kapal karo ban e kok ga ono Sun? :v

    Koyoke aku tau mrene deh. Tapi kok ga ndelok ono sing nyewano kapal yo. Pas iku sing akeh malah warga sing njupuk rumput laut ndik kono.

    • Wkwkwk… Efek terlalu menikmati, nganti ra peduli moto2…

      Hmm, mungkin beda pantai soalle, akeh pantai nang cedhak kono, dan ketoke wingi ra ono rumput laut babar blas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s