Zikomo, Malawi (Part 1 – Berangkat)

Tempo hari, saya kebetulan dapet tugas dari kantor untuk mengisi training di Malawi. Malawi itu salah satu negara di benua Afrika. Bukan Maladewa, apalagi Malta. Bukan daerah di Sulawesi. Bukan pula kabupaten di Jawa Timur. Saya juga baru tahu lokasinya kok :v

Rada was-was juga pas mau kesana, soalnya pas baca-baca masih ada malaria. Belum lagi ancaman Yellow Fever (demam kuning), yang saya juga ndak tau penyakit kayak apa. Takut gugling, takut ketemu gambar-gambar aneh. Nanti di postingan lain saya ceritakan lebih lanjut tentang malaria dan yellow fever ini. Kalau sempat. :v

Perjalanan sangat panjang. Dimulai dari Bandara Sukarno-Hatta, ke Bandara Changi di Singapura, lantas ke Bandara O.R. Tambo di Johannesburg, Afrika Selatan. Ngetem 7 jam di sini. Sempat dibingungkan oleh bagian transit yang bilang perlu nunggu jam 9 buat masuk ke area ruang tunggu. Mana dingin pula (kebetulan sedang winter). Tapi, untung bisa masuk ke area ruang tunggu. Bisa ngenet, duduk manis di warung Baskin Robbins yang belum buka, dan ndak kedinginan.

Out of Africa, Warung di Bandara
Out of Africa, Warung di Bandara

Berhubung lama, kami cari makan dulu. Beli Pizza di restauran Diner. Mayan pizzanya, porsi jumbo. Walau saya ndak habis. Ahaha:

Pizza
Pizza

 

Angola Airlines, keren warnanya. Bukan pesawat saya.
Angola Airlines, keren warnanya. Bukan pesawat saya.

Menunggu cukup lama, dan bosan, akhirnya tiba juga waktu check in. Dari Johannesburg kami ke bandara di Lilongwe (ibu kota Malawi). Tapi mendarat sebentar di Blantyre, transit gitu maksudnya. Lama perjalanan sekitar 3 jam. Sudah teler saya.

Sebentar saat transit di Blantyre tanpa turun dari pesawat, ternyata ada Free WiFi. Bisa check in deh. Btw, bandaranya sangat gersang gitu. Ndak keliatan kayak bandara.

Ndak ada pohon.
Ndak ada pohon.
Bangunan Bandara Blantyre
Bangunan Bandara Blantyre

Lanjut terbang lagi. Tak begitu lama. Sudah sampai di Lilongwe. Akhirnya. Ini pesawat yang dinaiki:

Malawi Airlines
Malawi Airlines

Sekarang, ngurus visa on arrival dulu. Bayar US$ 75. Bisa cash bisa pakai kartu. Perlu ngisi formulir dan bawa surat undangan. Nampaknya, si surat undangan ini cukup penting untuk pengurusan visa. Alhamdulillah, lancar.

 

Kwitansi Visa on Arrival
Kwitansi Visa on Arrival

Lanjut ambil bagasi, foto sebentar, ditegur satpam Malawi, disuruh hapus foto, malu, lalu nyari penjemput.

Hari sudah petang, sekitar jam 6an sore. Long flight indeed.

Kami dijemput dari penginapan. Naik mobil. Dan masih jauh. Sekitar 2-3 jam. Lantas tidur di mobil, meski diajak ngobrol pak supir. Berhubung gelap, ndak terlalu keliatan pemandangan sekitar. Ya wis lah. Tapi sempet nemu penjagaan polisi, buat ngecek pengguna jalan, konon banyak penyelundup atau narkoba. Wew.

Sampai sudah malam, sekitar jam 9. Capek dan ngantuk. Ndak ada Wifi pula di kamar. Serem juga, ada kelambunya. Buat menghalau nyamuk, biar ndak kena malaria. Fiuh. Mari tidur dulu, besok perlu ngisi training.

PS : Zikomo artinya terima kasih di bahasa setempat.

Iklan

4 comments

  1. Pengucapan kata-katanya itu literally kayak di Indonesia atau bisa beda di sana? Btw, katanya kalo habis dari negara Afrika ada semacam larangan masuk ke Singapura atau beberapa negara lain utk mengantisipasi penularan penyakit. Bener gak sih?

    • Kayaknya sama to. Minimal yang zikomo itu.

      Hmm, ndak tau kalau larangan. Tapi, kalau ndak punya kartu vaksin yellow fever, biasanya dikarantina dulu. Mungkin itu maksudnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s